Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
kasmaran


__ADS_3


didalam kamar yang sunyi Aya terbaring dan melamunkan tentang kejadian hari pertamanya masuk sekolah


hari ini bagai sebuah mimpi indah aku bertemu sosok pahlawan tampan walaupun akhirnya kesiangan, hehe (lamun Aya)


huh.. apa yang aku pikirkan, kenapa aku terus memikirkannya (ucap Aya sambil tersenyum)


tapi dia... (ucap Aya)


baik, heroik, tampan pula (dalam benak Aya)


aku rasa aku.. ah tidak mungkin! (ucap Aya)


karena mendengar suara dikamar Aya, Tara pun menghampirinya untuk mengecek apakah adiknya sudah tertidur


tok.. tok.. (suara pintu)


isshh.. mengganggu saja, itu pasti Tara


(gumam Aya)


hey apa yang sedang kau lakukan, cepat tidur! (ucap Tara)


... (Aya diam pura pura sudah tertidur)


apakah dia sudah tidur? ah sudahlah. mungkin ia hanya mengigau (dalam benak Tara)


hufftt.. akhirnya pergi juga, dasar pengganggu! (gumam Aya)


tak terasa sudah tengah malam dan rasa kantuk pun mulai menyelimuti lalu akhirnya Aya pun tertidur lelap.


Aya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. (ucap Bruno)


iya ada apa..? (sahut Aya)


Bruno berlutut dihadapan Aya dengan menggenggam tangannya dan tangan satunya lagi menggenggam bunga yang dipersembahkan untuk Aya, sambil berucap

__ADS_1


Aya, mau kah kau menjadi pendamping hidupku hingga maut memisahkan? (ucap Bruno)


... tentu, aku mau! (Aya sempat terdiam dan terkejut lalu menjawabnya dengan wajah yang berseri-seri)


Aya, aku mencintaimu (ucap Bruno sambil mencium kening Aya)


beep..! beep..! beep..! (alarm, jam 05.30)


sontak Aya terbangun dari tidurnya dan melihat hari sudah pagi, Aya sempat terdiam tak percaya seolah tadi itu kenyataan


hah...! (ucap Aya terkejut)


hufftt.. ternyata hanya mimpi (ucap Aya)


hey Aya, apa kau sudah bangun? (ucap Tara)


isshh.. iya! (sahut Aya kesal)


cepat turun, ibu sudah menyiapkan sarapan (ucap Tara)


tap.. tap.. tap.. (suara langkah kaki)


selamat pagi sayang.. (ucap ibu)


pagi, mah.. (sahut Aya)


mamah sudah siapkan sarapan untuk kalian, ayo mari kita sarapan! (ucap mamah)


mereka pun sarapan dengan suka cita sembari Aya menceritakan kepada ibunya tentang Bruno pahlawan yang telah menolongnya


jadi seperti itu, dia baik sekali ya.. (ucap ibu)


iya mah, aku juga tak menyangka bisa bertemu cowok sebaik itu (sahut Aya)


apa kalian sudah saling berkenalan? (tanya ibu)


tentu sudah mah! (sahut Aya)

__ADS_1


oh ya?, siapa namanya? (tanya ibu)


hem.. hehe, aku lupa menanyakan namanya (jawab Aya)


huh.. dasar kamu ini (ucap ibu)


sayang sekali ya, kau bahkan tidak tau namanya (ejek Tara)


isshh.. dasar menyebalkan! (ucap Aya)


bahkan aku sudah lebih tahu mengenai pahlawanmu itu (ucap Tara)


hey, jangan sok tahu! (ucap Aya)


semalam handphonemu berdering, setelah kulihat ternyata pahlawanmu yang menelepon (ucap Tara mengejek)


hah.. apa kau bilang?! (sahut Aya terkejut)


lalu kau apakan handphoneku?! (tanya Aya)


aku jawab panggilannya dan aku katakan jangan mengganggu adikku!, dia harus belajar dan fokus sekolah. (ucap Tara)


astaga, apa yang kau katakan! (sahut Aya terkejut mendengar perkataan Tara)


ya, aku mengatakannya demi kebaikanmu (ucap Tara)


dasar kau..!!!! (ucap Aya berteriak kesal)


Aya pun gemas dan ingin menyerang Tara, namun ibu mereka menahan Aya dan meredamkan emosinya yang membara lalu menyuruh mereka agar bergegas berangkat ke sekolah.


kemari kau biar kuremukan mulutmu itu! (ucap Aya geram)


hey, hey sudah cukup! (ucap ibu)


kalian, cepat bergegas sebentar lagi waktunya berangkat sekolah! (ucap ibu)


ibu mereka akhirnya berhasil membuat keadaan menjadi kembali kondusif dan akhirnya mereka kembali berdamai dan berangkat menuju sekolah.

__ADS_1


__ADS_2