Pinky

Pinky
Kondangan (2)


__ADS_3

Belum juga puas dengan beberapa cup cake, Pinky masih melanjutkan memakan sate daging di piringnya yang sudah tercampur dengan kue manis, entah apa rasanya itu yang jelas saat ini perutnya belum kenyang. Niko yang melihatnya hanya mampu geleng-geleng kepala.


"Apakah perut mu itu adalah perut karet? Kamu jangan makan kebanyakan bisa-bisa kamu akan memuntahkannya kembali!" Tegur Niko tidak dipedulikan sama sekali oleh Pinky. Gadis itu lebih fokus pada makanannya yang menggiurkan. Baginya nikmatilah yang ada mumpung semua gratis. Yaa itulah kamus gadis pecicilan itu.


Gery yang juga masih berada didekat mereka, dirinya merasa sebagai orang ketiga. Bagaimana tidak, dari tadi dirinya tidak dipedulikan sama sekali oleh kedua kakak beradik itu yang belum diketahui identitas mereka olehnya. Gelas anggur ditangannya sudah di remas keras sebagai pelampiasan rasa kesalnya melihat pasangan didepannya.


"Abang ingin kembali berbaur bersama teman-teman abang. Jika kamu selesai makan hampiri abang yah! Jangan sampai kamu berbuat ulah!" Ucap Niko seraya mengusap kepala adik nakalnya itu sayang langsung mendapat anggukan Pinky. Gery yang melihat itu, mood nya bertambah kesal hanya mampu meremas erat gelas anggurnya.


Melihat Niko hilang dari hadapannya tentu membuat Gery senang. Akhirnya orang yang merusak pemandangan matanya jauh juga membuatnya bisa menggantikan posisinya berduaan dengan gadis aneh yang membuatnya jatuh hati sejak terakhir ketemu siapa lagi kalau bukan Pinky. Gadis yang tengah sibuk mementingkan makannya dibanding harus memerhatikan sekitar layaknya dunia sendiri.


Gery tersenyum simpul melihat tingkah makan Pinky yang kekanakan begitu menggemaskan dimatanya.


Tek Tek Tek


Suara ketukan microfon dari atas panggung membuat semua tamu undangan menoleh kearah MC pria berjas hitam.


"Para hadirin sekalian! Tiba saatnya pasangan pengantin baru ini akan melempar buket bunganya. Harap para tamu yang ingin cepat menyusul seperti pengantin baru kita ini untuk bersiap-siap! Siapakah yang beruntung mendapatkan buket bunga sang pengantin" Ucap MC itu langsung ditanggapin oleh seluruh tamu undangan terutama para wanita yang sangat menantikan ini. Tentu saja siapa yang tak mau ingin segera menikah seperti kedua pengantin di atas. Mereka yang ingin mendapatkan buket bunga tersebut langsung berkerumun dibawah panggung terutama para wanita yang sudah memadati barisan depan dengan mata berbinar.


Jangan ditanyakan lagi, Pinky tentu sangat tertarik dengan ini. Dia langsung meletakkan piring makanannya yang belum tandas dimeja dan langsung ikut dalam kerumunan wanita di barisan depan. Hal ini menarik pastinya untuk dicoba.


Gery terkejut, Pinky hilang dari hadapannya dalam sekejap karena dirinya hanya menoleh sebentar kearah MC dipanggung lalu kembali melirik Pinky sudah tidak ada dihadapannya menyisakan piring makanannya di meja.


"Aishhh.. Kemana lagi bocah bandel itu? Selalu saja membuat orang khawatir" gumamnya. Tanpa pikir panjang, Gery mencari keberadaan Pinky. Gery bukan khawatir bocah itu kenapa-kenapa tapi khawatir jika mata gadis genit itu mencari incaran pria lain untuk dijadikan abang-abang kesayangannya yang selalu ia gombal setiap saat. Gery khawatir itu terjadi, cukup dirinya yang bisa mendengar gombalan maut Pinky sampai kebawa mimpi.


"Bersiap kepada pasangan pengantin baru untuk melemparkan bunganya kepada para tamu yang sudah menunggu dan siap sedia!" Ucap MC pria itu langsung dilaksanakan oleh pasangan pengantin baru tersebut.


Di atas panggung, pengantin wanita dan pria bersiap bersama-sama memegang buket bunga dengan menghadap depan membelakangi para tamu undangan yang siap menerima bunga tersebut. Apalagi para wanita yang sudah sangat siap dibarisan depan dan Pinky salah satunya terhimpit ditengah-tengah kerumunan wanita tersebut.


"Ayo mulai hitungannya bersama-sama!" Titah MC pria tersebut langsung diikuti serentak oleh seluruh tamu undangan bersorak.


Satu... Dua... Tiga lemparrr!

__ADS_1


Buket bunga langsung terlempar kebelakang, para tamu undangan dengan cepat berebut tempat kearah bunga itu terjatuh Dan HAP. seseorang melompat, Satu tangan menjulang keatas menangkap buket bunga tersebut membuat suasana yang tadinya riuh teriakan langsung hening seketika.


"YEAHHH.. AKU DAPAT!" Teriak antusias dari seseorang yang berhasil mendapatkan buket bunga itu hingga suaranya bergema dalam ruangan mampu membuat para tamu undangan langsung menoleh kearahnya. Yaa siapa lagi yang bisa berbuat ulah seperti itu kalau bukan Pinky.


Niko dan Gery yang sangat mengenal suara teriakan itu ikut menatap kearah sumber paling menonjol di antara kerumunan wanita-wanita barisan depan karena tangan Pinky memegang buket bunga di udara dengan senyum lebarnya. Tentu membuat Niko dan Gery melongo dengan tingkah Pinky yang tidak bisa diam itu.


"Selamat untuk gadis muda yang beruntung mendapat buket bunga dari sang pengantin. Buat siapakah bunga itu? Siapakah yang beruntung bisa bersama gadis manis ini?" Ucap MC disusul tepukan riuh dari para undangan lain dan pasangan pengantin tentunya.


"Gadis manis bisa maju ke depan!" Seru MC pria itu. Tanpa pikir panjang Pinky naik ke panggung dan menerima microfon dari si MC.


"Saya Navinky Altasyah yang cantik dan imut akan memberikan khusus untuk ABANGG KESAYANGAN SAYA NIKO, SEMOGA CEPAT MENYUSUL KEJENJANG PERNIKAHAN JUGA HAHAHA" Teriak Pinky terkekeh membuat Niko melongo tak percaya. Pinky kemudian turun dari panggung menghampiri sang abang Niko yang berdiri mematung ditempat bersama teman-teman rekan kerjanya yang juga terpaku menyimak Pinky mendekati meja mereka.


Disisi lain, Gery tentunya geram apa yang disaksikannya barusan. Gadis yang membuatnya jatuh hati menangkap buket bunga bukan untuknya melainkan untuk pria lain. Tangannya mengepal kuat melihat gadis yang disukainya menghampiri pria lain dengan membawa buket bunga pernikahan. Pikirnya bahwa Pinky ingin cepat menyusul menikah juga bersama pria itu padahal kenyataannya bukan itu.


"Nih bang bunganya, untuk abang seorang biar cepet dapet jodoh dan cepet menikah supaya gak nyusahin Pinky lagi!" Ujar Pinky seraya menyodorkan buket bunga indah itu pada abangnya yang masih melotot menyaksikan Pinky sekarang ini. Ucapan Pinky tidak didengar Gery karena jarak mereka memang jauh jadi Gery belum mengetahui status hubungan keduanya, masih berpikir bahwa Pinky dan Niko adalah pasangan saling mencintai.


"Terima, terima, terima!" Serentak dari teman-teman Niko yang menyaksikan live interaksi kakak beradik itu membuat Niko sadar dari matungnya langsung menerima dan menatap bunga pemberian adik nakalnya itu. Kali ini dirinya tidak marah malah tersenyum kemudian menatap Pinky yang juga tersenyum ria kepadanya.


Melihat Niko mengelus rambut Pinky sambil tersenyum tulus membuat Gery kesal mengepal kedua tangannya keras langsung menghampiri Pinky dan menariknya keluar.


Pinky terkejut, tangannya tiba-tiba ditarik paksa oleh seseorang begitupun dengan Niko dan beberapa teman rekan kerjanya yang menyaksikan. Takut adiknya kenapa-kenapa membuat Niko tak tinggal diam langsung ikut menyusul mereka keluar.


Gery menarik paksa tangan Pinky hingga membuat si empunya meringis kesakitan. Gery membawanya ke taman air mancur luar hotel. Sampai, Gery kemudian melepas genggaman kerasnya dari pergelangan Pinky langsung menatap tajam gadis itu.


"Bang triplek kenapa sih? Sakit nih tangan Pinky abang tarik, lagi PMS betulan gak sih?" keluh Pinky sembari mengusap pergelangan tangannya yang merah akibat Gery menggenggamnya kuat.


"Kamu apa-apaan sih, kenapa kamu langsung mengajak orang yang baru kamu kenal untuk menikah denganmu? Dia orang asing, kamu baru saja bertemu orang asing itu di rumah sakit saat saya membawamu ke sana. Saking sayangnya kah kamu hingga ingin mengajaknya untuk menikah secepatnya, gitu? Kamu masih SMA Pinky!" Geram Gery tak tertahan lagi membuat Pinky mengerutkan kening menatapnya heran.


BUGH!


Kepalan tinju tiba-tiba mendarat di pelipis Gery hingga mengeluarkan darah dari bibirnya. Pinky yang menyaksikan langsung menutup mulutnya terkejut oleh aksi Niko barusan. Niko sudah geram, adik satu-satunya dibentak oleh orang asing hingga tangannya pun ikut bertindak kemudian dia mengangkat kerah leher Gery, Niko sungguh marah tak tertahan lagi sudah di ubun-ubun.

__ADS_1


"Maksud kamu apa membawa paksa Pinky keluar seperti itu? Emangnya kamu siapa HAH?" Teriak Niko didepan wajah Gery. Tangannya masih memegang erat kerah baju Gery.


"Hahaha, Kamu yang siapa? Langsung mengajak Pinky menikah padahal dia masih SMA HAH!" Balas Gery tak mau kalah langsung mendapatkan tinjuan kedua dari Niko.


BUGH!


Tak tahan melihat situasi sekarang, Pinky langsung melerai paksa keduanya.


"Bang triplek kenapa sih? Siapa yang mau menikah, dia itu abang saya kakak kandung saya. Buat apa saya menikahi saudara kandung saya sendiri. Saya memberi bunga itu supaya abang saya cepet menikah gak jones lagi" jelas Pinky membuat Gery langsung membulatkan matanya tak percaya. Benarkah yang Pinky katakan barusan. Kemudian dia menatap Niko kembali menatapnya tajam seperti mau memakannya habis membuatnya menelan ludah kasar.


"Be_benar k_kah i_itu?" Gery tergagap masih tak percaya apa yang ia buat barusan langsung di anggukin Pinky . Pikirnya setelah ini mungkin restu akan sulit didapatkan.


"Ayo kita pulang! Jangan dijelaskan lagi padanya! Kita Pulang, Mama dan Papa pasti khawatir" Timpal Niko langsung menarik Pinky meninggalkan tempat itu dan menuju ke mobil untuk secepatnya pulang menjauhkan adiknya dari orang asing yang membentak Pinky barusan.


Pinky melambaikan tangannya kepada Gery yang masih mematung tak percaya apa yang ia perbuat. Pasti kedepannya akan lebih sulit untuk mendapat gadis yang membuatnya jatuh hati. Menyesal tentu, kenapa dia tidak terlebih dahulu mengetahui sebenarnya malah berpikir yang tidak-tidak membuatnya mengusap kasar wajahnya.


"Arghhhh!!! Bodohnya Aku"


🌼🌼🌼


**Hay hay hay πŸ€—


Maafkan aku jika banyak Typo nya πŸ™


Soalnya masih proses belajar loh


Jgn lupa tinggalkan jejak πŸ˜‰


Like, Coment dan Vote


Share juga yaaπŸ™ƒ

__ADS_1


Salam manis dari Maya MayπŸ₯°**


__ADS_2