
siang itu terasa begitu hangat walau cuaca cukup membuat telapak tangan berkerut. Aya dan Bruno mulai saling mengenal meski keduanya belum saling memperkenalkan diri, sesampainya dikantin mereka asik menikmati santapan makan siang dan saling berbincang layaknya teman sebuah perjodohan yang telah ditakdirkan tuhan.
hei, kau kelas apa? (tanya Aya)
aku murid baru dan baru kelas 10 (jawab Bruno)
hufftt.. maksudku kamu ini mengambil jurusan apa? (jelas Aya)
Hem.. jadi itu maksudmu. teknik otomotif (jawab Bruno)
nah.. kau ini rumit sekali seperti perasaan (gurau Aya)
oh iya, aku belum selesai menjawab (ucap Bruno)
maksudmu? (tanya Aya heran)
ya biar ku jelaskan, aku murid baru, baru kelas 10, baru saja jadi pahlawan untukmu, dan akan selalu.. (ucap Bruno)
hem.. lalu apa yang kau ambil? (sambung Aya)
mungkin.. jika boleh, hatimu? (rayu Bruno)
hahahaha.. (Aya tersipu malu)
apa kau seorang psikopat? (gurau Aya)
Yap. mungkin, bila ada yang menyakitimu (jawab Bruno)
uwww.. dasar kau pahlawan kesiangan (ledek Aya)
sudahlah aku memang tidak berbakat jadi seorang pujangga, hehe (gurau Bruno)
hahahaha ya.. setidaknya kau tetap pahlawan (puji Aya)
dan kesiangan (gurau Bruno)
hahaha, sepertinya waktu terlalu cepat berlalu (ucap Aya)
ya aku juga merasakannya.. (ucap Bruno)
dikarenakan mereka asyik berbincang, tak terasa sudah tiba waktunya masuk kelas.
teet.. teet.. teet.. (bel masuk!)
sudah waktunya masuk kelas (ucap Bruno)
__ADS_1
Hem.. yasudah sampai jumpa, pahlawanku (gurau Aya)
hehe, oke dah! (sahut Bruno)
mereka pun kembali ke kelas masing-masing dan mengikuti arahan selanjutnya tentang kegiatan MPLS. sesampainya dikelas pertemuan, Aya berjumpa dengan seorang gadis dan duduk disebelahnya. gadis tersebut terlihat begitu pendiam dan pemalu, namun Aya mencoba mencairkan suasana dengan menyapanya terlebih dahulu untuk bisa saling berkenalan.
hai, salam kenal (ucap Aya)
... (gadis tersebut tak bergeming)
Aya pun terheran lalu mencobanya lagi
Hem.. hai! (ucap Aya)
... (gadis tersebut masih tak bergeming)
Aya mulai merasa jengkel karena sapaannya seperti dihiraukan, lalu ia lebih mengeraskan suaranya agar gadis tersebut mau menjawab
haloo...!!!! (ucap Aya Sambil melambaikan tangan)
... (gadis tersebut menutup kedua telinganya)
serentak seluruh orang dikelas menoleh kebelakang dan Aya langsung dipanggil kedepan kelas oleh anggota OSIS yang sedang mengawas dikelas.
hey kamu, iya kamu yang berisik. cepat kedepan kelas! (perintah Tria selaku petugas OSIS sambil menunjuk Aya)
Aya pun tengsin sambil berjalan tertatih-tatih kedepan kelas. ia pun ditanyai oleh Tria dan saat itu pula awal perkenalannya dikelas
isshh, cerewet sekali (gumam Aya)
apa kau bilang? (tanya Tria)
ah, tidak. maksudku tadi hanya coba menyapa teman baru yang duduk disebelahku, hem.. soal kaki ini, tadi pagi aku terjatuh saat berlari (jawab Aya)
untung saja kau cantik (dalam benak Tria)
siapa namamu? (tanya Tria)
nama saya Aya (jawab Aya)
nama lengkap? (tanya Tria)
cahaya khatulistiwa (jawab Aya)
mari kita sambut Aya teman-teman! (ucap Tria)
hai, salam kenal Aya! (murid dikelas)
__ADS_1
nah, seperti itu cara yang benar bila ingin berkenalan dengan teman-teman kelasmu (ucap Tria)
orang ini sangat menjengkelkan (dalam benak Aya)
sebagai hukumannya kau harus membantuku mengabsen semua murid dikelas dan menulis di papan tulis, apa kau paham? (ucap Tria)
baik, kak (sahut Aya)
karena tindakan cerobohnya Aya pun dihukum untuk membantu tugas Tria selaku petugas OSIS yang mengawas di kelasnya, namun kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Tria untuk menggoda Aya, walau merasa risih Aya tidak melawan dan harus mematuhinya.
sementara Tara dan anggota MPK lainnya datang kedalam setiap kelas untuk mengecek berlangsungnya kegiatan MPLS karena jabatannya sebagai ketua MPK (majelis perwakilan kelas). setibanya dikelas Aya, tara pun mendapat laporan mengenai sikap tidak disiplin Aya karena tindakannya mengacau didalam kelas
permisi, selamat siang! (ucap Tara)
siang, kak senior! (sahut Tria)
... (Aya diam terkejut)
bagaimana kondisi dikelas ini? (tanya Tara)
siap, semuanya aman terkendali (jawab Tria)
dasar penjilat (dalam benak Aya)
hanya ada sedikit kendala, namun saya sudah mengatasinya (ucap Tria)
apa yang ia lakukan? (tanya Tara)
... (Tria mulai khawatir)
lapor, gadis ini bernama cahaya khatulistiwa dan ia melanggar disiplin dan mengacau dikelas. sebagai hukumannya saya tugaskan ia untuk membantu saya (jawab Tria)
hmm.. saya sudah tau. (ucap Tara)
maaf kak, maksudnya? (tanya Tria)
sudah biarkan ia duduk. (ucap Tara)
siap kak! (sahut Tria)
hey kau, silahkan duduk. (ucap Tria)
baik, terimakasih kak (sahut Aya)
huh.. akhirnya selamat (dalam benak Aya)
habis ini kau segera datang menghadapku (ucap Tara)
__ADS_1
siap kak senior! (Tria)
seusai itu Tara pun keluar kelas dan kegiatan MPLS kembali berjalan hingga tiba saatnya pulang.