Pinky

Pinky
Kondangan


__ADS_3

Malam hari, Pinky saat ini berada didepan hotel berbintang lima sebagai pasangan abangnya yang lagi jones untuk menghadiri pesta pernikahan rekan kerja Niko. Sebenarnya Pinky menolak untuk menemani Niko tapi abang jonesnya itu tak henti-hentinya membujuknya sedari sore untuk menjadi pasangannya agar diri sang abang tidak dikatain jones oleh rekan-rekan kerjanya.


Flashback On


"Pinky mau yah jadi pasangan abang pergi ke pernikahan temen rekan kerja abang! Yah yah yah!" Bujuk Niko mengeluarkan jurus puppy eyes nya disertai mengatupkan kedua tangannya dihadapan Pinky yang menatapnya jengah.


"Aishh, Abang sih masih saja jones. Buat apa tuh wajah ganteng abang kalau gak dipake mancing cewek cantik? Ahh.. jangan-jangan Abang gak suka cewek yaa?" Duga Pinky menyipitkan matanya menatap abangnya membuat Niko membulatkan matanya.


"Bukannya abang gak suka cewek tapi belum ada yang pas buat abang. Banyak kok yang suka sama abang ganteng mu ini tapi belum ada yang menarik di hati abang gitu" jelas Niko sok meninggikan diri sendiri membuat Pinky menatapnya jengah lagi.


"Kenapa harus Pinky sih? Abang sewa aja wanita cantik, abang kan banyak uang. Males tahu jadi pasangan abang dikira nanti Pinky udah gak jomblo kalau nyampe di pesta pasti banyak tuh cogan, gak bisa lagi dong Pinky tebar pesona gegara jadi pasangan abang" ucap Pinky tetap menolak.


"Ngapain cari lain kalau ada didepan mata abang, Adik abang kan udah cantik dari pada harus nyari lagi. Bahkan cantikan adik abang dari pada wanita-wanita diluar sana, iya kan?" Gombal Niko menaikturunkan alisnya berusaha membujuk si adik.


"Nanti abang gaji deh atau abang belikan album BTS keluaran terbaru mau tidak?" Lanjut Niko berusaha membujuk dengan cara lain. Menurutnya kali ini pasti berhasil jika mengenai benda yang berhubungan KPop kesukaan Pinky.


"Hmmm... Mau deh tapi abang belikan juga yaa gaun cantik untuk Pinky pakai malam ini!"


"Iya iya deh, apasih yang tidak buat adik abang yang imut sedunia ini"


Flashback Off


Pinky nampak cantik dengan dress selutut berwarna merah maron serasi dengan tuxedo hitam dipadukan dalaman kemeja merah maron juga serta dasi hitam mengkilap yang dipakai oleh Niko membuat mereka seperti pasangan couple. Tapi nyatanya untuk menutupi kejonesan sang abang yang memanfaatkan Pinky jadi pasangannya malam ini.


Altar pernikahan begitu megah dan indah membuat mata Pinky takjub. Dirinya tak berhenti menikmati keindahan bunga-bunga serba merah muda mengelilingi altar. Genggaman tangannya tak lepas dari lengan sang abang.


"Hay Bro!" Sapa pengantin pria sembari berjabat tangan Bro ala mereka.


"Wah, selamat yaa atas pernikahan kalian" ucap Niko.


"Terima kasih!" Ucap si pengantin wanita sedari berada disebelah pengantin pria.


"Ini siapa Nik?" Tanya si pengantin Pria melihat Pinky disebelah Niko masih merangkul lengan sang abang.


"Dia adalah pasangan ku malam ini. Namanya Navinky. Pinky perkenalkan ini Mario dan istrinya Alina" ujar Niko seraya memperkenalkan kedua pengantin rekan kerjanya kepada Pinky.


"Pinky!" Ucap Pinky seraya berjabat tangan kepada kedua pasangan pengantin itu. Dia juga cipika-cipiki kepada pengantin wanita.

__ADS_1


"Nama yang imut seperti orangnya" puji si pengantin pria yang bernama Mario itu.


"Ahaha... Terima kasih!" Pinky tersipu malu dalam hatinya tentu tidak menolak pujian the best baginya barusan. Menurutnya kali ini teman abangnya itu memang mempunyai selera sempurna memuji orang berdasarkan fakta.


"Kalau begitu aku ingin bergabung dengan teman kita yang lain! Tamu undangan lainnya sudah banyak mengantri dibelakang mungkin kita kelamaan saling menyapanya, hahaha" Pamit Niko pada Mario.


"Iya, selesai ini aku akan menyusul kumpul juga bersama lainnya. Kamu duluan saja dan nikmatilah makanannya bersama pasanganmu!"


"Abang! Aku sangat lapar, aku ingin makan dahulu. Abang saja yang ngumpul bareng rekan kerjamu usai makan aku pasti akan menyusul abang nanti. Cup cake nya terlihat enak aku ke sana yah bang?" Bisik Pinky. Matanya berbinar melihat cup cake cantik tersusun rapi dimeja dessert tak jauh dari tempat mereka berdiri yang sangat menggiurkan baginya seakan-akan air liurnya ingin menetes melihat krim berwarna-warni menghiasi cup cake tersebut.


"Baiklah, tapi kamu jangan berbuat ulah! Jika kamu selesai abang duduk bersama teman-teman abang di situ!" Ucap Niko menunjuk meja yang sudah dipenuhi beberapa teman kerjanya yang juga sudah datang sebagai tamu undangan.


"Ashiap" singkat Pinky antusias langsung berlari kecil menuju meja tempat kue-kue enak nan cantik tersusun.


Niko geleng-geleng kepala melihat tingkah laku adiknya itu. Tanpa pikir panjang dia menghampiri rekan-rekan teman kerjanya yang sudah berkumpul. Ada yang memiliki pasangan ada pula yang tidak.


Disisi lain, seseorang memerhatikan Pinky dari lantai dua sembari meminum anggur.


"Bukannya itu adalah gadis aneh yang mengerjai ku lalu. Tapi mengapa dia berada disini? Dia terlihat cantik malam ini dengan dress itu. Sangat terlihat berbeda penampilannya sejak terakhir bertemu. Apakah dia disini bersama pasangannya yang seorang dokter itu? Lalu dimana Pria itu kenapa tidak bersamanya?" Tanya Pria yang memerhatikan Pinky dari atas dalam hatinya.


Penasaran, Dia akhirnya memutuskan menuruni tangga menghampiri Pinky yang sibuk menikmati ria berbagai kue manis penuh di mulutnya.


"Telan dulu! Tingkahmu tak sesuai dengan penampilan saat ini seperti anak kecil saja" cibir Geri tidak didengar jelas Pinky hanya kata Telan dulu yang ia dengar jelas membuatnya sibuk menelan makanan penuh dalam mulutnya tanpa mendengar lanjutannya.


"Bang triplek ngapain disini? Ngikutin Pinky yaa? Jangan-jangan bang ganteng stalker Pinky lagi?" Tanya Pinky duga-duga seraya menaikturunkan alisnya menatap centil Gery.


"Jangan besar kepala, saya disini juga sebagai tamu undangan. Kamu gak lihat saya terlihat rapi dan sangat tampan malam ini"


Pinky kemudian melihat Gery dari bawah keatas yang memang sangat rapi dan sangat tampan walaupun pria itu memang selalu terlihat tampan dari sisi manapun atau memakai setelan apapun tetap saja keren begitu juga malam ini dirinya tampak sempurna dengan tuxedo biru navy dengan dalaman kemeja putih disertai rambutnya tampak menawan menambah kesan rupawannya.


"Hmmm" Pinky manggut-manggut menanggapinya lalu melanjutkan kembali menikmati cup cake penuh di piringnya.


"Kamu dengan siapa ke pesta ini? Apakah kamu dengan pasanganmu? Lalu pasangan mu dimana, kenapa kamu sendiri disini?"


"Dia bersama teman-teman dokternya di sana. Bosan rasanya jika aku ikut dengan dia pasti obrolannya tentang pekerjaan melulu mending aku pilih memakan cup cake enak disini yang lebih penting semuanya gratis makan sepuasnya" Jelas Pinky masih mencomot cup cake ditangannya hingga mulutnya belepotan krim.


"Memang yaa kamu tidak lebih dari bocah makan pun masih berantakan" cibir Gery lalu mengambil selembar tissue di meja dessert sebelahnya dan langsung membantu Pinky mengelap bibir gadis itu yang belepotan krim menggunakan tangannya sendiri. Matanya tak lepas dari bibir tipis Pinky yang berwarna merah muda. Bibir itu mengingatkannya saat Pinky mencium tangannya terakhir ketemu terasa kenyal. Rasanya dia ingin menyentuh kembali bibir itu sangat menggemaskan memang hingga matanya tak lepas dari bibir Pinky.

__ADS_1


"Terima kasih yaa babang triplek gantengnya Pinky" Ucap Pinky sembari menampakkan cengir kudanya membuat Geri sadar langsung memalingkan wajahnya karena salah tingkah.


"Nama ku Gery bukan bang triplek jangan panggil dengan sebutan itu lagi!" Elak Gery tak terima dengan sebutan triplek untuknya. Gadis itu kemudian menatapnya sebentar lalu terkekeh.


"Bang triplek kenapa sih? Lagi PMS ya hari ini sensitif amat kek cewek. Lagian tuh ya sebutan itu tanda sayang aku khusus untuk babang Gery salut yang ganteng"


"Pasangan kamu malam ini apakah dia pacarmu?" Tanya Gery ragu-ragu. Mendengar ucapan Gery, Pinky menghentikan makannya lalu menatap Gery balik.


"Dia adalah Ab_"


"PINKY!" Panggil seseorang tak jauh dari mereka berdiri. Ucapan Pinky terpotong membuatnya menoleh ke empunya suara yang memanggilnya ternyata Niko abangnya.


"Kenapa kamu lama sekali sih makannya?" Tanya Niko lalu menoleh kesebelah Pinky melihat pria tak asing dimatanya.


"Bukannya Anda yang di taman waktu itukan?"


"Yah, Nama saya Gery Mahesa. Saya juga yang waktu itu membawa Pinky ke rumah sakit" ucap Geri seraya mengulurkan tangannya memperkenalkan.


"Ah, pantas saja saya sedikit familiar dengan wajah anda di taman waktu itu" ucap Niko sembari membalas uluran tangan Gery.


Usai melepas jabat tangan mereka, Gery kemudian memerhatikan tampilan keduanya terlihat couple seperti pasangan serasi saja. Dirinya belum tahu jika Pinky dan Niko adalah saudara kandung. Jujur saat ini Gery tidak suka dengan tampilan keduanya yang terlihat couple. Apalagi gadis itu berdandan cantik demi pasangannya tersebut bukan untuk dirinya. Senyum gadis itu pun bukan untuk dirinya saja.


"Kenapa aku kesal sekali melihat dia bersama pria lain. Harusnya aku yang berada ditempat itu, hanya aku yang cocok bukan pria lain" Batin Gery mulai tersenyum licik melihat pasangan didepannya tak suka.


πŸ€πŸ€πŸ€


**Hay hay hay πŸ€—


Maaf yaa jika masih banyak Typo πŸ™


Dan jangan lupa tinggalkan jejak πŸ˜‰


Like, Coment dan Vote yaa


Share juga yaa☺️


Salam manis dariku Maya May πŸ₯°

__ADS_1


Selamat bermalam mingguπŸ™ƒ**


__ADS_2