
Diriku sebatas yang kau tau...., setakah yang kau lihat, diriku hanya sebatang perdu, melambai tertiup angin, meranggas terguyur panas, hanya setitik kasih yang selalu ku nanti untuk membasahi pelepahku...
______________________________________________
"Ratna..!!" panggil ku kepada pembantu baru ku yang baru satu bulan bekerja di rumahku. dia seorang janda kembang yang di tinggal mati oleh suaminya.
Sedangkan aku sudah berkeluarga, sudah dua tahun aku berumah tangga, aku adalah wanita pekerja kantoran, aku bekerja sebagai sekretaris dari sahabatku sendiri, sedang kan suami bukanlah pekerja kantoran, dia memiliki toko emas yang sangat besar, bahkan omset perharinya mencapai milyaran rupiah.
Meskipun suamiku bukan pengusaha besar, tapi kekayaan nya tidak kalah dari para pengusaha, sudah dua tahun kami menikah, namun sampai saat ini kami belum juga nikaruniai seorang anak. aku dan suamiku sudah periksa ke dokter, dokter bilang bahwa kami berdua baik baik saja, tapi sampai saat ini aku tak juga hamil, mungkin tuhan belum mempercayai janin itu tumbuh dalam rahimku.
Aku tidak ambil pusing, toh suamiku sangat mencintai aku, dan selama ini hubungan kami baik baik saja, dia tidak pernah mengeluh soal anak. jadi aku tidak perlu khawatir.
"Ratna!!" panggil ku sekali lagi, namun tetap tak ada sahutan, hingga aku menuju kamarnya di belakang, berkali kali aku memanggilnya, dia tidak juga menjawab.
Karna tidak sabar, aku membuka pintu kamarnya, dan benar saja dia tidak ada di dalam sana, karna tidak menemukan siapa siapa di sana ahirnya aku berniat keluar, tapi mata ini tak sengaja melihat sebuah pil, aku berjalan mendekat ke arah nakas di mana pil itu di taruh, aku mengambil pil itu dan memperhatikan nya.sejenak aku berpikir apakah pembantu baru ku sedang sakit? tapi tadi malam dia baik baik saja. lalu ini pil apa?
Aku merasa ada yang aneh dengan bentuk pil tersebut, karna jika aku sakit, dokter tidak pernah memberika pil semacam itu, aku berniat akan menanyakan nya nanti pada Ratna. ahirnya ku taruh kembali pil tersebut dan hendak keluar.
Tapi mata ini lagi lagi melihat sesuatu yang bikin aku penasaran setengah mati, ada benda mirip sebuah balon, tapi berwarna putih bening, karna terlalu penasaran aku mengambil tissu di nakas milik Ratna, lalu mengambil benda tersebut menggunakan tissu.
Aku membolak bali benda tersebut, mataku terbelalak, di dalam benda tersebut ada cairah berwarna putih kental, dengan bau yang sangat aku kenal, bau tersebut sering tercium mana kala aku berhubungan badan dengan suamiku.
__ADS_1
Entah kenapa tiba tiba jantung ini berdebar debar, rasanya jantungku bekerja lebih cepat dari biasanya, aku memang tidak pernah menggunakan benda tersebut saat melakukan penyatuan dengan suamiku, tapi aku tidaklah bodoh, benda tersebut adalah alat pengaman untuk mencegah kehamilan.
Tangan ini gemetar saat menaruh kembali benda tersebut di tempatnya, tiba tiba saja aku teringat dengan perubahan suamiku ahir ahir ini.
Ya allah... apakah benar suamiku telah berhianat, apa benar suamiku tega bersrlingkuh dengan pembantuku?
Pertanyaan itu terus berputar dalam hatiku, tapi aku tidak mau gegabah dan menuduh suamiku sebelum aku mendapatkan bukti, jika barang menjijikkan ini adalah milik suami dan pembantuku.
Aku keluar dari kamar pembantuku dengan perasaan campur aduk, aku begitu takut jika suamiku benar benar berselingkuh dengan pembantuku.
Bukan tidak mungkin suamiku akan tergoda oleh pesona pembantu baru ku itu, karna dari segi fisik Ratna memang cantik, kulitnya sawo matang, rambutnya lurus, hidungnya tidak terlalu mancung, ukuran orang desa Ratna memang sangat cantik. apalagi ukuran buah dada dan bokongnya sangat besar, itu nilai plus dari dia.
Tapi aku tolak tawaran itu, aku tidak mau menjadi model, aku lebih suka kerja kantoran seperti diriku saat ini, terkadang aku menjadi pusat perhatian saat menhadiri sebuah pesta dengan suamiku, banyak orang memuji kecantikan ku.
Lalu benarkah suamiku berselingkuh dengan pembantuku sendiri, bahkan dia sendiri pernah bilang, bahwa aku terlalu sempurna untuk dia.
Ya Allah memikirkan nya saja kepalaku terasa berdenyut, lalu aku harus berbuat apa, apa aku harus menyelidiki aktifitas suamiku, agar rasa penasaran ini terobati. semoga saja bukan suamiku yang berbuat tak senonoh dengan pembantuku itu.
Aku keluar dari kamar pembantuku dengan tergesa gesa, aku kembali ke kamar ku, bersiap siap untuk berangkat ke kantor pagi ini, tangan ini masih gemetar, saat aku berganti pakaian, mungkin hatiku terlalu terkejut dengan penemuan di dalam kamar perbantu ku tadi.
Aku kembali mengingat pil yang aku temukan tadi, karna terlalu penasaran aku mengambil ponsel, dan mencari informasi tentang pil yang aku temukan tadi, setelah masuk kelaman pencarian di internet, mataku kembali terbelalak.
__ADS_1
Ternyata pil yang kutemukan tadi adalah pil KB/ pil pencegah kehamilan. jantungku kembali berdetak tak beraturan, pikiranku menjadi kalut, apalagi saat ini suami dan pembantuku tidak ada di rumah, aku heran kemana mereka berdua.
Saat aku sedang membaca keterangan tentang pil tersebut, pintu kamarku tiba tiba di buka, sontak aku terkejut, sampai sampai ponselku jatuh di lantai, aku tak ubahnya seperti maling tertangkap basah, padahal aku tidak melakukan kesalahan.
mungkin karna aku terlalu panik dan terkejut dengan penemuan ku tadi.
"Kamu kenapa kok sampai terkejut gitu sayang?" tanya suamiku saat melihat aku seperti sedang tertangkap basah berbuat kesalahan.
"Tidak mas, aku hanya terkejut karna tiba tiba pintu nya di buka." dustaku pada suamiku tersebut, aku memasang senyum manis kearah suamiku.
Aku memicingkan mata saat melihat suamiku penuh dengan keringat, bahkan baju depan nya sampai basah dengan keringat. apa yang dia lakukan, apakah dia pergi lari pagi? tapi tidak mungkin, karna selama ini dia paling tidak suka berolahraga apalagi lari pagi.
"Kamu dari mana mas, kok bajunya penuh dengan keringat?" tanya ku pada pria yang sangat aku cintai tersebut.
"Ak-- aku habis lari pagi, sayang." sahutnya tergagap.
Suamiku memang tidak pandai untuk berbohong, aku bisa tahu jika dia sedang berbohong, namun aku tidak akan gegabah, aku akan membuktikan nya sendiri, benarkah dia berselingkuh atau tidak.
"Oooh.., ya udah aku berangkat ke kantor dulu,.oh ya mas, tolong nanti bilangin sama Ratna supaya ke pasar, uang dan catatan nya sudah aku taruh di dapur." pesan ku pada suamiku tersebut.
Suamiku hanya membalas dengan anggukan, dia langsung melipir ke dalam kamar mandi, makin kesini dia semakin aneh dan berubah, sikapnya sudah tidak seperti dulu. terkadang dia lupa hanya sekedar memberikan ciuman untuk ku saat akan pergi ke kantor.
__ADS_1