Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
Rasa


__ADS_3


matahari mulai menengah, perut pun mulai berbunyi. Mia mengajak Aya ke dapur untuk memasak


bi.. (ucap Mia)


iya non.. ada apa? (sahut bibi)


aku mau masak bareng Aya.. (ucap Mia)


heh.. kalian tunggu saja dulu sebentar, bibi akan masakkan.. (sahut bibi)


tidak apa, bibi istirahat saja.. (ucap Mia)


iya bi, biar kami yang memasak.. hehe (ucap Aya)


baiklah.. kalo non butuh sesuatu panggil saja bibi. (ucap bibi)


oke, siap bi! (sahut Mia)


mereka berdua mulai memasak


hei, apa kau suka menu ikan..? (tanya Mia)


ya, tentu aku suka! ikan goreng pedas enak.. hum.. (jawab Aya)


tunggu sebentar.. (ucap Mia)


Mia pun mengambil ikan di dalam kulkas, lalu memotong-motongnya dengan pisau


ah.. kasian sekali ikannya.. (ucap Aya)


huh.. (Mia menghela nafas)


baiklah, perhatikan. (ucap Mia)


wah.. cekatan sekali, apakah kau sering memasak..? (tanya Aya)


Yap, aku mempelajarinya dari bibi. sekarang giliranmu (ucap Mia)


ah itu mudah, lihat ini.. (sahut Aya)


baiklah, aku akan membuat sambal (ucap Mia)


saat Aya memasukan ikan kedalam wajan ia terkena percikan minyak panas


aww.. panas! (ucap Aya)


lalu Mia segera menutup wajan tersebut

__ADS_1


ingatlah untuk selalu waspada (ucap Mia)


aduh, sakit.. (ucap Aya)


huffttt.. yasudah biar aku yang meneruskan, basuh saja tanganmu dengan air. (ucap Mia)


ah.. tenanglah, tidak semudah itu aku menyerah! (ucap Aya)


... (Mia melihat Aya yang begitu bersemangat)


tak lama kemudian akhirnya santapan makan siang pun telah siap


ini sudah matang.. (ucap Mia)


yeay! waktunya makan.. (ucap Aya)


tunggu sebentar.. (ucap Mia)


Mia memanggil bibi dan membagi hasil masakan mereka


bi... (ucap Mia)


iya non, ada yang bisa bibi bantu? (sahut bibi)


ini coba cicipi masakan kami, bi.. (ucap Mia)


sama-sama bi.. oiya bagaimana rasanya..? (ucap Aya)


hem.. sungguh lezat! (bibi mencicipi)


yeay..! (ucap Aya senang)


yasudah, ayo kita makan! (ucap Mia)


kalian makan saja duluan, bibi mau menjemur pakaian dulu non.. (ucap bibi)


oke bi.. (sahut Mia)


mereka pun makan dengan lahap


ah.. ah.. pedas sekali sambal buatanmu.. (ucap Aya)


haha.. bagaimana, kau suka? (ucap Mia)


mantap..! (sahut Aya)


selesai makan mereka pun bersantai sambil menonton TV, namun Aya tiba-tiba merasa mulas


brub.. brub.. (suara perut)

__ADS_1


kau kenapa? (tanya Mia)


ah.. sepertinya aku harus ke WC (sahut Aya)


sudah kubilang jangan terlalu banyak memakan sambalnya.. (ucap Mia)


.. (Aya segera pergi ke WC)


beberapa saat kemudian Aya kembali dan menghampiri Mia yang sedang duduk sendiri


huh.. lega.. (ucap Aya)


tap.. tap.. (suara langkah kaki)


hei, sedang apa kau..? (tanya Aya)


heh.. kau sudah selesai (sahut Mia)


kenapa kau terlihat kaget seperti itu..? hem.. kau sedang melihat pria-pria sexy ya.. haha.. (gurau Aya)


tidak.. (sahut Mia)


coba kulihat.. (ucap Aya)


Aya pun melihat foto seorang wanita


cantik sekali, ini siapa? (tanya Aya)


ini ibuku (jawab Mia)


sudah kuduga wajahnya mirip denganmu (ucap Aya)


hehe.. iya makasih.. (sahut Mia tersenyum)


heh.. kenapa kau menangis? (tanya Aya)


ah.. aku tidak menangis (sahut Mia)


ayolah.. kau tidak perlu malu, ceritakan saja.. (ucap Aya)


aku hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya bertemu langsung dengan ibuku, ia sudah berada di surga sesaat setelah melahirkanku.. (ucap Mia)


hem.. sudahlah aku tau kau merindukannya.. (ucap Aya sambil memeluk Mia)


suasana hening sesaat, kemudian Mia berkata..


tak apa. seperti katamu, jangan jadi cengeng! hehe.. (sahut Mia dengan riang)


heh..? (Aya heran)

__ADS_1


__ADS_2