Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
pencarian


__ADS_3


setelah selesai menyaksikan pertandingan tersebut mereka pun beranjak pergi untuk menemui Bruno, namun ternyata disana mereka tidak menemukannya.


kemana dia..? (ucap Aya)


ah sudahlah.. lebih baik kita kembali ke kelas (ucap Mia)


tapi aku ingin menemuinya.. (ucap Aya)


ayolah.. tak apa, mungkin dia sudah kembali ke kelasnya. lagi pula kelasnya berada disamping kelas kita (ucap Mia)


hei, bagaimana kau bisa mengetahuinya? (tanya Aya)


hem.. aku hanya menebak.. (jawab Mia)


ishh.. aku serius bertanya, cepat jelaskan! (ucap Aya kesal)


haha.. kau ini betul-betul tidak memperhatikan ya.. (ucap Mia)


dasar kau ini.. menjengkelkan sekali! (ucap Aya)


sebelum aku menjelaskan, aku ingin memastikan sesuatu.. (ucap Mia)


ya.. apa? (sahut Aya)


apa kau tidak hadir saat kegiatan penjelasan di upacara kemarin? (tanya Mia)


aku hadir.. (jawab Aya)


hufftt sudah kuduga.. (ucap Mia)


terserah.. (sahut Aya)


ayolah.. aku cuma becanda, santai.. (ucap Mia)


... (Aya diam saja dengan wajah muram)


ululu sayang.. sini peluk.. (ucap Mia)


berhentilah mengejek ku! (sahut Aya)


oke maaf.. oiya, apa kau sudah bertukar nomor handphone ? coba kau hubungi saja dia.. (ucap Mia)


... "ya tuhan, kenapa aku tidak kepikiran, itu ide bagus!" (dalam benak Aya)


hei.. kenapa kau diam saja? kau masih marah ya padaku.. (ucap Mia)


ah.. tidak.. (sahut Aya)


aku mau ke WC dulu.. kau ke kelas saja duluan ya.. (ucap Aya)

__ADS_1


baiklah.. (sahut Mia)


saat di WC Aya pun menghubungi Bruno dengan mengirimkan pesan kemudian segera bergegas kembali ke kelas


rupanya kau sudah kembali.. (ucap Mia)


ya.. (sahut Aya)


hem.. benar kau sudah memaafkanku..? (tanya Mia)


astaga.. sudahlah lupakan.. (sahut Aya)


makasih.. hehe (ucap Mia)


oiya kemana pengawas kelas kita? (tanya Aya)


sepertinya dia terlambat. saat ini harusnya sudah waktunya masuk (sahut Mia)


kemana dia? apa dia tidak memberikan pesan apapun untuk para murid di kelas ini? (tanya Aya)


entahlah.. aku rasa tidak (jawab Mia)


... "lebih baik aku manfaatkan kesempatan ini untuk menemui Bruno" (dalam benak Aya)


kau sendiri bagaimana, apakah sudah dapat kabar dari Bruno? (tanya Mia)


dia belum menjawab pesanku.. (sahut Aya)


hem.. boleh aku minta tolong kepadamu? (ucap Aya)


boleh saja.. apa? (tanya Mia)


aku ingin keluar sebentar, jika pengawas itu datang dan menanyakan ku bilang saja aku izin ke WC (ucap Aya)


oke, baiklah.. (sahut Mia)


makasih.. (ucap Aya)


sama-sama.. tapi ingat jangan terlalu lama ya.. (sahut Mia)


siap komandan.. hehe (ucap Aya)


dengan kesempatan itu Aya pun segera pergi untuk menemui Bruno


"Mia bilang kelasnya selisih satu kelas dengan kelas ku. yang mana ya.." (dalam benak Aya)


"nah.. sepertinya ini kelasnya" ( dalam benak Aya)


ketika sedang melakukan pencarian didepan kelas Aya kaget ketika tiba-tiba bertabrakan dengan Tria


aduh..! (ucap Aya)

__ADS_1


hey! perhatian kalau jalan (ucap Tria)


ma..maaf.. kak saya tidak sengaja.. (sahut Aya)


huh.. ternyata kau lagi, sedang apa kau disini? (ucap Tria)


em.. saya sedang mencari seseorang kak.. (sahut Aya)


siapa? (tanya Tria)


Bruno, kak.. (jawab Aya)


ada perlu apa kamu? saya pengawas kelasnya (ucap Tria)


... "gawat! apa yang harus kukatakan" (dalam benak Aya)


kenapa kau diam saja.. (ucap Tria)


em.. saya ingin mengembalikan uang miliknya, tadi kebetulan saya meminjam duitnya untuk membeli pensil karena duit saya tertinggal di kelas.. hehe (sahut Aya gugup)


Oalah.. yasudah titipkan saja padaku biar nanti aku serahkan ke dia (ucap Tria)


eh.. gausah kak, saya gamau ngerepotin (sahut Aya)


dikarenakan Tria yang memiliki perasaan terhadap Camila, ia pun memberi tahu Aya suatu hal..


hem.. orang yang kau cari itu tadi kulihat sedang berbincang bersama Camila (ucap Tria)


... "hah.. kakak kelas pengawas genit itu" (dalam benak Aya)


ya.. kulihat mereka asyik sekali mengobrol, terlihat mesra sekali.. (ucap Tria)


Aya pun mendengarkan penjelasan Tria dengan wajah murung seakan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tria


oh.. maaf tidak seharusnya aku memberitahumu (ucap Tria)


tak apa kak.. (sahut Aya)


yasudah kembali saja ke kelasmu.. (ucap Tria)


terimakasih kak atas penjelasannya (ucap Aya)


iya.. (sahut Tria)


... "rasakan kau Bruno, haha.." (dalam benak Tria)


dengan perasaan bimbang dan kecewa Aya pun segera kembali ke kelas, saat dijalan secara kebetulan ia berjumpa dengan bruno. namun Aya tak menghiraukan dan diam saja kembali berjalan ke kelasnya.


hai, aya.. (sapa Bruno)


"kenapa dia..? sepertinya ada yang tidak beres" (dalam benak Bruno)

__ADS_1


__ADS_2