
saat perjalanan pulang Tara sempat menanyakan beberapa hal kepada Aya
jadi, siapa dia? (tanya Tara)
eh? maksudmu pria tadi? (sahut Aya)
jelaskan saja. (ucap Tara)
itu bukan urusanmu. (jawab Aya)
apa kau sudah mengenalnya? (tanya Tara)
ya tuhan, apa yang sedang kau bicarakan? (sahut aya)
aku merasakan sesuatu yang tidak beres (gumam Aya)
oh.. ya? ini memang hari pertama yang sempurna (sahut Aya)
tidak baik terlalu dekat dengan orang yang baru dikenal, kau tahu itu? (ucap Tara)
hey, langsung ke intinya saja. apa maksudmu? (sahut Aya)
ya, aku rasa kau sudah mengerti, mungkin (ucap Tara)
isshh.. kau ini menyebalkan, sangat! (ucap Aya kesal)
ya.. setidaknya aku telah menyelamatkanmu (sahut Tara mengejek)
apa kau bilang? (ucap Aya)
apa kau tuli? (sahut Tara)
dasar si*lan apa maksudmu hah!, lalu kemana saja kau saat adikmu terjatuh? apa kau hadir? ya, setidaknya untuk melihatnya terjatuh! (ucap Aya marah)
hey, jaga mulutmu! (ucap Tara)
... (Aya diam)
kenapa kau marah sedang kau yang bersalah? (tanya Tara)
... (Aya diam)
aku rasa cukup, malam ini kau harus tidur lebih awal dan tidak ada handphone untukmu. (ucap Tara)
__ADS_1
peraturan macam apa ini?! (sahut Aya)
akhirnya kau sudah kembali bisa bicara, syukurlah. (ucap Tara sambil tersenyum)
isshhh! (sahut Aya kesal)
lihat saja ibu pasti akan terkejut melihatmu.. (ejek Tara)
arrrrggghhh!!! (teriak Aya geram)
setelah perjalanan pulang yang terasa menjengkelkan bagi Aya, akhirnya mereka telah sampai dirumah.
seperti biasa ibu mereka menyambut kedatangan dengan penuh kehangatan terlebih karena ini hari pertama bagi anak gadisnya masuk SMK
tin.. tin.. (suara klakson mobil)
lalu mereka berdua keluar
hai mah, kami pulang.. (ucap Tara)
selamat datang nak, yaampun aya!, kenapa dengan kakimu? (ucap ibu)
gapapa mah hanya lecet sedikit (sahut Aya)
mereka semua pun masuk kedalam rumah, lalu ibu memberikan camilan dan minuman hangat untuk anak-anaknya yang baru pulang sekolah. saat ibu sedang mengobati lukanya, sambil akhirnya ditanyai oleh ibunya tentang pengalaman hari pertama masuk sekolah.
Aya, bagaimana tentang hari pertamamu disekolah? (tanya ibu)
hem.. ya seperti yang ibu lihat (ucap Aya murung)
apa yang terjadi? (tanya ibu)
... (Aya diam saja)
kenapa kau diam saja? (ucap ibu)
ah tenang saja mah, bukan masalah besar, aku hanya terpeleset tadi pagi karena licin sehabis hujan. (sahut Aya gugup)
apa kau bilang? lalu kenapa? apa kau terburu-buru? (tanya ibu kesal)
... (Aya hanya mengangguk)
sudah ibu bilang, selalu berhati-hati. perhatikan langkahmu! (ucap ibu)
maaf mah.. (sahut Aya)
__ADS_1
hufftt.. untung saja kau tidak terluka parah (ucap ibu)
lain kali aku akan lebih berhati-hati.. (ucap Aya)
sebaiknya malam ini Aya tidur lebih awal mah, dan tidak baik memberinya handphone padanya saat jam tidur itu akan membuatnya begadang lagi (saran Tara)
ya, tentu (sahut ibu)
kau tahu? faktor utamanya adalah kau kurang tidur, kelelahan yang menyebabkanmu tidak fokus dan terjatuh. (ucap ibu)
tapi mah... (sahut Aya)
jangan banyak alasan cepat, berikan handphonemu (ucap ibu)
dengan terpaksa Aya pun menyerahkan handphonenya kepada ibunya
karena kelalaianmu, malam ini kau tidur lebih awal dan untuk malam ini handphonemu mamah sita. (ucap ibu)
mah, kumohon.. (ucap Aya memelas)
sudah cepat selesaikan makanmu lalu istirahat. (sahut ibu)
isshh.. apa-apaan ini (gumam Aya kesal)
haha, apa kau sudah mendengarnya? (ledek Tara)
karena kesal Aya coba menyerang Tara namun dikarenakan kakinya yang sakit Aya tidak bisa berbuat banyak
aww.. sakit! (ucap Aya)
hey, apa yang sedang terjadi?! (tanya ibu)
tak apa mah, mungkin Aya hanya butuh istirahat.. (sahut Tara)
aya, berbaringlah dikamar. Tara bantu dia ke kamar! (perintah ibu)
siap mah..! (sahut Tara)
hey, ayo pegang tanganku! (ucap Tara sambil mengulurkan tangannya)
pergilah, aku tak perlu bantuanmu! (sahut Aya)
hey ayolah, ini perintah.. (ucap Tara)
akhirnya Aya berjalan ke kamarnya sambil dipapah oleh Tara. walau tertatih-tatih karena kakinya yang terasa sakit, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa menahannya karena tidak mau terlihat lemah dan merasa gengsi oleh abangnya yang telah membuatnya kesal.
__ADS_1