Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
pelupa


__ADS_3


Di hari ke 2 dalam perjalanan berangkat menuju sekolah Aya terus memikirkan tentang Bruno dan ia semakin penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya nama sosok pahlawan pujaannya itu, di dalam benaknya ia bertanya-tanya apakah benar semalam Bruno menelponnya, namun setelah berpikir ia baru sadar bahwa Bruno lah yang memberikan nomor teleponnya dan tidak mungkin Bruno dapat menghubunginya sebelum Aya sendiri yang melakukannya.


hihihi.. (tawa Aya sambil melamun)


... (Tara menoleh heran melihat Aya)


hey, apa kau baik-baik saja? (tanya Tara)


ah.. tentu aku baik-baik saja (sahut Aya)


kenapa kau tiba-tiba tertawa tanpa sebab? apa kau sudah gila? (tanya Tara)


tidak apa, ini bukan urusanmu! (jawab Aya)


lagi pula aku hanya merasa.. ya mungkin sedikit mabuk, hehe (gurau Aya)


hey, apa maksudmu?! kurasa kau sedang sakit.. (ucap Tara heran)


Yap, aku sedang mabuk, maksudku mabuk cinta, hihihi.. (gurau Aya)


ya.. aku harap kau masih sadar hari ini para siswa pria akan memulai kegiatan perlombaan olahraga antar kelas (ucap Tara)


aku sudah tahu, lalu..? (sahut Aya)


aku mendapat informasi bahwa ia ikut bermain dalam perlombaan futsal (ucap Tara)


hah.. apa maksudmu, ia?! (tanya Aya terkejut)


ya ia, pahlawanmu itu.. (sahut Tara)


tidak kusangka.. (ucap Aya)


Yap, aku tidak sabar melihat kemampuannya, apakah ia memang hebat seperti katamu itu.. (ejek Tara)


isshh.. lihat saja, aku yakin dia memang hebat! (sahut Aya)


Dan ingat ini, aku akan mengalahkan siapapun termasuk pahlawanmu itu. (ucap Tara)


gawat, aku tahu persis abangku takkan membiarkan siapapun menandinginya, bila tidak bisa ia akan setidaknya menyingkirkan orang tersebut (dalam benak Aya)

__ADS_1


hilih.. kau jangan mengkhayal! (ledek Aya)


kita lihat saja, semoga kau melihat saat menyedihkan kekalahannya (ejek Tara)


... (Aya diam saja cemas)


takkan kubiarkan. (dalam benak Aya)


setibanya disekolah Aya bergegas keluar dari mobil namun ia meninggalkan sesuatu


sudah ya aku duluan ke kelas, dah! (ucap Aya)


hey, kenapa terburu-buru?! (sahut Tara)


perhatikan langkahmu! (ucap Tara)


iya.. tenang saja! (sahut aya)


saat berlari menuju kelas, Aya melihat banyak sekali murid lelaki yang keluar kelas. Ketika sampai kelas Aya hanya mendapati para murid wanita saja. Lantas Aya pun hanya bingung dan duduk terdiam memikirkannya, dan tanpa disangka teman sebangkunya menegur Aya


kenapa kau diam saja? apa kau heran melihat para murid lelaki keluar kelas? (tanya Mia)


hem.. bukankah kemarin kau banyak bicara? (tanya Mia)


ya.. lalu kenapa tiba-tiba kau banyak bertanya? (sahut Aya)


hehe.. soal itu, kau masih ingat ya (ucap Mia)


... (Aya diam saja)


oke maaf, kau seharusnya menggunakan matamu untuk melihat peraturan agar tidak berisik di kelas, namun kau malah berteriak keras sekali saat ada yang menerangkan. hadeh.. (ucap Mia)


... (Aya diam saja)


ayolah maafkan aku.. oh ya kemarin aku belum menjawab sapaanmu dan sekarang perkenalkan namaku Mia, salam kenal! (ucap Mia sambil mengulurkan tangannya)


hufftt.. iya, kurasa kau tidak perlu mengulangnya setelah aku kemarin memperkenalkan diri di depan kelas (sahut Aya)


hehe.. iya maaf, kau ini sensitif sekali (ucap Mia)


hem.. aku akan memberitahukan satu hal. kau pasti ingin tahu, tapi kau harus menerima permintaan maafku dengan tulus. bagaimana? (ucap Mia)

__ADS_1


yasudah, katakan. (sahut Aya)


kau nampaknya tidak serius.. (ucap Mia)


hey, apa aku terlihat bergurau?! (sahut Aya)


hehe.. oke sabar. kau sudah lihat para murid pria meninggalkan kelas kan? (ucap Mia)


ya, langsung ke intinya saja. (sahut Aya)


hem.. baiklah, intinya mereka mau mengikuti kegiatan perlombaan olahraga antar kelas. (ucap Mia)


hem.. (sahut Aya)


oh iya, ingat kesepakatan kita? (tanya Mia)


oke, tentu saja. terimakasih (jawab Aya)


isshh, sudah kuduga, yasudahlah (dalam benak Aya)


Yeay! sama-sama (sahut Mia senang)


disaat mereka sedang asyik mengobrol, Aya mendengar ada yang memanggilnya dari depan kelas. mereka pun menoleh dan Aya melihat ternyata itu Bruno yang menyapanya dan melambaikan tangan memberi isyarat dengan tangan untuk menghubunginya. namun Bruno segera pergi dikarenakan ada pengawas OSIS yang sudah hadir dan menegurnya


hey tampan, sedang apa kau? (ucap Camilla)


hehe.. maaf kak, saya harus pergi. (sahut Bruno)


lalu Bruno berlari menuju lapangan


hufftt.. (gumam Camila)


selamat pagi teman-teman sekalian, perkenalkan nama saya Camila lysandra, kelas 11 pertanian. saya akan mengawas kelas kalian hari ini. salam kenal! (ucap Camila)


pagi kak, salam kenal! (ucap para siswi)


diselah-selah pembicaraan Aya berbisik dengan Mia


isshhh.. genit banget (gumam Aya kesal)


usstt.. diam saja dan dengarkan. (sahut Mia)

__ADS_1


__ADS_2