
Jakarta, 16 juli 2040
Pagi itu adalah hari pertama masuk sekolah seorang gadis yang biasa dipanggil Aya (cahaya khatulistiwa) di SMK. palapa (sekolah menengah kejuruan), ia satu sekolah dengan abangnya yang bernama Tara (ksatria noesantara) kelas 12. mereka berdua tinggal bersama mamah/ibunya. ayah/bapak mereka (telah meninggal sejak Aya duduk di bangku kelas 1 SMP (sekolah menengah pertama). dan sekarang Tara lah yang menggantikan peran bapaknya selaku pemimpin serta pelindung keluarga.
saat inilah cerita mereka dimulai!
beep..! beep..! (alarm, jam 05.30)
hey bangun! (ucap, Tara)
hem... masih ngantuk (gumam, Aya)
byurr.. (karena sulit membangunkan Aya, Tara pun kesal dan akhirnya menyiramkan segelas air ke wajah aya)
ih.. apansi ah, masih ngantuk juga! (Aya berteriak kesal)
hey kalian cepat turun, sarapan sudah siap! (ibu mereka memanggil)
iya mah.. (sahut Tara)
akhirnya bangun juga (dalam benak Tara)
hey ayo cepat turun! (ucap Tara)
__ADS_1
isshhh.. (jawab Aya kesal)
Tara turun terlebih dahulu sementara Aya menyusul
pagi, mah.. (sapa Tara)
pagi, Tara.. (sahut mamah)
gimana, sudah bangun adikmu? (tanya mamah)
tap.. tap.. tap.. (suara langkah kaki)
udah mah, itu dia (jawab Tara)
pagi, aya.. (sapa mamah)
ini sarapan kalian, ayo dimakan.. (ucap mamah)
iya mah.. (sahut Tara dan Aya)
mereka berdua pun akhirnya turun dan sarapan, diselah waktu makan sarapan terjadi perbincangan kecil diantara mereka
Aya, kamu semalam begadang lagi ya? (tanya mamah)
enggak kok mah.. (Aya menjawab gugup)
__ADS_1
kamu bohong kan? wajah kamu saja terlihat pucat. (sahut mamah menegaskan)
iya mah, maaf hehe.. (jawab Aya malu)
yasudah, lain kali jangan diulangi (ucap mamah)
hem.. iyamah (gumam Aya)
Aya pun sarapan sambil melamun memikirkan hari pertama nya masuk sekolah dan mengingat almarhum ayahnya, tanpa disadari waktu terus berjalan dan sebentar lagi waktunya berangkat ke sekolah. hingga akhirnya dia tersadar ketika abangnya meneriakinya untuk segera bergegas.
Aya, ayo cepat habiskan sarapanmu lalu cepat mandi! (ucap Tara)
iya sabar.. (sahut Aya)
dasar cerewet (dalam benak Aya)
seusai sarapan mereka pun segera mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah, sementara ibu mereka memeriksa dan menanyakan kesiapan mereka
kalian sudah menyiapkan semua perlengkapan sekolah? (tanya mamah)
sudah mah, kami berangkat dulu mah.. (jawab Tara dan Aya)
yasudah hati-hati dijalan, belajar yang rajin! (ucap mamah)
oke mah, dadah! (sahut Tara dan Aya)
__ADS_1
Tara mengeluarkan mobil dari garasi dan mereka pun (Tara dan Aya) berangkat menuju sekolah. didalam perjalanan mereka sempat berbincang saat Aya menanyakan tentang bagaimana tinggal dilingkungan asrama sekolah lalu, Tara menjawab dengan singkat "kau akan terbiasa". Dan akhirnya Aya yang masih mengantuk tertidur dalam perjalanan sampai ia terbangun seusai dibangunkan oleh Tara sesudah berhenti di parkiran sekolah. Aya pun terkejut dan segera mengambil kaca lalu merapihkan penampilannya, sementara itu Tara menunggu di lapangan upacara.
setelah usai merapihkan penampilannya Aya pun segera berlari ke lapangan untuk segera mengikuti upacara. karena kondisi jalan yang licin seusai hujan ia pun tergelincir dan jatuh yang mengakibatkan kakinya terluka lalu seorang pria menolongnya, mengangkat serta menggendong Aya ke ruang kesehatan sekolah. sesampainya disana Aya pun diobati oleh perawat setelah itu tanpa sempat menanyakan siapa nama pria yang telah menolongnya Aya pun pergi ke lapangan untuk mengikuti upacara