Pinky

Pinky
Mangsa Baru Pinky


__ADS_3

Pulang sekolah Pinky berjalan menelusuri jalan raya sendirian, sebenarnya inginnya pulang bareng sama Rio dan disetujui tapi tiba-tiba pengumuman sekolah mengumumkan OSIS masih harus tinggal tentu saja Rio tinggal disekolah karena dia ketua OSIS. Malas rasanya Pinky menunggu 1 jam lamanya karena menunggu itu berat biar orang lain saja tapi orang lain itu siapa?.


Padahal bisa saja Pinky naik taksi ataupun angkot tapi uangnya tak mau sia-sia dan tidak mau kalau salah satu uang hasil jualannya harus terpecah menjadi beberapa bagian gope. Terlintas kembali ide cemerlang akibat pikiran uangnya barusan tentu saja membuat ide baru muncul.


Pinky berdiri dibawah pohon yang cukup rindang menunggu apakah mangsa barunya akan lewat. Sebuah mobil mewah berwarna merah mengkilap terlihat beberapa meter akan segera melewati Pinky. Pinky tidak tinggal diam, dia akan segera memulai aksinya. Mobil mewah tersebut semakin dekat, dekat dan..


Ckiiiittttt.....


Mobil itu mengerem mendadak akibat Pinky yang tiba-tiba muncul didepannya. Pinky terduduk memulai aksi dramanya seolah-olah kakinya sakit akibat tertabrak padahal badannya masih mulus belum tersentuh sedikitpun.


Sontak membuat pengemudi mobil tersebut terkejut, apakah dia telah menabrak seseorang. Dia langsung turun dan memeriksa keadaan. Pemilik mobil mewah tersebut ternyata adalah seorang Pria tampan. Insting Pinky memang tidak pernah salah.


"Huaaaaaaa.... hikss.. Kaki ku sakit bagaimana ini? Bagaimana caraku pulang? kenapa gadis secantik dan seimut diriku harus mengalami musibah seperti ini ya Allah?" Akting Pinky mendramatisir keadaan seolah dirinya tertabrak betul.


Pria itu mulai panik mendengar isakan tangis Pinky. "Dek jangan nangis yaa, saya akan tanggung jawab tenang yaa adek manis!" Ucap pria itu berusaha menenangkan Pinky.


Heheh.. batin Pinky.


"Hiks.. hiks.. Abang mau tanggung jawab halalin aku bang? kalau gitu Pinky yang semanis gak kalah manisnya gula aren gak akan nolak kok bang?" goda Pinky dalam tangisnya yang dibuat-buat.


Pria itu terkejut pasalnya apa yang diucapkan gadis berseragam SMA ini padanya. Bukannya meminta pertanggung jawaban uang tapi malah yang lebih aneh. Mungkin gadis SMA ini masih labil ataukah hanya bercanda tapi dia sungguh dibuatnya bingung oleh gadis itu.


"Bukan itu dek, tanggung jawab membawamu ke rumah sakit untuk mengobati kakimu biar sembuh. Kamu saya antar ke rumah sakit yaa dek!" bujuk Pria tampan itu


"Gendong!"


Akhirnya pria itu pasrah menuruti gadis yang belum diketahui namanya itu. Dia menggendongnya ala bridal style dan membawanya masuk ke mobil untuk mempertanggung jawabkan ulahnya.


Dalam perjalanannya menuju rumah sakit, Pria itu tampak heran oleh gadis di samping yang duduk manis tersenyum terus padanya padahal gadis itu tertabrak olehnya tidak mungkin gadis itu kerasukan di sore hari terik seperti ini.


"Kamu namanya siapa dek?" tanya Pria itu seraya menyetir.


"Aku Pinky bang, boleh dipanggil sayang, honey, beby, sweetie, ataupun cinta juga boleh bang" jawab Pinky memulai genitnya lagi.


Pria itu dibuatnya terkejut lagi oleh jawaban asal dari gadis SMA disebelahnya padahal dirinya jarang bercengkrama maupun berdekatan dengan wanita-wanita cantik diluar. Baru kali ini ada gadis yang menggodanya secara langsung bahkan dia adalah gadis SMA tepat berada duduk disebelahnya.


"Oh Pinky saya akan mengantarmu ke rumah sakit soalnya saya lagi buru-buru tapi saya akan membayar semua pengobatan kamu jadi jangan khawatir yaa!"


"Yah Abang kirain mau nikahin aku yang seimut ini. Emang bang triplek namanya siapa?"

__ADS_1


"Bang triplek?"


"Abang tuh mukanya datar banget kayak papan triplek datarnya"


"Nama aku Ger..." ucapannya terpotong karena nada dering telpon berbunyi dari saku celananya dan kemudian mengangkatnya.


"....."


"Ok, saya akan ke sana secepatnya tunda rapatnya beberapa menit lagi!"


"....."


Pria itu kemudian menutup telponnya duluan dan mempercepat laju mobil menuju ketempat tujuan yaitu mengantar gadis aneh yang dipungutnya dijalan.


"Bang triplek buru-buru amat? gak sabar yaa mau bawa Pinky yang cantik ini Ke KUA." Tanya Pinky, PD nya kembali.


"Saya akan segera membawa kamu ke rumah sakit karena saya lagi buru-buru, klien saya sudah menunggu. Maaf saya tidak bisa menemani dan mengantar kamu pulang nanti tapi saya akan memberi mu ongkos taksi nanti serta membayar biaya pengobatan kaki kamu." Jelas pria itu.


Sampainya di rumah sakit pria itu membopong Pinky membantunya jalan seakan-akan Pinky cedera beneran padahal hanya aktingnya saja. Dia segera membawa Pinky keruang dokter VIP yang tidak perlu menunggu antrian.


Sampainya didepan ruangan sang dokter tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, kebetulan sekali dokter yang dibutuhkan muncul juga tapi dokter yang keluar tersebut mengerutkan dahinya karena apa yang dilihatnya saat ini.


"Kamu ngap_" ucapan dokter tersebut terpotong karena tiba-tiba pria itu langsung menyerahkan Pinky padanya tentu saja dia langsung menangkap Pinky dan mengganti pria itu membopong tangan Pinky.


Setelah Pria itu pergi hilang dari pandangan mereka, Dokter itu kemudian menatap tajam Pinky. Apa lagi yang dilakukan anak nakal ini. Dia tahu tingkah Pinky yang selalu saja berbuat ulah kapanpun dan dimana saja.


"Kali ini ulah mu apa lagi Pinky? lalu kenapa kamu dibopong segala sama pria asing itu? siapa pria itu? katanya kamu ditabrak sama pria itu bagian mana yang terluka?" berbagai pertanyaan dilontarkan dokter itu yang tak lain saudaranya Pinky, Abang Niko.


Pinky langsung melepas tangannya yang dirangkul Niko dilehernya dan berdiri tegak sehat walafiat. Niko bertambah bingung saat ini Pinky bergerak seolah tidak ada apa-apa pada dirinya lalu kenapa pria asing itu tadi membopong Pinky seolah kaki Pinky sedang cedera tapi apa lagi yang sekarang dia lihat ini Pinky saat ini berkacak pinggang sambil mengerucutkan bibirnya.


"Huh, bang triplek itu datar banget untung ganteng tapi gak papa lah lumayan dapet bonus" ucap Pinky mengeluarkan beberapa uang merah dan mengibas-ngibaskan nya seperti kipas pemberian pria tadi.


Pletak!


"Aduh Bang, sakit!"


Kini Niko tahu ulah Pinky saat ini. Maka dari itu dia sangat gemas untuk menjitak kepala Pinky kenapa dia harus punya adik seaneh ini. Tingkah Pinky lagi-lagi dibuatnya geleng-geleng kepala dan langsung menjewer telinga Pinky masuk ke ruangannya.


"Bang, bang putus telingaku bang Nik lepasin bang! Masa adik seimut ini dijewer bang tega abang sama adik sendiri" keluh Pinky meraba-raba telinganya yang sudah merah akibat jeweran Niko dan duduk di sofa dalam ruangan kerja Niko.

__ADS_1


Niko bersedekap tangan mengintrogasi adik nakalnya ini. Sudah berapa banyak orang di kibulin sama Pinky. "Kamu kenapa gak langsung pulang? Kenapa malah kelayapan gak jelas seperti ini dan bohongin pria asing tadi? Apa gak bosan kamu bertingkah aneh Pinky?"


"Bukan kelayapan gak jelas Bang Nik tapi memanfaatkan waktu yang ada untuk mencari keberkahan plus keuntungan hakiki dari orang-orang sekitar" jawab Pinky menurut isi pikirannya. Bang Niko dibuatnya geleng-geleng kepala lagi.


"Kamu tuh yaa, tunggu abang sebentar lagi! abang akan mengantarmu pulang!" ujar Niko duduk ke kursi kerjanya dan melanjutkan kerjanya membuka beberapa berkas dari pasien-pasiennya. Pinky hanya menghembuskan nafas kasar karena dirinya tidak suka menunggu karena menunggu itu berat. Kemudian dia membuka hpnya dan mendapat beberapa kiriman pesan WA. Beberapa banyak lagi foto yang akan dia print untuk bisnisnya, tentu tidak heran lagi bukan.


Ceklek


Suara pintu ruangan terbuka menampilkan dua orang suster sedang menenteng setumpuk berkas informasi pasien yang akan ditangani Niko. Pinky tahu kalau abangnya yang ganteng ini adalah Dokter muda berprestasi yang dikagumi di rumah sakit ini dan pasti sang abang mempunyai banyak fans. Tentu saja salah satunya adalah suster suster ini pastinya. Pinky tiba-tiba menyeringai, ide cemerlang muncul seperti lampu langsung menyala di atas kepala Pinky.


Tampak kedua mata suster itu terpaku berbinar menatap gaya keren Niko memeriksa berkas pemberian kedua suster itu. Tanpa ragu Pinky berbisik memanggil kedua suster itu dengan hati-hati. Dia tentu tidak ingin Niko tahu ulahnya saat ini.


"Shutt..! Suster, Suster!"


Kedua suster itu kemudian menoleh kearah Pinky dan mendekat karena peka sama kode tangan Pinky menyuruh kedua suster itu mendekat.


"Suster-Suster cantik ini pasti kagum sama abang ku yang ganteng itu kan?" ucap Pinky berbisik dan Suster-Suster itu mengangguk tidak diragukan lagi ketampanan seorang Niko Algantara membuat siapa saja terpesona apalagi bagi kaum hawa di rumah sakit ini.


"Mbak Suster-Suster yang cantik, Pinky ada barang bagus suka pastinya mumpung lagi diskon hanya 100 ribu 3 lembar foto Bang Niko yang lagi tidur, foto roti sobek bang Niko, dan ada foto yang nyium keteknya sendiri!" Pinky mengeluarkan beberapa lembar foto lucu dan unik Bang Niko mau di kemanakan wajah Niko kalau itu tersebar apalagi Pinky lagi-lagi melakukannya secara sembunyi-sembunyi.


Kedua Suster itu langsung menyodorkan beberapa uang karena tidak mau melewatkan barang langkah dari adiknya Niko. Tanpa sadar, disisi lain mata tajam elang telah mendapati mereka dan siap untuk menerkam Pinky.


"Ekhem!"


Sontak Pinky dan kedua Suster itu kaget dan menoleh langsung membulatkan mata mereka secara bersamaan.


"PINKYYYYYYY!!!"


🍁🍁🍁


**Hay hay hay🤗


Mohon maaf bila banyak Typo 🙏


Maklum masih Proses belajar.


Jangan lupa tinggalkan jejak sesudah membaca yaa😊


Like, Coment and Vote.

__ADS_1


Salam manis dariku Maya_May


Ig: @mayy_013**


__ADS_2