Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni

Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni
Part 6. Malam Yang Menegangkan


__ADS_3

Saat semua penari masih sibuk mempersembahkan tariannya di hadapan patung sang dewi, tiba-tiba salah seorang suku dalam itu menarik Suga dan berkata,


"Ini saja yang kita persembahkan lebih dulu, karena tadi dia sudah berani menghinaku." (Teriaknya sambil menodongkan sebuah tombak)


Tapi saat dia hendak mengujamkan tombak itu ke leher Suga, tiba-tiba cenayang itu berteriak keras,


"Tunggu!


Karena malam ini kita akan mempersembahkan 7 orang sekaligus pada sang dewi, maka sebelum itu, lebih baik kita menyuruh mereka mempersembahkan tarian juga di hadapan sang dewi. Agar kematian mereka tidak sia-sia."


Maka beberapa suku pedalaman itu pun melepaskan tali pengikat mereka. Kemudian mereka dibawa ke tengah lapangan tepat di hadapan patung sang dewi. Kemudian pemimpin suku itu menyuruh mereka agar segera menari. Dia berseru,


"Sekarang cepat kalian menari di hadapan sang dewi!


Persembahkanlah tarian kalian yang paling indah."


Tapi mereka hanya bisa planga-plongo karena tak mengerti sedikit pun apa yang mereka bicarakan.


Maka cenayang itu meminta agar salah seorang melakukan suatu gerakan pada mereka agar mereka mengerti apa yang dimaksud.


Maka salah seorang dari penari yang berlumuran darah itu pun maju dan melakukan sebuah gerakan guna menjelaskan apa maksud pemimpin suku itu.


Akhirnya ke- 7 member BTS ini pun paham.


Lalu mereka membentuk formasi dan melakukan gerakan tari yang indah sambil menyanyikan salah satu lagu hits mereka, yaitu "Boy With love."



Mereka sepakat memilih lagu itu karena mereka yakin bahwa mereka nantinya akan dicintai oleh siapa pun yang melihat pesona mereka saat bernyanyi dan menari.


Dan sungguh diluar dugaan. Usai menari, pemimpin suku itu pun bangkit berdiri dan memuji mereka.


Pemimpin suku itu memberi mereka hadiah, sebuah mahkota yang terbuat dari kulit binatang yang dijalin dan ditutupi dengan dedaunan. Juga pada bagian depannya dihiasi dengan taring harimau. Pemimpin suku itu memasangkan mahkota itu kepada mereka masing-masing sebagai tanda ungkapan penghormatannya.


Lalu sang cenayang berseru dengan nyaring mengatakan,


"Ini adalah pemberian sang dewi!


Sang dewi tidak ingin mereka dibunuh, mereka akan memberikan sukacita pada pulau ini. Aku belum pernah melihat tarian seindah itu.


Hidup sang dewi!


Hidup sang dewi!


Hidup sang dewi!


Sekarang beri mereka makan!"


Tapi salah seorang dari suku dalam itu tidak senang dengan keputusan itu.


Semua itu karena dia sudah salah sangka kepada Suga sebelumnya. Dia menyangka bahwa Suga sudah menghinanya.


Berulangkali suku dalam itu mencari-cari kesempatan untuk menyakiti Suga, tapi selalu gagal.


**********


Suatu hari suku dalam itu mengajak teman-temannya pergi ke hutan untuk berburu, Dan rupanya dia sudah merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Suga. Mereka membawa persenjataan mereka dengan lengkap.


Lalu mereka mengajak ke- 7 anggota BTS itu ikut bersama mereka ke hutan dengan alasan untuk berburu. Suku dalam itu sudah mengatur rencana bahwa jika nanti dia hendak melepaskan anak panahnya, suku dalam yang lain harus menempatkan Suga di posisi yang dia inginkan. Agar anak panahnya tertancap ke tubuh Suga.


Maka mereka semua melakukannya tepat seperti yang dia katakan.


Lalu setelah mempersiapkan semuanya, suku dalam itu pun menarik anak panahnya.



Tapi saat hendak menyerang, Jungkook langsung menghentikan mereka dengan caranya sendiri.


Jungkook mencoba menjelaskan agar mereka tidak melakukan hal buruk kepada mereka yang nantinya bisa membuat pemimpin suku itu marah besar. Dia berkata,


"Tunggu!

__ADS_1


Tunggu! (Ucapnya sambil mengarahkan kedua tangannya ke depan berupaya untuk menghadang mereka)


Tolong jangan sakiti kami. Kami berada disini karena kapal kami terdampar. Kami bukan orang jahat.


Tadinya kami berencana untuk pergi berlibur, tapi tiba-tiba badai yang besar menghempaskan kami ke suatu pulau yang tak berpenghuni.


Dan tadinya kami sudah merasa nyaman disana. Sampai akhirnya kami tertangkap oleh kalian dan membuat kami semakin menderita.


Sekarang tolonglah kami!


Bantu kami keluar dari sini!


Kami adalah artis terkenal. Kalian tau artis kan?"


(Ungkapnya dengan tengil dan dengan penuh gerakan tangan untuk menjelaskannya)



Akhirnya salah seorang dari kelompok itu merasa kasihan kepadanya dan terpukau melihat ketampanannya. Dia berkata,


"Hei, kulit mu putih sekali?


Apa yang kau pakai sampai putih seperti ini?


Kulit teman mu yang sombong itu juga sangat putih.


(Ujarnya sambil mengelus kulit jungkook dan menunjuk Suga)


"Oh.... Hahahaha....


Maksudmu kulit ku putih?


Dan kau juga mau putih?


Tenang-tenang, aku akan memberikan rahasianya asalkan kalian membantu kami keluar dari sini."


(Ujar Jungkook sambil tersenyum karena memikirkan sebuah rencana yang licik)


"Hei apa yang sedang kau rencanakan?


Jangan berbuat yang macam-macam!


Nanti kalau mereka tahu kau sudah berbohong, maka tamatlah kita."


"Ah... Sudahlah!


Tenang saja. Serahkan padaku!" (Balas Jungkook)


Maka mereka semua membiarkan Jungkook beraksi melancarkan ide liciknya.


"Sekarang, lebih baik kita pulang. Nanti akan aku berikan rahasianya. (Ujar Jungkook)


Maka mereka semua pun pulang ke kemah mereka masing-masing.


Lalu malamnya Jungkook pergi mengambil beberapa lembar daun dari hutan lalu menumbuknya hingga halus, untuk dia bawa ke suku dalam yang menginginkan kulitnya putih. Tak lupa dia juga mengajak V menemaninya. Dia berkata,


" V, ayo epat bantu aku!


Aku sudah siapkan ramuan untuk mereka.


Kita akan manfaatkan situasi ini untuk kabur dari sini."


"Ok baiklah." (Balas V)


"Tapi sebelum itu, kita harus suru yang lainnya siap-siap pergi jauh dari sini lebih dulu. Lalu kita akan menyusul.


Jika mereka ketahuan oleh suku dalam yang lain, mereka harus menjawab bahwa mereka pergi ke hutan untuk mengambil ramuan pemutih kulit."


(Balas Jungkook)


Maka Jungkook pun pergi ke kemah dan menjelaskan semua rencananya.

__ADS_1


Mereka semua pun setuju dan pergi meninggalkan kemah menuju hutan lebih dulu. Tak ada satu pun yang melihat mereka pergi.


Kemudian Jungkook dan V pergi menghampiri suku dalam itu dan memberikan ramuan itu. Dia berkata,


"Tuan, ini ramuan yang sudah aku buat.


Kalian harus mengolesnya secara merata ke kulit kalian.


Tapi kalian tidak boleh keluar kemah, ataupun terkena sinar matahari selama 1 minggu.


Artinya kalian harus tetap berada di dalam kemah.


Setelah itu, kulit kalian akan putih.


Hahahaha"


(Ujar Jungkook sambil tertawa cekikikan)


Sementara V yang menemani Jungkook tak merespon apapun.


Akhirnya suku dalam itu melakukannya persis seperti yang dikatakan Jungkook dan dia juga memberikan ramuan itu kepada beberapa suku dalam lainnya.


Sekarang mereka harus tetap berada di dalam kemah agar ramuannya berhasil.


Sungguh sebuah ide yang sangat licik. Kesempatan itu pun mereka manfaatkan dengan sebaik mungkin.


Setelah itu V dan Jungkook akhirnya pergi menyusul member yang lain.


**********


Setelah berhari-hari menyusuri hutan, dan jauh dari kelompok suku dalam itu, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat yang mereka rasa cukup aman untuk berlindung. Mereka pun beristirahat sejenak sambil berbaring.


Ke esokan harinya, mereka bangun dan mendengar seperti ada suara gemuruh. Maka mereka menjadi takut dan menyangka kalau itu adalah kelompok suku dalam yang marah dan mencari mereka karena merasa telah ditipu.


Mereka pun kompak berteriak histeris ketakutan sambil berpelukan satu sama lain. Tapi seraya mereka masih berpelukan, mereka tak kunjung melihat suku dalam itu.


"Kok ga ada yang datang yah?" ( Ujar Namjoon )


"Betul. Ga ada yang datang." ( Balas Jimin )


Lalu tiba-tiba J hope berteriak,


"Hei lihat!


Ada helikopter lewat.


Cepat melambaikan tangan supaya mereka bisa lihat kita."



"Ya benar! Aku akan tulis kata tolong disini biar mereka lihat juga."



Tapi helikopter itu tidak memperhatikan mereka. Helikopter itu pergi begitu saja. Mereka pun tak mendapatkan bantuan dan tak bisa keluar dari pulau terpencil itu. Maka Suga berkata sambil menangis,


"Kenapa mereka tidak melihat kita? Apa mata mereka buta sehingga tidak bisa lihat ada 7 manusia disini?


Sampai kapan kita akan terus berada disini?


Aku sudah bosan melihat suku pedalaman yang sombong itu.


Sewaktu-waktu dia bisa saja membuat ku tiada."



"Sudahlah! Kita harus berjuang, aku yakin kita bisa keluar dari tempat ini cepat atau lambat. Kita harus tetap semangat.


Ok!


Sebaiknya kita pergi mencari tempat yang lebih aman, jangan sampai mereka menemukan kita lagi."

__ADS_1


(Ujar Jin dengan bersemangat berupaya meyakinkan yang lain)


__ADS_2