Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
gang


__ADS_3


di rumahnya, Bruno sedang merawat adiknya yang terluka akibat terjatuh ketika melarikan diri dari kejaran polisi


sudah ku bilang jangan berurusan dengan geng. (ucap Bruno)


hei, aku juga bisa dapatkan uang.. (sahut Zico)


ini sudah terlambat baginya bahkan bagiku, tapi kau cerdas. (ucap Bruno)


bagaimana dengan hutang keluarga kita? (tanya Zico)


kau punya kesempatan, kau ingin membuang begitu saja? (ucap Bruno)


... (Zico diam saja)


sesaat kemudian bibi mereka pulang


anak-anak, aku pulang.. (ucap bibi)


dengarkan aku Zico, jangan siakan hidupmu. soal itu biar ku urus. apa kau mengerti? (jawab Bruno)


.. (Zico hanya mengangguk)


baik, berikan uangnya.. (ucap Bruno)


Zico, bagaimana lukamu sudah membaik? (tanya bibi)


bibi tenang saja ia akan segera pulih. (ucap Bruno)


oh syukurlah.. ia masih kecil, jangan terlalu keras padanya.. (ucap bibi)


iya bi, aku pergi dulu.. (sahut Bruno)


hati-hati.. (ucap bibi)


setelah itu Bruno segera pergi menemui Carlos


diperjalanan Bruno bertemu dengan Fengying


Feng.. (sapa Bruno)


ah, kau.. tunggu sebentar (sahut Fengying)


Fengying segera mengambil sepasang sepatu yang dibeli oleh Bruno


ini dia pesananmu.. bagaimana, kau suka? (ucap Feng)


oh, ya. aku sebenarnya ingin sekaligus menagih uang setoran bulan ini dan yang belum kau bayar bulan lalu.. (ucap Bruno)


kumohon, katakan pada Carlos beri aku waktu sedikit lagi, penjualan sedang menurun pembeli pun sepi sekali saat ini. semenjak wilayah ini terisolasi akibat sering sekali terjadi baku tembak. ya, kau tau.. aku tidak bisa berbuat apa-apa (ucap Feng)


baiklah, tepati janjimu demi keselamatanmu. mengerti..? (ucap Bruno)


akan ku usahakan, terimakasih banyak atas kebaikanmu.. (sahut Feng)


yasudah aku pergi dulu, ini.. (Bruno membayar)


ah.. tak usah, itu gratis untukmu.. (sahut Fengying)


hem.. bisa kutitipkan sebentar? (tanya Bruno)

__ADS_1


ya, tentu tak masalah (jawab Feng)


oke, terimakasih Feng.. (ucap Bruno)


Bruno pun melanjutkan perjalanan, sesampainya disana Bruno bertemu dengan Donald


heh, bocah. akhirnya kau kemari juga.. (ucap Donald)


Bruno membicarakan tentang insiden yang terjadi pada adiknya


ah ya, tentu adikmu bisa berguna untukku. haha.. kenapa? apa kau tidak suka? (ucap Donald)


keparat kau! (ucap Bruno)


Bruno langsung menyerang Donald dan memukulnya hingga hidungnya berdarah. perkelahian pun terjadi namun Carlos segera melerainya


dor! (suara tembakan senjata api)


hentikan! (ucap Carlos)


hei, dia yang memulai duluan.. (ucap Donald)


sudah cukup. Bruno, masuklah.. (ucap Carlos)


Bruno pun masuk dan berbicara dengan Carlos


duduklah.. (ucap Carlos)


kau sudah tau apa yang terjadi? (ucap Bruno)


ah, ya.. langsung ke inti pembahasan. mana uangku? (ucap Carlos)


Bruno menyerahkan uang tersebut, namun ia menahannya terlebih dahulu dan bertanya mengenai adiknya


click! (suara korek api)


sshhh.. hufft (Carlos menghisap rokok)


adikmu sendiri yang menawarkan diri (jawab)


jangan libatkan dia, cukup aku saja. (ucap Bruno)


kau tau, dalam bisnis tidak ada orang yang lebih penting selain keuntungan. (ucap Carlos)


adikku nyaris tertangkap, apa kau sadar itu bisa berakibat buruk pada bisnismu?! (ucap Bruno)


hem.. ya, itu pilihan yang sulit. polisi sudah banyak menangkap orang kita.. (sahut Carlos)


saat ini menjadi sangat kacau semenjak Donald menjual paket dengan sembarangan. (ucap Bruno)


lalu, bagaimana dengan setorannya? (tanya Carlos)


Feng hanya membayar untuk bulan lalu. kondisi sedang kacau ia kehilangan banyak pelanggan dan meminta kesempatan sekali lagi (jawab Bruno)


baiklah, kau mirip seperti ayahmu. nah.. kirimkan paket ini di taman kota besok sore. ingat kau masih berhutang padaku. (ucap Carlos)


Bruno menerimanya dan langsung pergi


'glek-glek..' mau minum? (ucap Carlos)


aku harus pergi. (sahut Bruno)

__ADS_1


seusai itu Bruno segera pergi dan kembali menemui Fengying


hei, kau sudah kembali, ini barangmu.. (ucap Fengying)


ah, ya. soal uang setoranmu bulan lalu sudah kulunaskan (sahut Bruno)


wah.. kau baik sekali, aku berhutang padamu (ucap Fengying)


tak apa, anggap saja itu sebagai balasanku. yasudah aku pergi dulu.. (ucap Bruno)


baik, terimakasih banyak kawan.. (ucap Fengying)


hari sudah malam, kemudian Bruno beranjak pulang


aku pulang.. (ucap Bruno)


ya tuhan, kenapa dengan lenganmu? (ucap bibi)


ini hanya lecet sedikit, aku tergelincir saat berjalan.. hehe (sahut Bruno


sini biar bibi obati.. (ucap bibi)


biar aku saja bi.. (sahut Bruno)


yasudah segera basuh dan obati lukamu.. (ucap bibi)


baik bi.. (sahut Bruno)


setelah mengobati lukanya Bruno mengecek ke kamar dan melihat adiknya sudah tertidur lalu menghampiri keponakannya yang sedang belajar


hei Eve, ini sepatu untukmu.. (ucap Bruno)


wah.. terimakasih bang, sepatunya bagus! (sahut Eve)


ya, bersekolah lah yang rajin.. (ucap Bruno)


pasti! (sahut Eve)


terimakasih telah menyelamatkan Zico kemarin.. (ucap Bruno)


saudara harus saling membantu, seperti kata Abang.. hehe (sahut Eve)


anak pintar.. (ucap Bruno sambil mengusap rambut Eve)


Bibi pun terharu melihatnya


terimakasih banyak nak.. maafkan bibi tidak bisa memberikan apa-apa untukmu (ucap bibi)


tidak apa, bibi sudah sangat banyak membantu.. (sahut Bruno)


oiya, maaf bibi lupa.. (ucap bibi)


bibi segera mengambil sesuatu dan memberikannya kepada Bruno


tadi disekolah ada seorang wanita mencarimu dan dia menitipkan ini.. (ucap bibi)


untukku? (tanya Bruno)


ya, ambilah.. (jawab bibi)


Bruno pun membukanya dan membaca tulisan di secarik kertas bertuliskan "semoga adikmu lekas sembuh"

__ADS_1


Aya.. (dalam benak Bruno)


__ADS_2