Pewaris Takhta

Pewaris Takhta
dua kelingking


__ADS_3


saat babak pertama usai masing-masing tim pun beristirahat sambil menyusun strategi. sementara itu sebenarnya Aya yang merasa senang dan ingin memberikan motivasi semangat lebih kepada Bruno, namun selagi tim mereka sedang fokus merancang formasi, Aya dan Mia pun beranjak ke kantin untuk beristirahat terlebih dahulu, sambil makan dan minum mereka berdua pun asyik mengobrol tentang pertandingan yang baru saja dimulai


wahh.. seru banget tadi pertandingannya (ucap Aya)


iya, sampai-sampai kau berteriak histeris sekali seperti orang gila (ejek Mia)


isshh.. apaan sih (gumam Aya kesal)


hehe.. maaf aku hanya bergurau, santailah (ucap Mia)


... (Aya diam saja kesal)


hem.. omong-omong tadi keren juga ya gol nya (pancing Mia mencairkan suasana)


waiyadong..! kan emang paling keren pahlawanku (jawab Aya spontan)


huh.. kumat lagi deh (ucap Mia)


hehe.. maaf, keceplosan (sahut Aya malu)


oiya, memangnya kau dengan dia sudah saling mengenal sebelumnya? (tanya Mia)


kepo deh, hihihi.. (ejek Aya)


hem.. lalu.. bagaimana tentangmu? (Aya bertanya)


apa maksudmu? (Mia bertanya balik)


ya, apa tidak ada pria yang sedang kau amati atau setidaknya terlihat menarik bagimu (jelas Aya)


ya Tuhan, apa aku harus menunjukkannya kepadamu? (sontak Mia terkejut)


tentu. (jawab Aya)


baiklah, sebelumnya aku minta maaf (ucap Mia)


untuk apa? (tanya Aya heran)


apa kau menyukai pria yang sama sepertiku? (tanya Aya bingung)


hahaha.. kau ini cemburuan sekali (sahut Mia)


ishh.. jangan mempermainkan ku! (ucap Aya kesal)


oke tenanglah, setelah istirahat aku akan menyaksikan pertandingan basket , yang babak pertama sudah kulewatkan untukmu (ucap Mia)


... (Aya terdiam)


dan jika kau mau tahu datanglah temuiku disana setelah melihat pahlawanmu itu (ucap Mia)

__ADS_1


hey, aku tidak ingin melewatkan pertandingan pahlawanku.. namun aku tidak akan melewatkan momen bersama sahabatku (ucap Aya)


lalu..? (tanya Mia)


tentu saja aku akan ikut denganmu! hehe (sahut Aya tersenyum)


apa kau yakin? (tanya Mia memastikan)


apa aku terlihat berpura-pura? (sahut Aya)


sahabat..? (ucap Aya)


Aya pun mengulurkan tangan nya yang mengepal dengan jari Kelingking yang terbuka lalu Mia menyambutnya dengan jari kelingking nya juga.


selamanya.. (sahut Mia)


setelah itu mereka berdua pun bergegas menuju lapangan basket untuk menyaksikan jalannya pertandingan.


sesampainya disana Aya pun bertanya kepada Mia dimanakah seseorang yang ingin ditunjukkan kepadanya, namun Mia hanya menjawab "saksikan saja"


pertandingan basket babak kedua pun dimulai. sambil menyaksikan jalannya pertandingan sambil mengobrol


lihat! itu tim kelasku (ucap Aya)


ya, aku sudah tahu (sahut Mia)


oiya, bagaimana dengan pertandingan kelasmu? (tanya Mia)


hah! kenapa kau bicara seperti itu? (tanya Aya bingung)


ya Tuhan, berhentilah terlalu mencemaskan sesuatu. "tenanglah" (sahut Mia)


apa-apaan kau ini.. (ucap Aya heran)


cukup nikmati saja pertunjukan ini. (ucap Mia)


membosankan sekali.. (ucap Aya)


... (Mia hanya diam)


beberapa saat mereka menyaksikan jalannya pertandingan yang monoton karena kekuatan kedua tim berimbang menyebabkan sulitnya mencetak poin. hingga terjadilah pergantian pemain diantara kedua kubu oleh pelatih untuk merubah situasi.


dan tak lama kemudian.. goal!!! para penonton bersorak ketika pemain dari tim kelas 10 farmasi kembali mencetak poin krusial yang menentukan kemenangan di menit akhir pertandingan


wow!!! keren sekali tembakan dari jarak jauh seperti itu bisa masuk ke ring (ucap Mia kagum)


ya, dialah orangnya.. (sahut Mia senang)


apa maksudmu dia orang yang kau ceritakan padaku? (tanya Aya)


Yap! (sahut Mia)

__ADS_1


pemain cadangan itu.. tidak seperti yang kuduga. (ucap Aya)


seusai pertandingan para suporter dari tim yang menang menghampiri pria tersebut dengan suka cita


kenapa kau hanya diam saja? pergilah dan ucapkan selamat kepadanya (ucap Aya)


aku rasa lebih baik tidak usah (sahut Mia)


kau malu ya.. cie.. (ejek Aya)


diamlah.. (sahut Mia malu)


oke.. beri aku air minum mu (ucap Aya)


dasar kau ini.. makannya jangan banyak bicara terus sampai kau tetap haus walau sudah menghabiskan sebotol air minum mu, punyaku sendiri sama sekali belum aku minum. (ucap Mia kesal)


cerewet, cepatlah berikan.. (ucap Aya)


ini.. (sahut Mia)


tunggu sebentar. (ucap Aya)


hei! mau kemana kau? (tanya Mia)


karena Mia malu Aya pun berinisiatif menggantikannya untuk menghampiri pria tersebut dan memberinya sebotol air mineral


halo Wiz.. (ucap Aya)


ya.. ada apa? (sahut Wiz)


ini titipan dari temanku sebagai ucapan selamat untukmu (ucap Aya)


oh.. terimakasih! siapa temanmu? (ucap Wiz)


dia disana.. (ucap Mia sambil menunjuk ke arah Mia)


hai.. terimakasih! (ucap Wiz sambil melambaikan tangan)


... (Mia pun tersipu malu)


yasudah, aku pergi dulu.. selamat! (ucap Aya)


tunggu dulu! siapa namamu? (tanya Wiz)


ah, itu tidak penting.. (sahut Aya)


Aya pun beranjak pergi dan kembali dengan Mia


ya tuhan, apa yang kau alami barusan! (ucap Mia gugup)


hehe, seperti katamu, "tenanglah" (gurau Aya)

__ADS_1


terimakasih.. (ucap Mia sambil memeluk Aya)


__ADS_2