
sesudah memarkirkan kendaraannya, Aya & Mia kembali masuk kembali kedalam rumah dan membuka hadiah dari Wiz
wah.. apa ini.. (ucap Aya)
... (Mia diam saja sambil mengintip)
oh tidak, kau belum boleh melihatnya.. (ejek Aya)
huh.. (Mia menghela nafas)
ah, ini sangat keren...! (ucap Aya)
... (Mia diam saja)
coba lihat ini! hehe.. (ucap Aya)
Aya menunjukkan sebuah gantungan kunci bertuliskan 'good luck!'
ya, ya.. (jawab Mia)
tunggu sebentar, ini sepertinya untukmu.. (ucap Aya)
... (Mia diam saja tersipu malu ketika melihatnya)
Mia menerima sebuah jepitan rambut
aciee.. ciee.. suit, suit.. (gurau Aya sambil bersiul)
coba sini biar kupakaikan.. (ucap Aya)
baiklah, apa sudah..? (ucap Mia)
astaga.. kau terlihat cantik sekali.. (puji Aya)
apa maksudmu sebelumnya aku terlihat jelek? (sahut Mia)
ah.. tentu tidak! kau ini jangan marah-marah terus nanti kau akan cepat menua.. (gurau Aya)
haha.. dasar kau, tidak sadar diri.. (sahut Mia)
nah gitu dong.. (ucap Aya)
hehe, iya makasih.. (sahut Mia)
setelah membuka hadiah tersebut Aya menjadi ingin tahu siapa Wiz sebenarnya
hem.. apa kau dan Wiz sudah saling mengenal sebelumnya? (tanya Aya)
__ADS_1
ya.. kami dulu sempat bertemu sewaktu SMP, namun dia pergi ke Belanda bersama keluarganya (jawab Mia)
huhuhu.. kacian.. (gurau Aya)
jangan sok imut, kau terlihat menjijikkan.. (sahut Mia)
hihi, ayolah lanjutkan.. (ucap Aya)
akhirnya kami bertemu lagi. (ucap Mia singkat)
hei.. cut! aku ingin kau menjelaskan detailnya, hum... (ucap Aya)
haha, apa kau sutradara..? (sahut Mia)
next.. (ucap Aya)
ya, orang tuanya dubes Indonesia di Belanda dan ia dikirim kembali kesini karena terlibat masalah kenakalan remaja disana. (ucap Mia)
ah.. cerita yang menarik, ayo teruskan..! (ucap Aya)
kau tau.. (belum sempat selesai Mia bicara Aya langsung memotong pembicaraan)
tidak.. (ucap Aya)
huh.. Wiz, Camila, Tria dan aku tadinya sempat bersekolah di SMP yang sama (ucap Mia)
dan, ya seperti itulah ceritanya. (ucap Mia)
apa kalian satu geng..? (tanya Aya)
haha, tentu tidak. mereka adalah anak-anak populer disekolah sedang aku tidak. (jawab Mia)
apa maksudmu..? (Aya bingung)
ya.. aku masih ingat kala itu, Wiz menolongku saat praktek kesenian. aku diperintahkan guru untuk bernyanyi.. (ucap Mia)
lalu, apa yang ia lakukan? (tanya Aya)
ia bermain gitar mengiringiku bernyanyi (jawab Mia)
oh.. so sweet.. (ucap Aya)
tapi itu hanya sesaat ketika kelas 8 dia pergi.. (ucap Mia)
hem.. tenanglah dia sudah kembali dan tidak akan meninggalkanmu lagi.. (ucap Aya)
semoga saja.. (sahut Mia)
oh iya, ada apa kau tadi menyenggol kaki ku? (tanya Aya)
__ADS_1
tidak apa-apa. (jawab Mia)
hem.. kau cemburu ya.. (ejek Aya)
hufftt, ya tuhan.. (ucap Mia)
ayolah terus terang saja, aku bisa menebaknya dari raut wajahmu.. (ucap Aya)
kau sendiri kenapa kemarin? (tanya Mia)
heh.. soal itu.. (sahut Aya)
mendadak suasana berubah menjadi melankolis
a, aku.. (ucap Aya)
aku? apa maksudmu? (tanya Mia)
ishh.. bisakah kau diam sejenak mendengarkanku! (ucap Aya)
oke, lanjutkan. (sahut Mia)
kemarin aku bertemu kak Tria.. (ucap Aya)
lalu..? (tanya Mia)
... (Aya diam saja melamun)
apa yang terjadi denganmu? apa kau dimarahi lagi olehnya..? (tanya Mia)
bukan. ini tentang Bruno.. (jawab Aya)
... (Mia menyimak)
aku diberitahu bahwa dia telah melihat bruno sedang bermesraan dengan wanita genit pengawas OSIS itu..!! hiks-hiks.. (ucap Aya sambil menangis memeluk Mia)
namun bukannya ikut prihatin, Mia malah tertawa mendengarnya
hahaha.. (Mia tertawa)
heh.. kau kenapa..? (tanya Aya bingung)
ah.. kau ini polos sekali, jangan mudah percaya begitu saja.. (ucap mia)
hem.. tapi aku pikir itu memang benar karena mereka berdua tidak ada dikelas pada saat yang bersamaan (sahut Aya)
oh.. sudahlah.. apa kau perlu pembuktian? (ucap Mia)
aaa.. aku bingung.. bagaimana ini..!!! (sahut Aya)
__ADS_1