
Ke- 7 member BTS ini pun semakin hari semakin tidak tahan dan stress dengan tingkah konyol suku dalam itu.
Maka setelah kegaduhan yang terjadi, akhirnya ke- 7 member BTS ini berunding bagaimana menghadapi kelakuan usil suku pedalaman itu. Tapi agar mereka bisa berkonsentrasi saat berunding, Mereka memasukkan obat tidur ke dalam makanan suku pedalaman itu.
Ketika mereka melihat obat itu sudah beraksi, mereka pun pergi ke sebuah ruangan lalu memulai rapat paripurna itu. Dalam rapat itu, ke- 7 member saling mengutarakan kekesalan mereka masing-masing.
Setiap hari suku pedalaman itu selalu menyusahkan dan mengganggu mereka.
Khususnya J hope. Suku dalam itu sangat senang menakut-nakuti J hope dengan mukanya yang sangar. Dia akan membuat wajahnya lebih sangar dan lebih menakutkan lagi setiap kali dia melihat J hope berteriak ketakutan lalu mengejarnya. Dia juga senang mengagetkannya dengan bersembunyi di balik pintu lalu muncul tiba-tiba.
Suku dalam itu juga selalu membuat Suga marah karena selalu merusak lagu yang dia tulis. Suatu hari ketika Suga memainkan pianonya untuk menciptakan nada lagu yang pas, suku pedalaman itu datang dan mencabut kabel piano itu dan menaruhnya di lehernya sambil tersenyum manis pada Suga. Lalu ketika Suga hendak marah, suku dalam itu mengancam akan memukulnya.
Karena itu ke- 7 member BTS ini pun tidak bisa lagi membiarkan suku pedalaman itu tinggal lebih lama dengan mereka. Apalagi sebentar lagi mereka akan mengadakan konser.
Lalu J hope yang masih kesal itu berkomentar,
"Dengar! Karena sebentar lagi kita akan mengadakan konser, dan kita belum punya waktu untuk melatih si Tember itu, Maka bagaimana kalau Nam joon yang akan mendidik suku dalam itu?
Sebagai seorang leader, dia pasti bisa melakukannya.
Aku tidak punya waktu untuk mengurusnya karena aku harus mempersiapkan koreografi untuk konser kita.
Kalian semua setuju kan?"
Ide itu tampaknya baik di mata ke-5 member yang lain. Sehingga mereka setuju dengan saran J Hope. Mereka sangat mendukung agar tanggung jawab itu diserahkan kepada Nam joon sang leader.
Melihat semua teman-temannya mendukung J hope dan tak ada satu pun yang membelanya, maka Nam joon pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan menarik nafas panjang menerima tanggung jawab itu. Mengingat dia sudah punya tanggung jawab yang berat sebelumnya sebagai seorang leader. Sekarang bebannya harus ditambah dengan mengurus suku pedalaman itu. Dia berkata,
"Aduh......
Tanggung jawab ku saja sudah sangat banyak. Ditambah lagi harus mengurus si Tember itu. Kapan aku bisa santai dan mengurus diri ku sendiri?
"Hei! Kalian tidak boleh lepas tanggung jawab begitu saja dong. Kita semua yang harus mendidiknya bersama." (Ujarnya sambil memelas)
"Sebenarnya aku tidak tega melihat mu menderita teman. Tapi maaf yah, aku ga punya waktu. Sebentar lagi kita akan mengadakan konser. Selain itu, aku juga harus mempersiapkan single terbaru ku."
(Balas Suga sambil menitikan air matanya)
"Duh, aku juga tidak bisa.
Aku sangat sibuk latihan dance.
Paham!"
(Balas J hope )
"Maaf yah kami juga tidak bisa. Kami sangat sibuk."
(Balas member yang lain)
__ADS_1
Semua membuat alasannya masing-masing untuk menghindar.
Melihat ke- 6 member menghindar, Nam joon pun berteriak histeris,
"Tidak!!!!!
Sekalian saja kalian semua membunuh ku.
Aku tidak mau tahu. Pokonya kita ber- 7 yang harus mendidiknya.
Paham!"
Maka dengan berat hati, ke- 6 member pun terpaksa menyetujuinya, karena melihat Nam joon menangis sambil memohon.
**********
Ke esokan harinya pada pagi hari setelah mandi, Jungkook yang sekamar dengan suku dalam itu mulai mengajarinya berbagai hal. Mulai dari mengajarinya caranya mandi dengan benar, caranya memakai dan mengikat tali sepatu.
Dia juga mengajari bagaimana caranya menggunakan berbagai peralatan elektronik miliknya.
Lalu ketika Jungkook menyalakan TV dan mencari-cari channel. Tiba-tiba suku pedalaman itu menghentikan tangan Jungkook saat melihat penampilan BTS dengan lagu Hits andalannya ' Boy With Love '. Maka dia berkata,
"Hei lihat! Bukan kah itu kalian?
Bagaimana kalian bisa berada disana?
Bagaimana kalian bisa masuk ke sana? Padahal benda itu tidak besar.
Maka dengan mata yang penuh keheranan, suku pedalaman itu berjalan mengitari dan melihat TV itu dari dekat. Mencari sebuah celah untuk bisa masuk ke dalam, tapi tak menemukan celah sedikit pun. Maka dia akhirnya meninju TV itu hingga hancur dan memasukan kepalanya ke dalamnya. Lalu dia berkata,
"Kenapa tubuh ku tidak bisa masuk semua seperti kalian?
Kenapa hanya kepala ku yang tersangkut disini?"
Jungkook pun semakin stress melihat tingkah lakunya yang konyol. Setelah kosmetiknya hancur, TV di kamarnya juga hancur.
Tapi Jungkook tidak menyerah. Dia berusaha keras mengajari suku dalam itu berbagai hal.
Tak berhenti sampai di situ, Jungkook kemudian mengajarinya bagaimana cara menggunakan skincare dan kosmetik dengan benar.
Sedangkan V, mengajarinya caranya makan dengan menggunakan sumpit dan sendok.
Jimin dan Suga mengajarinya caranya berbaur dengan orang-orang sekitar.
Agar si suku pedalaman itu tak lagi mengagetkan orang dan menakut-nakuti orang lain.
Disisi lain Jin dan J Hope mengajarinya memasak.
Dan Nam joon mengajarinya caranya berbicara dengan sopan dan ramah. Sedikit demi sedikit dia mengajarinya bahasa Korea. Dengan menggunakan berbagai gerakan tangan, Nam joon berhasil mengajari suku dalam itu caranya berbicara bahasa korea. Meski masih sedikit yang dia ajarkan tapi itu sangat membantu suku dalam itu berkomunikasi dengan yang lain.
**********
Hari demi hari pun berlalu, tanpa terasa persahabatan di antara mereka semakin terlihat akrab.
Dan jadwal konser mereka juga semakin dekat. Maka karena tak ingin konser itu mendapatkan hambatan, Suga pun meminta Nam joon untuk mengamankan suku pedalaman itu.
__ADS_1
Lagi-lagi Nam joon harus melakukannya dengan terpaksa. Dia mengamankan suku pedalaman itu di sebuah kamar kosong.
Lalu ke esokan harinya, ketika mereka hendak pergi konser, Suga berkata lagi pada Nam joon bahwa dia harus memastikan suku pedalaman itu tinggal di asrama dan tidak menyusup masuk ke mobil, seperti yang pernah dia lakukan waktu itu. Saat dia berhasil menyusup masuk ke dalam helikopter dan ikut bersama mereka terbang ke Korea.
Dia memberikan saran pada Nam joon untuk dia lakukan pada suku pedalaman itu.
Nam joon pun melakukan semua yang mereka minta dengan berat hati. Semua itu dia lakukan demi teman-temannya, konsernya, dan para penggemarnya.
Sehingga konser itu pun bisa berlangsung tanpa gangguan.
Belakangan mereka tidak bisa lagi menahan suku pedalaman itu lebih lama, karena banyak hal. Maka mereka mencari cara untuk memulangkan dia kembali ke habitatnya.
Maka ke esokan harinya, setelah berunding kembali, ke-7 member BTS ini pun sepakat untuk menyewa sebuah helikopter untuk mengantarkan suku dalam itu kembali ke tempat asalnya.
Beberapa hari setelah semua persiapan dilakukan, mereka pun akhirnya siap mengantarkan suku dalam itu menuju ke sebuah lapangan dimana helikopter itu akan membawanya pergi jauh diterbangkan ke tempat asalnya.
Isak tangis pun terdengar di antara ke- 7 member itu seolah tak rela melepaskan kepergian suku dalam itu, meski selalu membuat mereka susah.
Hari demi hari mereka lalui dengan penuh suka duka.
Tawa dan tangis bercampur kekesalan sudah mereka lalui.
Tapi semua itu sepertinya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan sebuah perpisahan. Dan entah kapan mereka bisa bertemu kembali.
Sekarang semua itu hanya akan menjadi sebuah kenangan indah dalam benak setiap member.
Mereka pun saling berpelukan melepaskan kepergian suku dalam itu.
Tak lupa juga setiap member memberinya ole-ole untuk dia bawa ke kampung halamannya.
Jin dan J hope, menghadiahkannya beberapa peralatan makan dan memasak.
Jimin dan Suga menghadiahkannya beberapa buku dan peralatan tulis.
V memberinya banyak makanan, roti, dan minuman
Jungkook memberinya beberapa krim perawatan kulit, karena suku dalam itu sangat terobsesi memiliki kulit putih yang cerah
Sedangkan Nam joon memberinya beberapa pakaian untuk dia pakai dan bagikan ke teman-temannya nanti setelah sampai di pulau tempat dia tinggal.
Setelah semuanya lengkap, kini mereka pun siap menerbangkan suku dalam yang mereka namai Tember itu.
Meski sangat berat, tapi akhirnya mereka bisa terbebas dari sedikit gangguan.
Kini mereka bisa bernafas lega dan kembali fokus dengan rutinitas BTS yang padat. Dan menghibur para army di seluruh dunia.
Sekian ceritanya teman.
Jika menghibur, Tolong like dan komen yang positif yah.
Thanks.
__ADS_1