
Sesampainya di kemah, V segera bergabung bersama anggota BTS lainnya yang sedang berbaring di atas tumpukan jerami. Dia berkata,
"Hei teman-teman! Bangunlah! Aku punya berita bagus."
"Berita apa? Mmm,,, pasti berita malam pertamamu kan dengan kedua kekasih mu itu?" (Balas Nam joon sambil meledek V)
"Apa? Kau selalu saja berpikiran kotor kepada ku. Sudah aku bilang kan singkirkan pikiran kotor mu itu. Mmm,,, atau jangan-jangan kau suka sama kedua gundik kepala suku itu yah? Kau cemburu yah?"
(Balas V sambil meledek Nam joon)
Lalu J hope juga ikut mendukung V meledek Nam joon. Dia berkata,
"Hei V! Besok katakan pada kepala suku kalau Nam joom juga ingin menikah dan mendapatkan dua istri sekaligus.
Ternyata kau genit juga yah Nam joon. Pasti ketika V pergi bersama dengan kedua wanita itu, kamu sudah berpikiran lain kan?"
Suga yang baru bangun berusaha mengerti percakapan diantara ketiga pria itu. Dia berkata,
"Apa yang dari tadi kalian ributkan, sampai kalian bertiga mengganggu ku tidur."
"Nam joon diam-diam suka sama istri kepala suku. Dan dia cemburu pada V yang melakukan malam pertama disana. Dia juga ingin bermalam pertama seperti V. Besok aku mau cerita sama kepala suku kalau Nam joon menginginkan seorang istri. Hahaha." (Balas J hope sambil terus meledek Nam joon)
Mendengar itu, Nam joon pun berteriak kencang mengungkapkan perasaannya.
"TIDAK......"
Tapi Suga hanya diam memandangi mereka sambil berusaha memahami. Dia belum bisa mengerti apa yang mereka bicarakan. Pikirannya belum normal karena tidurnya yang tiba-tiba terganggu.
"Agh,,, Sudah! Sudah! Jangan dibahas lagi. Kalian mau dengar tidak berita bagus yang akan ku sampaikan?" (Balas V yang sudah mengkerutkan keningnya)
"Ok baiklah, apa beritanya? Cepat katakan!" (Balas J hope)
__ADS_1
"Jadi ketika aku pergi berjalan-jalan dengan kedua wanita itu, aku menemukan sebuah jalan yang akan menuntun kita keluar dari pulau ini. Waktu kami pergi melihat tempat harta karun itu disimpan, aku menemukan sebuah jejak kaki. kita ikuti saja jejak kaki itu, mungkin itu bisa menuntun kita keluar dari pulau ini."
(Ujar V)
"Benarkah? Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga. Sudah ku bilangkan, suatu saat kita pasti bisa keluar dari sini. Selama kita optimis, pasti akan ada jalan keluar. Lalu kapan kita akan pergi?" (Balas Nam joom)
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Saat ini Jungkook masih belum pulih. Kita tidak bisa pergi jika dia masih sakit. Mungkin kita harus menunggu 3 hari lagi."
(Balas V)
"Iya aku rasa kau benar. Maka selama menunggu 3 hari itu, kita harus bisa membuat mereka tidak curiga sama sekali kalau kita hendak melarikan diri. Jangan sampai kita tertangkap lagi." (Balas Nam joon)
Lalu tiba-tiba Jimin pun bangun dari tidurnya, dan dia bertanya pada mereka tentang apa yang mereka bicarakan di larut malam seperti itu. Dia berkata,
"Hei, apa yang sedang kalian bahas? Apa kalian tidak tahu ini sudah larut malam? Bukannya tidur, tapi malah menggosip."
"Hei, apa katamu? Sembarangan bicara. Kami sedang membahas tentang jalan keluar dari pulau ini." (Ujar V dengan kesal)
"Apa? Keluar? Tidak? Aku sudah nyaman di pulau ini. Tempat ini sangat nyaman bagi ku? Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Kenapa kita tidak tinggal disini selamanya? Kenapa kalian tidak betah tinggal disini?
(Balas Jimin yang mulai terlhat sedih)
"Jimin..... Kau ini, dasar payah. Kau tidak lihat kami semua sangat menderita disini. Hanya kau yang tidak menderita, itu karena para wanita disini sangat menyayangi mu. Dan mereka melayani mu senantiasa. Kau tidak pernah di suru bekerja, berburu, dan mencari kayu bakar di hutan. Kepala suku dan cenayang juga sangat menyayangi mu.
Kalau begitu, kau saja yang tinggal disini bersama dengan mereka. Tapi kami akan pergi." (Balas J hope dengan marah)
Maka Jimin pun mulai menangis karena perkataan J hope yang menusuk hatinya.
Dia berkata,
"Maafkan aku. Bukan maksud ku membuat mu marah. Tapi aku hanya menyampaikan perasaan ku saja."
Sementara Nam joon, V, dan Suga hanya bisa diam menyaksikan J hope yang marah dengan mulut yang berkomat-kamit.
Belakangan Jungkook yang masih terbaring lemah itu pun bangun karena mendengar teriakan J hope yang memekakkan telinga pada Jimin. Dia berkata,
"Kenapa kalian ribut? Apa kalian tidak kasihan melihat ku? Kalian membuat ku tidak bisa tidur."
__ADS_1
Maka Nam joon mendekati Jungkook dan membantunya duduk. Lalu berkata,
"V, sudah menemukan jalan keluar dari pulau ini. Dan tiga hari lagi kita akan keluar dari pulau ini."
"Apa? Serius? Akhirnya, aku bisa bebas dan lepas dari penderitaan ini." ( Balasnya dengan bahagia)
Mendengar berita baik itu, Jungkook pun perlahan-lahan mulai pulih. Berita itu membuat emosinya kembali normal sehingga perasaan bahagianya mampu menyingkirkan rasa sakit yang dia alami saat ini. Lalu dia melanjutkan perkataannya,
"Jangan tiga hari, itu terlalu lama, besok sore kita akan kabur dari sini."
"Apa kau kuat untuk berjalan menyusuri hutan?" (Tanya Suga)
"Yah, aku bisa. Sekarang aku sudah membaik. Kalian lihat kan? Aku sudah sehat begitu mendengar berita ini. (Balas Jungkook sambil berupaya bangkit berdiri)
"Baiklah! Besok sore, kita akan kabur dari sini. Dan kau J hope. Karena kau pintar bicara dan merayu, maka besok kau alihkan perhatian orang-orang terutama kepala suku agar mereka tidak curiga pada kita. Ok!" (Ujar V dengan polosnya)
"Apa kata mu? Apa kau sudah tidak waras? Setiap hari aku ketakutan dan tertekan melihat wajah mereka yang sangar. Apalagi melihat mereka memegang tombak. Apa kau ingin aku mati ketakutan?" (Balas J hope)
Lalu J hope diam dan mulai berpikir.
Dan yang lainnya juga sibuk berpikir.
**********
Lalu tak berapa lama, J hope pun berseru,
"Yah aku dapat ide. Bagaimana kalau Nam joon yang mengalihkan perhatian suku pedalaman itu, sementara kita pergi. Dan nanti dia bisa menyusul kita. Iya kan?"
"Hei, kenapa harus aku yang jadi korbannya?" (Balas Nam joon)
"Karena kau pintar. Kau pasti punya banyak akal untuk mengalihkan perhatian mereka. Lagi pula, kau kan leader kami. Jadi kami serahkan tugas ini untuk sang leader." (Balas J hope)
"Jika urusan seperti ini, aku yang harus bertanggung jawab. Nasib,,, nasib,,," (Balasnya dengan kesal)
"Yah sudah, jika semua sudah setuju. Mari kita tidur! Aku sudah mengantuk dari tadi." (Ujar Suga sambil merebahkan dirinya, lalu tertidur lelap)
__ADS_1