Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
semangat


__ADS_3


Ping! (suara hp)


Aya mengecek ponselnya dan membaca sebuah pesan


"hei, kau ingat hari ini ada jadwal latihan?" (pesan Tara)


Aya hanya melihat dan tidak menjawab pesan tersebut


ishh.. (gumam Aya)


pesan dari abangmu lagi ya..? (tanya Mia)


ya. dia memang menyebalkan. (sahut Aya)


kau seharusnya bersyukur telah diingatkan.. (ucap Mia)


huffttt.. ternyata kau sama saja. (sahut Aya)


oh ayolah, semangat..! (ucap Mia)


oiya, aku hampir lupa ingin menanyakan sesuatu.. (ucap Aya)


apa? (tanya Mia)


Aya menjelaskan tentang rencananya untuk Tara


tapi sebenarnya aku merasa sungkan merepotkanmu.. (ucap Aya)


tak apa, tenang saja (sahut Mia)


bagaimana dengan orang tuamu..? (ucap Aya)


ayahku sangat sibuk, ia bilang akan pulang Minggu depan (jawab Mia)


hem.. jadi seperti itu (sahut Aya)


kita juga bisa menyiapkannya bersama dirumahku selagi ayahku masih diluar kota.. (jawab Mia)


benarkah, apa kau serius..? (tanya Aya)


Yap! (sahut Mia)


yeay! kau memang terbaik (ucap Aya)


yasudah, tunggu sebentar. aku ingin berkemas (ucap Mia)


oke..! (sahut Aya)


seusai itu Mia mengantar Aya kerumahnya. sesampainya disana Aya segera menyiapkan perlengkapan latihan


mah.. aku ada latihan hari ini disekolah (ucap Aya)


yasudah sana siap-siap.. (ucap ibu)


tap.. tap.. (suara langkah kaki)


darimana saja kau? hei pelan-pelan! (ucap Tara)

__ADS_1


.. (Aya tidak menjawab)


Aya, ini sudah mamah siapkan bekal makanannya (ucap ibu)


makasih mah, Aya pamit dulu ya.. (ucap Aya)


hati-hati.. (ucap ibu)


iya mah, dah.. (sahut Aya)


lalu Mia dan Aya pergi ke sekolah untuk latihan persiapan.


saat istirahat Mia dan Aya makan bersama di kantin sekolah


huh.. melelahkan sekali.. (ucap Aya)


yasudah ayo kita pesan makanan.. (ajak Mia)


ah.. tunggu.. (ucap Aya)


Aya pun mengeluarkan bekal makanan dari tasnya


kita makan ini saja, ibuku telah menyiapkannya untuk kita berdua. nah, yang ini untukmu.. (ucap Aya)


wah.. baik sekali, terimakasih..! (ucap Mia)


hehe, iya sama-sama.. ayo kita makan.. (ucap Aya)


hem.. enak sekali! (ucap Mia)


oiya kau mau minum apa? (tanya Aya)


tidak usah, biar sekalian saja denganku (jawab Aya)


wah.. sepertinya kau habis gajian (gurau Mia)


haha, kau bisa saja, oke tunggu sebentar.. (sahut Aya)


Aya segera pergi membeli minuman namun sesampainya disana tidak ada orang (pedangangnya) disana


beli.. (ucap Aya)


heh.. kemana orang yang berjualan..? (Aya heran)


ambil saja dulu, orangnya sedang mengantarkan makanan (ucap pedagang lainnya)


Aya pun mengambil minuman terlebih dahulu didalam mesin pendingin, namun tanpa sengaja ia dibuat terkejut saat menoleh kebelakang


nah itu orangnya.. (ucap pedagang lainnya)


hah.. Bruno! (Aya terkejut)


heh.. Aya, mau beli apa..? (ucap Bruno)


... (Aya diam saja sambil memandang Bruno)


hehe, maaf telah membuatmu terkejut.. (ucap Bruno)


dengan cepat Aya menaruh kembali minuman yang telah diambil dan mengganti pesanan

__ADS_1


a, ah.. tidak apa, ini aku mau pesan teh hangat 2 (ucap Aya)


tadi Mia pesan teh hangat pakai gula atau tidak ya..? aku lupa (dalam benak Aya)


teh nya pakai gula atau tidak? (tanya Bruno)


hem.. bisa dipisah gulanya? (tanya Aya)


oke baiklah.. tunggu saja, nanti aku antarkan (sahut Bruno)


sementara Bruno membuatkan pesanan, Aya kembali menghampiri Mia


hei, kau kenapa? wajahmu seperti habis melihat hantu saja.. (ucap Mia)


tak apa.. (sahut Aya)


tak lama kemudian pesanan datang


permisi, ini pesanannya.. (ucap Bruno)


oh, hei bukankah kau yang bernama Bruno? (tanya Mia)


iya, ini aku.. (jawab Bruno)


ah.. ternyata benar (ucap Mia)


aww.. panas! (ucap Aya)


haha, dasar kau ini, tunggu dulu sampai suhunya mendingin.. (ucap Mia)


.. (Aya diam saja sambil kembali memandangi Bruno)


lagi pula mengapa gulanya terpisah seperti ini? (Mia heran)


itu.. tadi temanmu Aya yang memesannya (sahut Bruno)


oh, yasudah.. (ucap Mia)


oiya, apa ada pesanan lagi? (ucap Bruno)


ah.. tidak, berapa harganya? (sahut Mia)


semuanya jadi Rp.4000 (jawab Bruno)


ini.. (Mia membayar)


terimakasih.. semangat berlatih, semoga sukses! (ucap Bruno)


oke, sama-sama.. (sahut Mia)


lalu Bruno kembali beranjak pergi


hei, apa kau baik-baik saja?


huh.. aku tidak habis pikir bisa bertemunya seperti ini.. (ucap Aya)


kau ingin mengetahui segalanya, tapi setiap detail itu penting. (sahut Mia)


.. (Aya heran)

__ADS_1


seusai itu mereka berdua kembali pulang


__ADS_2