Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni

Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni
Part 7. Tertangkap Untuk Yang Kedua Kali


__ADS_3

Setelah Jin berbicara panjang lebar menghibur ke- 6 member yang lain, mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat yang lebih jauh agar tidak ditemukan oleh suku pedalaman itu lagi.


Mereka pun berjalan semakin jauh masuk ke tengah hutan, dimana suasana hutan itu menjadi semakin gelap dan menakutkan.


Suara-suara burung gagak dan hembusan angin kencang pun terdengar dari jauh seperti bersahut-sahutan.


Maka Jimin yang mendengar suara menakutkan itu berteriak histeris sambil memeluk Nam joon.


"Agh...Tidak!!!


Tempat ini menyeramkan sekali. Sampai kapan aku harus hidup seperti ini?


Lebih baik kita kembali ke tempat suku pedalaman itu."



"Apa katamu? Apa kau sudah gila?


Apa kau ingin aku mati di tangan suku dalam yang sombong itu?"


(Balas Suga kesal)


Lalu J hope yang sejak tadi merasa lelah dan lapar mulai kehilangan kesabarannya, dia berteriak memarahi Suga dan Jimin yang selalu berdebat.


"Hei! Apa mulut kalian tidak bisa diam?


Kalian berdua membuat ku pusing dan stress. Sejak tadi hanya suara kalian yang selalu aku dengar.


Kalian ribut terus."


(Ujarnya dengah suara keras)



"Sudahlah jangan ribut terus. Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita dirikan kemah lagi untuk tempat kita tidur malam ini.


Kalian paham!"


(Balas Jin)


Maka mereka ber- 7 pergi mencari jerami, kayu dan mengumpulkannya, kemudian mereka membentuknya menjadi atap kecil untuk tempat mereka berlindung. Mereka pun berhasil mendirikan kemah seperti kemah mereka sebelumnya.



Setelah itu, beberapa dari mereka pergi mencari makanan di sekitar hutan itu.


Dan mereka menemukan beberapa buah-buahan yang bisa mereka makan.


Setelah mereka kenyang mereka pun berbaring sambil berpelukan satu sama lain agar tetap hangat.


**********


Ke esokan harinya pada pagi hari, Jin bangun lebih dulu. Dia pergi menjauh dari yang lainnya dan duduk merenung di bawah pohon besar. Dia berkata dalam hati,


"Aku sungguh tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tidak ada bantuan, atau apa pun disini. Setiap hari kami semua sangat menderita.


Tapi aku juga beruntung bisa selamat dari terjangan badai itu, sedangkan kapten kapal kami dan para pelayan lainnya tak tahu kemana. Mungkin saja mereka semua saat ini sudah mati ditelan ombak besar.

__ADS_1


Kejadian itu sangat mengerikan."


Jin begitu fokus merenungi nasibnya. Lalu tak berapa lama, Jimin pun bangun dan pergi menghampiri Jin. Dia berkata,


"Hei, apa yang kamu lakukan disini pagi-pagi begini?


Masih pagi sudah mengkhayal."


"Hei, jangan sembarangan bicara. Siapa yang mengkhayal? Aku hanya memikirkan nasib kita semua.


Apakah nanti kita bisa keluar dari pulau ini, atau tidak."


"Dari pada kamu pusing, kenapa kita tidak kembali saja ke suku pedalaman itu dan meminta bantuan dari mereka.


Kamu ingatkan, Pemimpin suku itu senang kepada kita.


Kita bisa meminta bantuannya untuk keluar dari pulau ini.


Siapa tahu dia nanti akan pinjamkan perahunya untuk kita."


"Hei, apa kau sudah tidak waras? Lebih baik aku hidup dan menjadi tua disini dari pada harus kembali ke tempat menakutkan itu." (Balas Jin kesal)


Mereka pun terlihat asyik berdebat di bawah pohon besar itu, hingga tak berapa lama, Jimin tiba-tiba mendengar suara gaduh. Maka dia menoleh dan melihat sekelompok suku pedalaman datang mencari mereka. Jimin yang melihat mereka dari Jauh berkata,


"Lihat! Pucuk dicinta ulam pun tiba.


Apa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga."


(Balasnya sambil tersenyum menjengkelkan)



"Itu, lihat! Suku pedalaman itu pasti datang mencari kita semua.


Aku akan berteriak biar mereka datang kesini." (Balas Jimin)


"Hei jangan!"


Tapi Jin terlambat mencegahnya, Jimin sudah lebih dulu berteriak keras memanggil kelompok suku pedalaman itu.


Maka kelompok suku pedalaman itu segera berlari menghampiri mereka semua dan menangkap mereka untuk kedua kalinya.


Mereka juga masuk ke dalam kemah dan menemukan yang lainnya masih tertidur. Maka suku pedalaman yang salah paham dengan Suga datang menghampirinya sambil marah-marah. Dia berkata,


"Hei orang sombong! Cepat bangun!"


Tapi Suga orang yang paling susah dibangunkan itu tidak peduli dengan apa yang terjadi. Dia tertidur dengan sangat lelap seperti orang yang tidak tidur selama berhari-hari.



Maka suku pedalaman itu berteriak pada Jin, dia berkata,


"Hei, kau kemari! Cepat kau bangunkan teman mu yang sombong ini."


Maka Jin pun datang mendekat dengan kaki yang gemetar dan berusaha membangunkan Suga.


**********

__ADS_1


Lalu setelah semua itu, mereka pun dibawa paksa kembali ke pemukiman mereka dan diperhadapkan pada pemimpin suku itu. Maka salah seorang dari mereka berkata,


"Ini mereka Tuan. Mereka mencoba melarikan diri dari pulau ini. Dan mereka sudah mencoba menipu kami semua.


Harus kita apakan mereka Tuan?


Lebih baik kita masukkan mereka ke dalam lubang yang paling dalam dan kurung mereka disana."


Maka pemimpin suku itu bangkit dari kursi takhtanya dan berseru,


"Jangan! Jangan apa-apakan mereka!


Sang cenayang sudah berkata bahwa mereka adalah pemberian sang dewi.


Berikan mereka tempat terbaik dan layani mereka dengan baik.


Lakukan semua perintah ku ini dengan baik. Dan panggil cenayang itu kemari!"


Maka ke- 7 anggota BTS itu dibawa ke kemah mereka yang paling baik sesuai dengan perintah pemimpin suku itu.


Mereka juga diberikan beberapa makanan, yaitu daging yang dibakar.


Maka V yang sudah sangat kelaparan itu segera merampas makanan itu dari tangan suku dalam itu dan memakannya.


Melihat V sudah menggigit sebagian daging itu, Nam joon berkata,


"V! Jangan makan! Bisa saja itu daging manusia.


Cepat muntahkan!"


Mendengar itu, V pun teringat pada semua tengkorak dan tulang-tulang manusia yang dilihatnya pertama kali saat mereka sampai di pulau itu. Maka dia segera memuntahkan makanan itu dan menangis dengan keras.



Suku pedalaman di sekitar kemah itu pun terheran-heran melihat tangisan V yang berlebihan, khususnya kaum wanita.


Mereka melihat ke- 7 pemuda tampan ini dengan terheran-heran. Mereka heran melihat rupa mereka yang tampan, kulit mereka yang putih dan rambut mereka yang berwarna pirang.



Lalu salah satu wanita dari suku pedalaman itu menawarkan buah-buahan pada mereka. Dia menyodorkan buah-buahan itu pada V yang menangis dan menggerak-gerakkan tangannya seolah menyuruhnya makan.


Tapi reaksi V justru diluar dugaan. Bukannya menerima buah-buahan itu, dia malah semakin takut saat wanita itu semakin mendekat dan menyentuh dirinya.


Dia berteriak semakin kencang hingga semua orang disana panik.


Maka melihat kegaduhan yang terjadi, salah seorang suku pedalaman itu pergi menghadap pemimpin suku itu dan menceritakan semua hal yang terjadi.


Segera pemimpin suku itu pergi ke kemah mereka dan melihat apa yang sudah terjadi.Pemimpin suku itu pun hanya menatap mereka dengan wajahnya yang garang. Maka Nam joon yang juga ketakutan itu berusaha menenangkan V, dia berkata,


"Hei, sudahlah! Jangan menangis terus! Nanti orang itu bisa marah dan menghukum kita. Apa kau mau kita tiada disini.


Coba kau lihat wajahnya yang menyeramkan itu. Jangan sampai dia menelan kita semua disini."


Maka V pun berusaha menghentikan tangisannya dan memeluk Nam joon.


Sementara pemimpin suku itu masih tetap diam memperhatikan tingkah ke- 7 pemuda tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2