
Ke esokan harinya, sesuai dengan tradisi yang berlaku, kepala suku itu memerintahkan agar para hambanya mempersiapkan sebuah ritual khusus untuk merayakan hari pernikahan V.
Meski sebelumnya mereka sudah membuat sebuah pesta kecil, tapi ritual kali ini sangat berbeda. Pada ritual ini, V tidak hanya akan bergaul dengan satu wanita saja, tapi dengan dua wanita. Maka si kepala suku memberikan kedua gundiknya sebagai pendamping V.
Meski si kepala suku tahu bahwa Jungkook masih belum pulih, tapi dia memaksakan ritual pernikahan itu harus segera dilakukan sesuai dengan kebiasaan mereka.
Maka si kepala suku itu memerintahkan beberapa pria untuk segera menjemput V dari kemahnya dengan menggunakan tandu. Sesampainya disana, salah satu pria itu berkata pada V,
"Tuan, kami mohon naiklah ke tandu ini, karena kami akan membawa tuan ke hadapan kepala suku."
"Kepada kepala suku? Untuk apa? Kenapa?"
"Sebentar lagi ritual pernikahan tuan akan segera dilaksanakan"
"Tapi kemarin kan sudah?"
"Benar tuan. Tapi ini perintah dari kepala suku."
"Aduh si kepala suku yang sombong itu macam-macam saja. Lama-lama kesabaran ku habis. Apa perlu aku sentil ginjalnya, biar tahu rasa dia? Sampai kapan aku harus menuruti perintahnya seperti boneka?"
"Cepatlah tuan, kepala suku sudah menanti tuan."
"Yah baiklah. Pergi sana dan tunggu di luar! Aku akan bersiap dulu. Nanti kalau sudah selesai, aku akan panggil kalian."
Maka pria-pria itu pergi dan menunggu di luar sambil berbicara satu sama lain.
Lalu V duduk dan mengomel pada semua member. Dia berkata,
"Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Dengan ritual yang menyebalkan ini. Si kepala suku itu selalu meminta ku melakukan hal-hal yang menakutkan. Kalian lihat sendiri kan? Waktu ritual pertama, dia mengurung ku semalaman bersama dengan salah satu istrinya. Untung saja dengan licik aku mengancamnya agar tidak mendekati ku. Maka ritual kali ini, apa lagi? Pasti sesuatu hal yang menakutkan lagi. TIDAK,,,,"
"Sudahlah, sabar saja. turuti saja kemauannya agar kita selamat. Sampai suatu saat bantuan datang, dan kita bisa kabur dari sini." (Ujar J hope)
__ADS_1
"Iya dia benar. Ini demi keselamatan kita juga." (Sambung Nam joon)
"Ini semua gara-gara Jimin, coba kalau waktu itu dia tidak berteriak ketika mereka mencari-cari kita, pasti kita tidak akan tertangkap lagi. Gara-gara ulahnya semuanya jadi menderita. Seharusnya dia saja yang dikawinkan bersama dengan istri kepala suku itu."
"Maaf kan aku. Aku benar-benar tidak tahu kalau hasilnya akan seperti ini." (Balas Jimin yang mulai meneteskan airmata)
"Sudah. Sudah jangan berdebat. Cepatlah bersiap! Pria-pria itu sudah lama menunggu mu di luar." (Ujar Nam joon)
Maka dengan berat hati, V segera memanggil pria-pria itu dan segera naik ke tandu. Lalu mereka membawa V ke tengah lapangan. Sesampainya disana, kepala suku langsung memberinya sambutan hangat dan memberinya hadiah yang tak lain adalah dua gundiknya yang akan menjadi istri V.
Kemudian V dan kedua gundik itu dibawa ke tepi sungai untuk dimandikan. Para pria-pria yang lainnya juga turut mengiringi perjalanan itu dengan tarian. Mereka menari sampai tiba di tepi sungai.
Kemudian mereka membenamkan V sejenak di sungai itu dan disusul dengan kedua gundik itu. Setelah itu beberapa pria turun dan mengangkat mereka bertiga dari dalam air dan membawa mereka kembali ke halaman.
Lalu kepala suku itu berseru,
"Lihat! Penerus ku sudah resmi menjadi seperti diriku. Dia akan meneruskan takhta ku ini dan semua yang aku miliki, termasuk istri dan para gundik ku. Sekarang. Malam ini kau harus tidur bersama mereka dan berikan mereka keturunan. Malam ini kau harus ditawan lagi ke kemah itu selama semalam penuh." (Ujarnya sambil menunjuk ke salah satu kemah)
"Apa? Kalau begini caranya, aku bisa mati. Bukannya senang tapi aku akan sengsara."
Ketika ke-5 anggota BTS itu melihat kedua gundik yang akan menemani V, mereka semua langsung menggeleng-gelengkan kepala mereka karena sangat heran.
Selagi ritual itu masih berlangsung, Suga berkata kepada Nam joon,
"Setelah ini, aku tidak tahu bagaimana nasib V nantinya. Kau lihat sendiri kan bagaimana Jungkook menderita karena tangan mereka yang begitu kuat mencengkramnya kemarin? Mereka memeluknya dengan paksa. Sampai sekarang Jungkook masih terbaring lemah."
"Iya, aku juga jadi takut membayangkannya." (Balas Nam joon)
Maka Suga memandang V dari jauh sambil menangis dan membuat permohonan dalam hatinya, agar V bisa melalui rintangan itu.
__ADS_1
Setelah upacara itu selesai, mereka segera mengangkat V dan kedua gundik itu dengan tandu. Sebuah tandu yang mereka buat dari bambu dan dihiasi dengan berbagai jenis bunga-bunga liar. Mereka membawanya ke dalam kemah dan mengurung mereka bertiga disana.
Ke- 4 member BTS yang lain tak kuasa melakukan apa pun untuk menyelamatkan V dari ritual tak masuk akal itu.
Lalu dengan berat hati mereka kembali ke kemah dengan perasaan cemas.
**********
Sementara kedua gundik itu, mencoba berbagai usaha untuk mendekati V.
Mereka merayu V dengan beragam cara. Salah satunya berkata,
"Sayang kemarilah! Sesuai dengan perintah kepala suku, cepat beri aku keturunan. Atau kalau tidak, aku akan meremukkan tulang-tulang mu."
"Tidak, aku mohon jangan lakukan itu." ( Balas V)
"Yah benar, beri kami keturunan! Jika tidak, akan kupatahkan kaki mu dengan tombak ini." (Balas wanita yang satunya)
Kedua wanita itu pun mengejar-ngejar V yang berlarian kesana kemari dengan tujuan untuk menghindar. Sesekali terdengar suara pukulan di dinding, tatkala wanita itu hendak mencoba memukul V agar dia jatuh pingsan. Tapi V selalu berhasil mengelak setiap kali pukulan itu nyaris mendarat di wajahnya.
Suara gaduh yang terjadi di kemah itu pun terdengar sampai ke kemah anggota BTS yang lain. Karena jarak kemah mereka cukup dekat. Maka Suga berkata sambil menitikan airmata,
"Apa lagi yang terjadi di dalam sana? Apakah kedua wanita itu menghajar V karena selalu mengelak? Apakah dia akan memiliki nasib yang sama seperti Jungkook?"
Maka Nam joon datang menghibur Suga. Dia merangkul Suga dan berkata,
"Kita semua sangat menderita disini. Sabarlah. Kita pasti akan keluar dari pulau ini."
"Iya. Tapi kapan? Aku sudah bosan hidup disini." (Balas Jin)
"Aku juga. Setiap hari aku selalu menderita dan ketakutan disini. Mereka selalu menunjukkan binatang yang menakutkan pada ku. Untung saja jantung ku kuat. Jika tidak, mungkin aku hanya tinggal nama. Mereka juga selalu menakut-nakutiku dengan memberikan ulat bulu pada ku." (Sambung J hope)
__ADS_1
"Yah kau benar. Pokoknya kita harus cari cara agar kita bisa bebas dari pulau terpencil ini." (Ujar Nam joon)