
setelah asyik bersenda gurau. dalam benak Aya muncul suatu ide dan mengajak Mia untuk keluar rumah walau hari sudah larut malam.
ih.. sudah hentikan. (ucap Mia)
haha.. kau akhirnya menyerah! (sahut Aya)
... (mereka berdua saling menatap)
hei.. kenapa kau terlihat seperti mencemaskan sesuatu? (tanya Aya)
ah.. aku tidak apa-apa (sahut Mia)
tenanglah.. ada aku disini (ucap Aya)
... (Mia lalu memeluk Aya)
terimakasih banyak.. (ucap Mia)
heh.. baiklah.. (sahut Aya)
... (mia diam saja)
apa kau ingin berkeliling keluar.. (ajak Aya)
maksudmu kita? (tanya Mia)
tentu.. (jawab Aya)
ini sudah larut malam, memang mau kemana kita..? (tanya Mia)
tak usah banyak tanya. ayolah.. (sahut Aya)
belum sempat menjawab Aya pun menarik tangan Mia lalu membawanya keluar
hah.. pelan-pelan.. (ucap Mia)
sekarang berikan kuncinya.. (ucap Aya)
apa kau yakin? (tanya Mia)
... (Aya menatap Mia dan tidak menjawab)
o,oke.. ini.. (ucap Mia menyerahkan kunci)
brum.. brum.. (suara mobil)
seketika mereka berdua pun pergi
apa aku sudah boleh bertanya? (ucap Mia)
__ADS_1
... (Aya diam saja)
apa kau tuli? (ucap Mia)
hufftt.. oke.. baiklah, katakan (sahut Aya)
sebenarnya aku tidak yakin jika kau bisa menyetir kendaraan dengan baik.. (ucap Mia)
apa yang kau maksud.. kau meremehkan ku?! (sahut Aya)
o,oh.. tidak. bukan itu maksudku.. (ucap Mia)
sebab sejauh ini kulihat kau tidak pernah membawa kendaraan sendiri.. (ucap Mia)
hem.. jadi seperti itu.. (sahut Aya)
heh.. maaf.. jangan tersinggung.. (ucap Mia)
tak apa jika kau ingin pembuktian.. (ucap Aya)
hei.. pelan-pelan! (ucap Mia)
santai saja.. (sahut Aya)
Aya pun memacu mobil tersebut dengan kecepatan tinggi sampai Mia merasakan adrenalinnya memuncak ketika Aya secara sengaja tidak menginjak rem saat melintasi kerumunan pejalan kaki yang sedang ramai melintas jalan
stop..! tidak..!!! (ucap Mia panik)
namun sepertinya nasib baik masih berpihak padanya sehingga mereka berhasil melewati momen tersebut dengan selamat
ouuhhh...!!! lihat, kau sudah yakin?! (ucap Aya)
apa kau sudah gila! kau hampir saja membunuhku! (ucap Mia)
hahaha... ayolah, jangan jadi cengeng! (sahut Aya)
ya tuhan...! (ucap Mia)
tak terasa akhirnya mereka sampai tujuan
sampai! (ucap Aya)
heh.. syukurlah.. aku merasa mual, ingin keluar sebentar. (sahut Mia)
hufftt.. maafkan aku.. (ucap Aya)
mereka pun keluar dari mobil. dan tanpa disadari Mia ternyata tempat tersebut adalah dimana lokasi berkumpul untuk balapan liar.
tin..! tin..! (suara klakson)
hei! minggir, minggir! (ucap Aya)
__ADS_1
mereka keluar dari mobil. sambil menggandeng Mia, Aya menemaninya untuk menepi dari keramaian
u.. ueeek...!! (Mia muntah)
ya.. keluar kan saja.. (ucap Aya)
huh... (Mia menghela nafas)
apa sudah mendingan? (tanya Aya)
... (Mia hanya menganggukan kepala)
oh syukurlah.. (ucap Aya)
tempat apa ini..? (tanya Mia)
sementara itu di antara kerumunan orang Aya melihat seseorang dan menghampirinya
kau tunggu saja sebentar di dalam.. (ucap Aya kepada Mia)
Mia masuk kembali dan menunggu Aya di dalam mobilnya
Clown..! (ucap Aya)
hei..! lihat siapa yang datang.. (sahut Clown)
ada apa kau kemari sayang..? (ucap Clown)
berhentilah bersikap menjijikkan.. (sahut Aya)
yeah.. seperti biasanya kau 'pedas' (ucap Clown)
haha..! aku kesini ingin mengambil milikku.. (sahut Aya)
ya! ya! huuu.. huuu.. brum.. brum.. (suara gemuruh)
huh! sebentar.. (ucap Clown)
... (Aya diam saja)
damnt!!! (ucap Wiz)
you're really cool dude..!!! (ucap clown)
hell yeah.. take it. (ucap Wiz)
alright.. awesome! (ucap Clown)
hey! how about me? (tanya Aya)
calm down my queen.. (ucap Clown)
__ADS_1
who there.. it's you? (ucap Wiz)
tiba-tiba..