
Senja, dimana cahaya jingga tercipta kala sore berganti malam. Pinky saksikan cahaya indah tersebut di balkon kamarnya dengan duduk santuy bersender di kursi empuknya yang berbentuk bola.
Jangan lupakan seseorang di sebelahnya juga ikut bersender di kursi empuk satunya lagi. Dia adalah Rara juga ikut menikmati indahnya senja terpampang di balkon kamar Pinky seraya memakai kacamata punya Pinky yang entah dari mana dapatnya benda itu padahal kacamata itu baru Pinky beli kemarin di mall. Entah dari mana pula datangnya bocah itu tanpa undangan langsung ikut santuy di sebelah Pinky tapi biarlah Pinky B aja dari pada harus sendiri kan rasa jomblo. Emang anaknya jomblo sih.
Sambil menikmati senja yang mulai berganti malam kelabu, tak lupa cemilan tersaji ditengah-tengah mereka. Cookies coklat dan susu menambah suasana nyaman mereka.
"Kak Pink, bosan gak sih dari tadi senja melulu di perhatiin? Sudah hilang noh senjanya" celetuk Rara sembari mengunyah cookies ditangannya.
"Kamu yang ngapain disitu Ra? Emang di rumah kamu gak ada balkonnya apa?" Tanya balik Pinky masih bersender dalam keadaan menutup matanya.
"Mau numpang makan sih kak Pink. Nunggu Mama Mira selesai masak dulu hehehe"
"Emang mama kamu gak masak Ra?"
"Gak, Mama diajak papa pergi keluar makan malam romantisan tanpa ngajak Rara dan Kak Rio. Tega emang" Ucap Rara sok dramatisan untuk kata terakhirnya.
"Kalau kamu ikut nantinya ngeganggu pasti malam romantis mama dan papa kamu. Paling nanti kamu minta ini itu, makanya kamu gak dibawa serta Ra"
"Kok gitu sih?"
"Yaa emang gitu. Diam kau Ra! Aku mau tidur bentar. Bangunin yah kalau mama udah manggil makan malam!"
"Ashiap bos ku!"
Beberapa menit kemudian Pinky tertidur dalam keadaan mulut menganga serta iler tertetes. Melihat Pinky tertidur kemudian Rara mengambil handphonenya yang telah ia siapkan dari rumahnya sebelum ke rumah Pinky karena itu memang tujuan awalnya berada di rumah Pinky saat ini.
Cekrek Cekrek Cekrek
Berkali-kali Rara menekan tombol kamera mengambil foto Pinky dalam keadaan tertidur tanpa Pinky sadari. Beberapa foto sengaja ia ambil dalam posisi aneh untuk mendapatkan foto Pinky yang lucu bahkan lubang hidung dan iler Pinky pun ia ambil. Entah apa rencana bocah cilik penerus Pinky itu.
"Hehehe" kekeh Rara puas sembari menggeser-geser layar handphonenya yang menampilkan hasil foto Pinky ia ambil.
"PINKY! RARA! MAKANAN SUDAH SIAP. KALIAN CEPAT TURUN!" Teriak Mira dari dapur bawah membuat Rara cepat menyimpan handphonenya dalam saku.
"Kak Pink, Kak Pinky, Kak bangun mama Mira udah panggil tuh!" Seru Rara menggoyang-goyangkan lengan Pinky untuk membuatnya bangun.
"Ennghh, apa?" Ucap Pinky sembari mengelap liurnya yang tersisa diujung bibirnya.
"Mama Mira udah panggil tuh, ayok kita turun perut Rara mau cepat di isi!".
__ADS_1
Belum juga terlalu sadar, Rara langsung menarik tangan Pinky mengikutinya menuju kemeja makan dengan langkah gontai khas orang bangun tidur.
"Wah banyak banget ma? Enak semua pasti, mama Mira emang jago masak" puji Rara, matanya berbinar melihat berbagai makanan tersaji penuh di atas meja berada dihadapannya.
"Tentu dong, mama gitu loh. Ayok cepat makan supaya kamu cepat besar gak cebol terus!" Titah Mira langsung dilaksanakan oleh Rara disusul oleh Pinky, Niko, dan Martin sang papa.
"Wihh.. enak banget ma!" Seru Rara menikmati paha ayam ditangannya membuat semua menoleh kepadanya.
"Kayak baru aja kamu makan di sini Ra? padahal tiap hari kamu disini. Kek orang gak makan setahun lagi" Timpal Pinky menatap jengah bocah cilik pandai caper didepannya.
"Hahaha, jangan sungkan kalau Rara makan disini terus yaa! Ayo makan yang banyak biar cepat besar!" Ujar Martin tersenyum simpul seraya mengusap lembut kepala Rara.
"Wah tentu Rara pasti akan selalu ke sini hehehe. Papa Martin dan Mama Mira emang The best"
"Dasar bocah kencur" cibir Pinky tidak di perduli kan oleh Rara.
"Kalau dilihat-lihat nih bocah persis Pinky waktu kecil kan Pa?" Celetuk Niko juga memerhatikan Rara meminta pendapat sang papa langsung di anggukin setuju.
"Apaan sih, Gemesin aku dulu dari pada nih bocah" bantah Pinky menggigit kasar paha ayam ditangannya kesal.
"Udah berantemnya, makan dulu!" Titah Mira menyusul duduk di sebelah sang suami.
"Ahhh... Kenyang banget, makanan mama Mira emang the best gak kalah pokoknya masakan mama di rumah" celetuk Rara puas bersandar pada kursinya seraya mengusap perutnya buncit karena kekenyangan.
"Kayak gak kamu aja Pinky. Gak beda jauh juga kamu sama kayak Rara. Liat noh piring kamu 4 tumpuk sudah bersih makanan. Padahal makan banyak tapi badan kecil juga gak tumbuh-tumbuh" balik cibir Niko menatap 4 piring telah kosong didepan Pinky. Dirinya heran mengapa dia bisa dikaruniai adik dongkol seperti ini yang tingkahnya saja sangat beda darinya 180°.
"Aku wajar karena masa pertumbuhan pasti butuh asupan banyak. Nah dia masih kecil, makannya melebihi batas dari anak seusianya bang" ucap Pinky tak mau kalah.
"Kan sama aja kek kamu masa pertumbuhan juga butuh asupan dan punya perut karet. Gak tahu mama sampai ngidam apaan dulu hingga ngeluarin kamu" cibir Niko lagi membuat Pinky menatapnya tajam setajam silet.
"Ck, dasar kak Pinky gak tahu diri. Wlee" ledek Rara berada di pihak Niko.
"Udah udah kayak anak kecil saja kalian, mama mau beresin meja dulu. Cepat bantuin mama Pinky sama Rara juga!" Perintah Mira mulai mengumpulkan piring kotor tandas di atas meja. Rara dan Pinky pun ikut membantu sang mama mengumpulkan piring kotornya masing-masing lalu membawanya ke westapel cuci piring.
Usai membantu mama Mira akhirnya Rara pulang ke rumahnya, Dia langsung menuju ke kamar sang abang setelah melaksanakan tujuannya berkunjung ke rumah Pinky tadi atas perintah Rio sebelumnya.
Tok.. Tok.. Tok
Mendengar ketokan Pintu dari luar kamarnya membuat Rio melepas earphone dari telinganya dan membuka pintu.
__ADS_1
Ceklek
"Eh Ra, udah dapat ya?" Tanya Rio mempersilahkan Rara memasuki kamarnya dan duduk ditepi ranjangnya lalu ia menyusul duduk di hadapan sang adik.
"Udah dong bang, Rara gitu loh. Tapi ada bayarannya ya bang?"
"Iyya pasti ada, mana pesanan abang?"
Rara kemudian mengambil handphone dari sakunya, lalu membuka galeri dan memperlihatkan beberapa foto Pinky yang telah ia ambil saat di rumah Pinky tanpa sepengetahuan si empunya. Baru saja Rio ingin mengambil handphone tersebut tapi Rara menariknya kembali.
"Bayaran dulu baru ada barang bang!" Sahut Rara menyodorkan telapak tangan kosongnya didepan sang abang.
"Nih!" Rio menaruh selembar uang 20 pada telapak tangan Rara kemudian menarik handphone ditangan Rara satunya lagi.
"Apaan nih bang gak sebanding amat" Keluh Rara tak terima melihat uang hanya selembar pada tangannya.
"Masih mending aku kasih kamu uang itu dari pada gak sama sekali. Kamu masih abang hukum, kamu gak ingat salah kamu ambil diam-diam foto aneh abang terus jual ke Pinky" tutur Rio seraya fokus pada foto-foto Pinky hasil jepretan Rara yang menurutnya menggemaskan dan lucu.
"Kan Rara udah minta maaf bang, sensi amat sama adik sendiri padahal tuh jepretan susah loh Rara ambil, nunggu Kak Pinky nya tidur dulu. abang gak tahu kalau menunggu itu berat biar abang saja!" Ucap Rara sok mendramatisir kata-kata terakhirnya.
"Lebay kamu Ra, siapa ngajarin kamu sih" Rio mengalihkan pandangannya dari layar hp menatap jengah sang adik.
"Siapa lagi kalau bukan calon kakak ipar gesrek aku yang abang sukai. nih yaa bang, nanti kalau ada kesempatan Rara pasti ngambil foto kak Pinky lagi deh, tapi tambahin uangnya dong! Dan Rara janji gak bakal ambil foto aneh abang lagi, gimana?"
"Nih!" Rio merogoh sakunya lalu memberi Rara selembar uang lagi tapi hanya bernilai 10 ribu mampu membuat Rara melongo.
"Apaan nih bang, 10 ribu doang tambahannya, sama aja kalau gitu mah. Abang pelit banget sih sama adik sendiri"
"Kalau gak mau sini abang ambil lagi"
baru saja Rio ingin mengambil kembali selembar uang 10 tersebut ditangan Rara tapi di tarik duluan oleh si empunya tangan.
"Iya deh, Rara keluar ya bang" pamit Rara seraya mengerucutkan bibirnya cemberut sebal dan Rio hanya menganggukkan kepalanya lebih memilih fokus pada foto-foto Pinky yang menggemaskan baginya membuatnya tak berhenti ketawa menatap foto tersebut.
"Sungguh kamu gadis yang menggemaskan membuatku tak bisa fokus apapun selain kamu dipikiran ku Pinky" gumam Rio kembali terkekeh melihat foto tidur aneh Pinky yang menurutnya menggemaskan saat dipandang.
🌼🌼🌼
**Hay Hay Hay 🤗
__ADS_1
Bantu Like and Vote nya Readears 🥰
Salam manis dari ku yaa😘**