
Dibawah pohon rambutan yang berada dibelakang jejeran kelas 12 IPS, Tara dan Naura sedang menunggu jatuhnya buah dari si pemetik. Pinky dan Dion saat ini tengah berada di atas pohon masih memetik buah rambutan matang dan mengumpulkannya di kantong plastik yang mereka minta di kantin sebelumnya. Sementara Dion masih mengumpulkan buah, Pinky tengah asik memakan rambutan tersebut hingga kulitnya berjatuhan dimana-mana. Tentu saja Dion kesal melihatnya, tak terkecuali Tara dan Naura yang lebih kesal karena jadi sasaran pantolan kulit rambutan Pinky dibawah pohon.
"Pinky! Jangan buang kulitnya sembarangan dong kena nih kita, dasar!" Gerutu Tara membersihkan rambutnya akibat sampah sisa kulit rambutan yang Pinky buang tanpa melihat ke bawah.
"Iyya nih Pinky, jangan dimakan mulu! Metik aja dulu, makannya bareng-bareng donk!" Timpal Naura berkacak pinggang mendongak menatap Pinky diatasnya.
"Hehehe, Maaf yaa. Enak sih jadi gak berhenti makan" seru Pinky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian kembali memetik buah rambutan matang yang berada di atas kepalanya.
"Tuh Pinky dibelakang kamu banyak, petik semua sekalian udah pada merah semua sayang kalau tinggal busuk!" Ujar Dion berada sedikit diatasnya yang juga sedang memetik buah.
Pinky memang jagonya manjat pohon sebab dirinya kebiasaan sering manjakin pohon mangga tetangganya tanpa seijin pemilik. Dirinya terbiasa sedari kecil manjat pohon karena sang abang lah yang mengajarinya sampai-sampai Niko nyesal ajarin Pinky manjat dulu mungkin Pinky gak akan nyolong buah orang tanpa minta si empunya sekarang. Niko memang selalu mendapati amukan pemilik pohon yang Pinky panjat tanpa izin sedangkan anak itu lari entah kemana membuat sang abanglah yang jadi korban cerocos dari siempunya pohon. Bahkan Rara pun dia jadikan sebagai generasi penerusnya jago manjat pohon buah orang tanpa izin dahulu.
Pinky terlalu fokus memetik hingga tak menyadari dirinya sudah diujung ranting.
Kreekk
"PINKYYY AWASSSS!!!" Teriak serentak Naura, Tara dan Dion yang langsung menyadari.
Kreettakk
"ARGHHHH!" Teriak Pinky dirinya sudah jatuh ke bawah.
Pinky menutup mata takut, tapi kok rasanya aneh Pinky tak merasakan sakit padahal pohonnya lumayan tinggi "Kok gak sakit yaa?" gumamnya masih menutup mata.
"Hufff!" Serentak lega dari Naura, Tara dan Dion lagi.
Mendengar itu Pinky kemudian membuka matanya kaget seseorang telah menangkap dirinya yang hampir saja patah tulang jika sampai tubuhnya menyentuh tanah.
"Alvin!"
"Untung ada Alvin, kalau tidak mungkin saat ini tulang mu patah semua" celetuk Naura masih memegang dadanya akibat terkejut.
Alvin menurunkan Pinky dari gendongannya dan membantu membersihkan rambut Pinky yang kotor penuh daun dan ranting yang hinggap di rambutnya pas jatuh.
"Kamu gak papa kan? Lain kali hati-hati yah!"
"Hehehe, terima kasih yaa bang ganteng bisa-bisa Pinky sayang lagi hehehe" ucap Pinky masih sempatnya menggombal membuat Alvin tersenyum.
"Kamu sih gak hati-hati untung Alvin langsung datang menangkap kamu" timpal Tara geleng-geleng kepala dengan kelakuan sahabat anehnya itu.
__ADS_1
"Tangkap buahnya! Aku juga mau turun nih" ujar Dion langsung melempar 2 kantongan rambutan tersebut ke bawah langsung ditangkap Naura dan Tara. Kemudian dirinya menyusul turun langsung melompat dari ranting pohon yang tidak terlalu tinggi.
"Kok kalian berdua bisa disini?" Tanya Tara pada Alvin dan Kris yang sedari tadi berada dibelakang Alvin.
"Oh, gak sengaja aku dan Alvin liat kalian di jendela kelas lalu kita nyusul kesini. Mumpung mau makan rambutan kan ada yang langsung ngambilin gak repot mau manjat lagi, eh tiba-tiba Pinky jatuh pilingnya pas lagi Alvin jalan tepat dibawahnya langsung nangkep dia" jelas Kris mengambil seranting rambutan di kantongan yang dipegang Tara.
"Enak yaa kita yang manjat susah-susah kamu yang baru dateng langsung ngambil tanpa permisi gratis lagi?" Sindir Dion bersedekap tangan menatap Kris yang santai memakan rambutan hasil petikannya dan Pinky.
"Kan kalian ngambilnya banyak bisa dong bagi-bagi. Pelit amat" balas Kris menatap Dion santai seraya masih mencomot rambutan di mulutnya.
"Udah udah ah kek anak kecil aja kalian berdua, rambutan kok diributin. Mending kita duduk noh di gazebo situ!" Ujar Naura melerai sambil menunjuk Gazebo yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Pinky, gadis itu duduk diantara Alvin dan Kris. Tahukan kalau gadis itu sukanya sama cowok ganteng jangan heran lagi kalau dia duduk disela-sela mereka sambil memakan rambutan hasil petikannya santai tanpa risih padahal salah satu orang disebelahnya sedang risih didekatnya.
"Pinky disitu tuh banyak tempat kenapa harus ditengah-tengah kita sih, sempit tahu?" Gerutu Kris menoleh ke Pinky dan menunjuk tempat duduk disebelah Tara masih kosong yang cukup 4 orang lagi.
"Nyamannya disini doang bebeb Kris" ucap Pinky menampilkan cengir kudanya.
Alvin disebelahnya hanya sedari diam melihat tingkah Pinky yang amat menggemaskan baginya. Jarang ada perempuan sepertinya yang pernah ia temui. Pertama kali Alvin menemui gadis yang memiliki sifat terbuka seperti Pinky yang begitu menggemaskan dimatanya selalu saja Pinky membuatnya tersenyum.
"Bang Ipin!" Seru Pinky menoleh kearah Alvin disebelah kanannya.
"Namanya Alvin, Pinky. Nama orang bagus begitu kok kamu gantikan Ipin emang dia kembarannya Upin apa. Potongin 2 kambing kalau kamu mau gantiin nama orang! Orang tuanya kasih nama bagus malah kamu kasih nama Ipin, apaan tuh gak nyambung banget" Sewot Dion.
"Ada-ada aja kamu Pinky, pecicilan tahu gak?" cibir Naura membuat Pinky mencebikkan bibirnya kesal.
Ditengah obrolan mereka yang disuguhkan rambutan manis baru petik, seseorang tidak asing lagi menghampiri mereka. Tara yang sangat berhubungan dengan orang tersebut langsung tersenyum ria atas kehadirannya.
"Boby! Kamu ngapain kemari?"
"Kayaknya seru nih, aku gabung yaa?" Ujarnya langsung di anggukin Tara kemudian duduk disebelahnya. Dia adalah Boby pacarnya Tara sejak kelas 11. Boby berada dikelas 12 IPS 1 tetangga kelas Kris dan Alvin.
"Hadeuh, orang pacaran live tepat depan mata. Kita yang ngenes dibuat jiwa jomblo kita meronta-ronta" sindir Dion, tapi yang disindir malah menampakkan wajah santuy tak bersalah.
"Kita? Kamu aja kali. Aku dong udah ada cowok ganteng sebelahku 2 lagi" timpal Pinky sembari merangkul leher Kris dan Alvin. Kris yang dirangkul merasa risih berusaha untuk memindahkan tangan Pinky dilehernya namun sangatlah susah membuatnya menghela nafas pasrah. Sedangkan Alvin fine fine aja dirinya dirangkul gadis itu membuatnya tak melepas pandangannya dari Pinky yang begitu imut saat dilihat dari dekat.
"Itu sih kamu yang paksain Ky, lihat wajah Kris mulai kusam tuh. Bisa-bisa mati anak orang kau cekik Pinky" cibir Naura terkekeh melihat keadaan Kris yang mengenaskan.
"Kamu makan ya beb! Jangan hiraukan mereka anggap saja setan yang gangguin kita, hehehe!" Ucap Tara membuat semua yang dimaksud mencebikkan bibir mereka kesal tak terima dikatain setan.
__ADS_1
"Huss, jangan bicara begitu! Mereka teman-teman kita juga" ucap Boby meredakan suasana disambut anggukan setuju dari yang tersindir membuat Tara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehehe bercanda doang"
"Enak yaa kalau udah punya pacar, ada yang sayang dan merhatiin melulu" celetuk Naura membuat semua menatapnya.
"Ngapain mikir jauh-jauh Naura? Noh disebelah kamu kan ada cowok yang sama ngenesnya kek kamu. Sosor aja napa sih, hahaha!" Seru Pinky terkekeh membuat Naura kesal melemparkan kulit rambutannya pada Pinky yang tertawa. Sedangkan Dion yang ia maksud tak ketinggalan untuk menyerbu Pinky dengan kulit rambutannya juga.
"Ck. Nyadar dong! Disitu juga ngenes malah nyindir"
"Maaf yaa Pinky gak ngenes, nih buktinya ada cowok yang mau sama Pinky, kan bang Ipin?" Pinky tak mau kalah, dia menoleh kearah Alvin mendapat anggukan plus senyum manis dari si empunya.
"Iyain aja lah. Dimana-mana Pinky selalu benar" Dion kalah ngomong. Jika dia lanjutkan adu mulutnya dengan Pinky pasti tidak akan ada habisnya.
"Ayok bang Ipin aku yang ganteng antarin Pinky ke kelas! Takutnya ada yang nyulik nanti karena kecantikan dan keimutan Pinky tiada taranya!" Ajak Pinky narsisnya kembali sembari menarik lengan Alvin tanpa menunggu jawaban si empunya tapi Alvin mau saja jadi tidak apa-apa malahan dirinya dengan senang hati mengantar Pinky ke kelasnya padahal kelas Pinky hanya beberapa meter dari gazebo.
"PINKYYY TUNGGU!" Teriak serentak Dion dan Naura yang tak mau ketinggalan langsung berlari menyusul Pinky dan Alvin.
Tinggallah Tara lagi berpacaran dengan Boby dan satu lagi Kris yang sudah enek dibuat sendiri menyaksikan live tontonan sepasang kekasih. kesal juga Alvin meninggalkannya memilih beranjak menyisakan dua orang yang lagi sayang sayangan didepannya menodai matanya karena dirinya jomblo sama ngenesnya yang ninggalin dia sendirian disitu. Tak lupa dirinya pamit dahulu.
"Bob, Tar! Aku kembali juga yaa, soalnya pengen keluarin sesuatu di toilet ada yang mengganjal"
"Iyya! Jangan sampai keluar duluan sebelum nyampe toilet entar repot!" jawab Boby mengira jika Kris pamit karena kebelet buang air padahal nyatanya pengen muntah. Tanpa pikir panjang Kris langsung meninggalkan tempat itu menyisakan pasangan kekasih tersebut.
"Kebelet pipis kali ya?" Ujar Tara langsung di anggukin Boby yang berpikir sama dan kembali melanjutkan acara pacaran mereka hanya berdua gak ada lagi setannya.
🍀🍀🍀
**Hay hay hay 🤗
Maaf nih kalau masih banyak Typo ya 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, Coment and Vote 😉
Share juga yaa😆
Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.
__ADS_1
Salam manis dariku Maya May
Ig: @mayy_013**