Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni

Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni
Part 4. Ke Esokan Harinya Setelah Tugas di Bagi


__ADS_3

Malam pun berganti pagi, Jin member tertua pun bangun dan membangunkan ke- 6 member yang lain.


Itu adalah pekerjaan yang berat baginya. Karena ke-6 member ini sangat susah untuk dibangunkan. Mereka seperti anak kecil yang harus diurus dan diperhatikan dengan penuh kesabaran.


Pertama dia mulai membangunkan Nam joon sang leader.


Maka sambil mengguncang-guncangkan badan Nam joon dia berteriak,


"Nam joon!"


"Nam joon! Cepat bangun!"


"Kalian harus mengambil air untuk memasak."


"Cepat bangun!"


Lalu sambil menggaruk-garuk perutnya Nam joon berkata,


"Ahgh....hhh tunggu sebentar lagi!"


"Aku masih ngantuk. Semalam aku ga bisa tidur karena banyak nyamuk."


Tapi Jin terus berusaha membangunkan sang leader itu sambil terus menggoyang-goyangkan badan Nam joon. Dan berkata,


"Namjoon!"


"Aku bilang cepat bangun!"


"Kalau tidak, aku akan sentil ginjalmu."


Meski begitu Namjoon tak kunjung bangun, maka Jin pun habis kesabaran, akhirnya dia mencubit perut Namjoon dengan keras. Dia mencubit sedikit kulit perut Namjoon, dan itu pasti sangat sakit.


Akhirnya Namjoon pun bangun karena cubitan itu luar biasa sakit seperti gigitan semut api.



Maka dia bangun dan berteriak keras,


"Aoughhhh.... sakit sekali."


Lalu sambil mengucek-ngucek matanya Nam joon membangunkan Suga.


Sambil mengoyang-goyangkan badan Suga dia berkata,


"Suga!"


"Bangunlah!"


"Kita harus segera pergi mengambil air."


"Cepatlah! Jika tidak, Jin akan mencubitmu juga."


Tapi Suga belum juga bangun. Nam joon pun tidak menyerah. Dia berusaha keras untuk terus membangunkan Suga orang yang paling susah bangun diantara yang lainnya.



Lalu setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya Suga pun bangun.


Maka dia melotot lama pada Nam joon karena kesal tidurnya terganggu. Dan kembali tidur.


Melihat usahanya tampak sia-sia, Nam joon pun akhirnya menyerah dan memutuskan kembali tidur. Dia berkata,


"Agh,,, sudahlah! Lebih baik aku tidur lagi." ( Ungkapnya sambil memejamkan matanya )



Melihat itu Jin pun kesal dan berteriak kencang karena melihat mereka semua bermalas-malasan.



Teriakan Jin yang memekakkan telinga itu tidak hanya membangunkan Nam joon dan Suga tapi juga member yang lain. Mereka bangun karena kaget dan panik. Mereka menyangka suara itu adalah suara sirene pemadam kebakaran.


Jin member tertua itu pun segera angkat bicara. Dia berkata,


"Baiklah!"


"Karena ini adalah hari pertama kalian bekerja di hutan, maka aku akan memakluminya."


"Tapi besok, jika hal ini terjadi lagi, aku tidak akan mengampuni kalian semua."


"Siapa pun yang bermalas-malasan dan tidak melakukan tugasnya, tidak akan dapat jatah makanan."


"Peraturan ini berlaku untuk semuanya tanpa terkecuali."


"Paham!"


"Paham!" ( Teriak mereka ber- 6 )


Kemudian Suga dan Nam joon pun pergi memasuki hutan dan mencari sumber air. Mereka terus berjalan menyusuri rimbunnya hutan di pulau itu.


"Aduh mimpi apa aku sampai bisa terdampar di tempat seperti ini."


"Sekarang aku harus mencari air supaya bisa makan."

__ADS_1


"Biasanya seseorang akan menghidangkan makanan enak untuk ku dan aku tidak perlu repot-repot seperti ini."


( Ungkap Suga sambil terus mengeluh dan cemberut menyusuri hutan )



"Sudahlah!"


"Jangan banyak mengeluh!"


"Kita harus bekerja keras agar bisa bertahan hidup disini."


"Aku juga bosan berada di tempat terpencil ini."


"Jauh dari wanita-wanita cantik."


"Disini aku hanya bisa melihat wajah kalian ber- 6 dan juga monyet-monyet liar sialan itu."


"Aku juga ingin cepat-cepat keluar dari pulau ini. Tapi sembari bantuan datang suatu saat nanti, kita harus sabar agar bisa bertahan hidup."


( Balas Nam joon sambil terus berjalan menyusuri hutan )


Lalu tak berapa lama mereka berjalan, Suga melihat sebuah kolam dari kejauhan. Maka sambil menunjuk ke arah depan Suga berseru,


"Hei! Sepertinya disitu ada kolam kecil."


"Ayo kita kesana!"



Maka mereka pun segera berlari menuju kolam itu.


Sesampainya di sana mereka pun bingung bagaimana mereka harus mengambil air, mereka tidak punya perlengkapan apa pun. Mereka pun berpikir cukup lama, mencari-cari cara.


Tapi sembari mereka masih berpikir, mata Suga tiba-tiba saja melihat sebuah daun yang cukup lebar yang bisa mereka gunakan untuk menampung air. Dia berkata pada Nam joon,


"Hei!"


"Coba lihat Itu!"


"Ada daun yang cukup lebar. Mungkin kita bisa gunakan untuk menampung air."


Segera Suga berjalan dan memetik selembar daun itu dan menunjukkannya pada Nam joon.


"Nah, ini dia!"


"Kita akan gunakan ini. Memang air yang bisa di tampung sangat sedikit tapi lumayan kan?"



"Kita akan ambil beberapa lembar daunnya dan pergi mengambil air di kolam itu." ( Ungkap Nam joon )


Mereka berdua pun segera pergi mengambil beberapa lembar daun itu dan pergi ke kolam.


Kolam itu sangat sangat jernih. Lalu Suga segera mengulurkan kedua telapak tangannya ke dalam kolam untuk menimba air dan memasukkannya pada daun yang lebar yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa.


Suga pun mengisinya perlahan-lahan.


Sembari asyik mengisi, Suga tidak menyadari seekor ular tiba-tiba datang mendekatinya.



Nam joon yang melihat ular itu mendekat menjadi takut. Dia ingin berteriak tapi khawatir jika teriakannya akan membuat Suga terkejut dan akan tercebur ke kolam. Maka Namjoon pergi mengambil kayu dan melibas ular itu sekuat mungkin. Tapi karena terbawa perasaan, kayu itu mengenai dan melukai tangan Suga. Seketika itu juga Suga berteriak histeris kesakitan.



Kejadian itu membuatnya tidak bisa mengambil air lagi. Sehingga tugas itu pun akhirnya dikerjakan oleh Nam joon seorang diri.


Akhirnya mereka pun pulang dan hanya membawa sedikit air.


**********


Sementara disisi lain, ada Jimin dan Jungkook yang tengah sibuk mencari kayu bakar. Mereka mengumpulkan setiap ranting-ranting kecil yang mereka temukan di hutan. Dan wow... hasilnya sangat banyak.



Jungkook berkata,


"Wow... kita sudah mengumpulkan banyak kayu bakar."


"Maka besok kita tidak perlu lagi bekerja."


"Mmmm ku rasa tidak."


"Kamu ingat? Jin bilang kita tidak akan dapat makanan kalau kita tidak bekerja." ( Balas Jimin )


"Kamu benar dia memang lelaki yang cerewet." ( Balas jungkook )


Mereka pun akhirnya pulang dan membawa kayu bakar di pundak mereka masing-masing.


**********


Sementara V sibuk menyelam di laut. Sudah seharian dia berenang di laut tapi tak mendapat satu ekor ikan pun. Dengan wajah frustasi dia berkata,

__ADS_1


"Aduh,,, dasar ikan-ikan payah."


"Kalian itu tidak kasihan yah melihat pria tampan seperti ku ini."


"Kalian tahu, pantat ku masih sakit dan bengkak karena sengatan lebah kemarin."


"Tapi jika aku tidak bekerja, maka Jin pria cerewet itu tidak akan memberiku makan."


"Tolong datanglah padaku ikan-ikan cantik!"


"Aku sudah seharian mencari kalian, tapi kalian tidak muncul juga."


"Untung kalian ikan. Kalo kalian wanita, pasti kalian sudah cepat-cepat menempel pada ku pria tampan ini."


"Tanpa aku cari dan minta kalian pasti rebutan untuk bisa di sampingku. Bahkan mengantri hanya untuk minta tanda tanganku."


"Hei! Ikan... ikan kemarilah!"


"Aku tidak punya alat yang bagus untuk menangkap kalian selain kedua tangan ku ini."


"Datanglah!


"Aku sudah lapar bergejolak."


Dari pagi sampe tengah hari. V hanya mendapat satu ekor ikan saja yang tidak terlalu besar.  Lalu akhirnya pulang ke kemah.


Dan tak ketinggalan J hope yang berjalan terpincang-pincang pun harus berjuang mencari buah-buahan di hutan.


Dia pergi dari pagi sampe siang hari dan hanya bisa mendapatkan sedikit buah dan sayur.


Akhirnya ke- 6 member pun kembali dan tiba di kemah. Masing-masing menyerahkan dan melaporkan tugas mereka pada Jin.


Lalu mereka ber- 6 segera masuk ke kemah untuk beristirahat setelah seharian menyusuri hutan.


Jin yang sekarang bingung harus menyalakan api dengan apa.


Dia tidak punya korek api.


Maka sambil menggaruk-garuk kepalanya dia berkata,


"Aduh,,, bagaimana ini?"


"Sejak tadi aku tidak berpikir bagaimana caranya menyalakan api."


"Hari sudah semakin sore, jika nanti mereka bangun tanpa ada makanan, maka tamatlah riwayat ku. Mereka akan menghajarku."


Jin pun terus berpikir bagaimana dia akan menyalakan api.


Sambil berpikir dia mulai mengangkat dan menyusun batu-batu yang akan dia gunakan sebagai tungku. Dia juga memasukkan kayu bakar ke dalamnya.


Dan sembari menyusun kayu bakar, Jin tiba-tiba teringat....


"Oh,aku punya ide!"


"Aku bisa menyalakan api dengan menggosok dua batu sampai panas."


"Hahahahah. Aku memang cerdas.


( Ungkapnya sambil tersenyum manis )



Maka Jin pun pergi mencari 2 buah batu yang dia rasa bisa menyalakan api. Dia juga mencari rumput-rumput kering untuk dia bakar lebih dulu agar nyala apinya besar. Jin pun menggosok-gosok kan batu itu selama berjam-jam, tapi api tak kunjung menyala. Sementara hari semakin mulai gelap.


Maka Ke- 6 member yang sudah kelaparan itu pun akhirnya bangun, karena perut mereka yang lapar bergejolak. Suara perut mereka saling bersahut-sahutan, seperti bunyi gemuruh ombak. Maka mereka ber- 6 pun kompak berteriak kencang,


"Mana makanannya?"


"Tunggu sebentar! ( Teriak Jin)


Jin pun tidak menyerah menggosok-gosok kedua batu itu sampai panas dan menghasilkan api. Dengan keringat yang mengalir deras di wajahnya, dia terus menggosok-gosok batu itu hingga akhirnya percikan api pun mulai muncul. Segera Jin mendekatkannya pada rumput-rumput kering itu agar terbakar.


Tapi saat melakukannya, angin dari laut pun berhembus dan memadamkan api itu. Melihat usahanya sia-sia, Jin pun berteriak sekeras-kerasnya hingga suaranya bergema membelah sepinya pulau itu,



"Tidak.........kkkkkkk....!"


Lalu Jin mencobanya lagi berkali-kali sampai keringatnya berjatuhan.


Akhirnya setelah beberapa waktu, api pun menyala dan membakar rumput-rumput kering itu. Nyala api pun semakin besar hingga bisa membakar ranting-ranting yang dia susun dan menghasilkan bara api.


Lalu Jin meletakkan ikan yang V dapatkan dengan susah payah itu di atas bara api.


Usai mengerjakan semua tugasnya, Jin pun berteriak memanggil ke- 6 member,


"Hei...... bangunlah!"


"Cepat kesini! Makanannya sudah siap."


Maka mereka pun segera bangkit dan pergi menuju Jin.


Mereka duduk di tengah-tengah api itu dan menikmati makan malam apa adanya, sambil menghangatkan diri.

__ADS_1



Meski makan apa adanya, tapi mereka cukup menikmatinya. Karena mereka menyadari bahwa sekalipun kondisi mereka sulit, mereka tetap bisa kompak bekerja sama. Sungguh suatu persahabatan yang indah.


__ADS_2