Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
gudang


__ADS_3


di lain tempat Tara yang sedang melihat album foto lama keluarga kembali mengenang dimana saat ayahnya masih hidup. kehangatan suasana kala itu membuatnya merindukan masa kecil. dimana sampai suatu saat sebelum kepergian ayahnya, ia dititipkan amanat untuk menjadi sosok penerus sebagai pemimpin keluarga yang bijaksana serta dapat melindungi keluarganya.


"aku masih ingat apa yang dikatakan ayah kala itu.. dan aku telah berjanji padanya untuk menjalankan amanat pesan terakhirnya..


hari itu tepat dimana ulang tahunku yang ke-15. ia terbaring dirumah sakit akibat kecelakaan dijalan saat pulang bekerja. ia adalah sosok ayah serta pahlawan bagiku. saat ini ia telah tiada dan aku dipercaya olehnya untuk bertanggung jawab atas keluarga serta menjadi Abang yang baik bagi Aya, saudariku. aku menyayanginya lebih dari yang terlihat. meski memang seringkali aku tidak bisa memahami apa yang seharusnya aku lakukan terhadapnya. namun itu semua demi kebaikan Aya dan kewajibanku sebagai abang untuk selalu melindunginya." (dalam benak Tara)


ketika sedang melihat-lihat album foto tersebut ia pun juga membuka dan mengecek arsip pribadi dokumen kerja bapaknya yang diantaranya terdapat selembar foto yang terselip dibalik beberapa lembar kertas. disitu terlihat ayahnya yang sedang berada di press release penangkapan dan tertulis tanggal di foto tersebut adalah 3 hari sebelum saat terjadinya tragedi kecelakaan yang menimpa ayahnya.


setelah melihat foto tersebut Tara pun mencoba mengecek rekam jejak kasus tersebut yang ternyata adalah sebuah kasus yang viral beberapa tahun lalu yang melibatkan jaringan pengedar narkoba internasional dan sudah berhasil menangkap beberapa kurir serta bandar narkoba dengan putusan pengadilan yang memvonis hukuman mati. namun kasus itu masih dalam pengusutan dan terhenti setelah bapaknya tara meninggal.


saat Tara sedang memikirkan hal tersebut tiba-tiba ada tangan yang menyentuh bahunya..


hah..! (Tara tersentak)


Tara.. sedang apa kau nak? (ucap ibu)


hufftt.. ibu, mengagetkan saja.. (sahut Tara

__ADS_1


aku sedang melihat-lihat kembali foto lama keluarga kita.. (ucap Tara)


hem.. ibu mengerti.. kita semua merindukannya (ucap ibu)


... (Tara terdiam)


sudahlah sayang.. lebih baik kau segera tidur, waktu sudah larut malam (ucap ibu)


baik bu.. (sahut Tara)


seusai melihat semua itu Tara pun kembali ke kamarnya dan mencoba untuk tidur, namun hal itu ibarat seperti puzzle yang masih teracak dan belum ditemukan jawabannya.


huh.. ini sudah larut malam, mereka belum tidur.. (dalam benak Tara)


Tara lekas mengirimkan pesan ke adiknya untuk segera tidur


sementara saat Aya membacanya tanpa disadari Mia pun melihatnya


hem.. cie cie diperhatiin.. (gurau Mia)

__ADS_1


hah.. (Aya terkejut)


sedang apa kau?! (sahut Aya)


ah.. tidak.. aku hanya melihatnya hehe (gurau mia)


diamlah.. (ucap Aya kesal)


selamat malam sayang.. mimpi indah.. hahaha (ejek Mia)


hei.. pesan ini bukan dari pacarku! (sahut Aya)


yayaya.. aku tau. Abang yang baik (ucap Mia)


isshh.. kau ini.. (ucap Aya gemas)


karena gemas Aya pun menyerang Mia, memukulnya dengan guling maupun bantal


heh.. iyaiya.. stop.. ampun.. aku hanya bercanda (ucap Mia)

__ADS_1


arghhh.. rasakan kau.. (sahut Aya)


__ADS_2