Pinky

Pinky
Malam Berkah


__ADS_3

Malam hari Pinky ditinggal sendiri di rumah, mama dan papanya sedang pergi menghadiri pesta pernikahan anak dari rekan bisnis papanya. Sedangkan Bang Niko kembali ke rumah sakit karena jadwal operasinya menumpuk.


Tentu bosan yang dirasakan Pinky saat ini karena kesendiriannya tanpa ada yang menemani. Ingin rasanya dia bercengkrama dengan arwah yang bergentayangan di rumahnya ini tapi apalah daya dirinya tidak mempunyai indra keenam untuk mengajak hantu bermain bersamanya.


Tok.. Tok.. Tok


Ketukan pintu membuyarkan lamunannya, Pinky kemudian beranjak dari sofa menuju ke depan untuk membuka pintu.


"Haii! Kak Pinky main bareng aku yuk!" ternyata Rara adiknya Rio yang mengetok pintu.


"Emang mau main ke mana Ra?"


"Jalan-jalan ke taman aja kak, siapa tahu ketemu jodoh kan kakak gak jomblo lagi" ajak Rara mencibir Pinky yang saat ini masih saja Jones.


"Emang kamu gak restuin aku jadi kakak ipar mu Ra? Masa kamu gak mau sih punya kakak ipar yang secantik dan seimut ini jadi istri kakak mu dan papa dari anak-anak ku" balas Pinky lagi-lagi kepedean nya tingkat dewa.


"Kan cari cadangan lah kak, siapa tahu bang Rio bukan jodoh kakak kan ada cadangannya toh."


"Betul juga kau Ra, tunggu sebentar yaa kakak ganti baju dulu!"


Beberapa menit kemudian akhirnya Pinky sudah siap, Dia memakai Hoodie dan dipadukan dengan celana boyfriend yang lagi trend sekarang ini namanya juga anak muda. Lalu mereka berdua berjalan menuju ke taman karena jaraknya memang dekat dan taman itu rame akan lampu kelap-kelip serta pedagang kaki lima yang berjejer dipinggir jalan. Tempat itu memang cocok untuk yang memiliki pasangan tapi malam ini Rara adalah pasangan Pinky untuk menemaninya jalan-jalan mengusir rasa bosan. Mudah-mudahan saja ada pria tampan jomblo yang datang ke taman itu supaya Pinky mendapat mangsa baru untuk dijadikan salah satu daftar jodoh Pinky.


"Kak es krim dong!" Seru Rara menunjuk-nunjuk gerobak es krim dipinggir taman.


Pinky sudah menduga ini pasti terjadi. Tidak mungkin Rara tiba-tiba mengajaknya tanpa ada maksud tertentu karena anak itu memang sama liciknya seperti Pinky mungkin boleh dikatakan kalau Rara adalah generasi Pinky.


"Kakak lagi gak bawa uang Rara kelupaan tadi" ucap Pinky membuat Rara mendengus kesal. Percuma Rara mengajak Pinky pasalnya dia datang ke taman cuman ingin jajan ditraktir oleh Pinky tapi alasan basi Pinky membuat Rara kesal yang katanya uangnya kelupaan.


"Aku juga belum makan kak! bagaimana ini? pasti kak Pinky belum juga kan?" Ujar Rara langsung di anggukin Pinky pasalnya dia juga belum makan malam ini.


Matanya kemudian mengitari sekeliling taman langsung berhenti disatu titik di warung bakso. Seseorang yang Pinky kenal tengah berduaan bareng pasangannya saling suap-suapan bakso membuat lampu di kepala Pinky menyala lagi tanda ide cemerlangnya muncul lagi.

__ADS_1


Rara yang memerhatikan kearah yang Pinky perhatikan langsung tahu kemana arah pikiran Pinky juga karena memang Pinky lah yang kadang mengajaknya berbuat licik.


Mereka menghampiri seseorang yang Pinky kenal tersebut yang masih saling suap-suapan romantis dengan seorang wanita.


Pinky langsung memulai aksinya dan Rara mengikuti jalan ceritanya. Tidak perlu diberitahukan lagi rencananya karena hanya melihat ekspresi licik Pinky Rara langsung tahu.


"Mas Jay!!" panggil Pinky dengan wajah sedih yang dibuat-buat membuat seseorang itu mengerutkan dahinya sedangkan pasangannya yang terlihat dandanannya menor itu jangan ditanyakan lagi tentu ikut heran.


Laki-laki itu tahu tingkah Pinky yang memang terkenal anehnya disekolah dan cewek yang paling ia hindari kini betapa sial nasibnya bertemu ditempat itu. Ia menduga pasti Pinky akan berbuat ulah lagi padanya kali ini dan harus melibatkan salah satu wanitanya. Dia adalah Pijay yang dikenal sebagai cowok tampan disekolah tapi terkenalnya karena Playboy nya cap tikus suka gonta-ganti cewek tiap harinya bahkan bisa tiap jamnya.


"Mas Jay, Kamu selalu saja pergi dengan wanita-wanita mu dan setiap harinya berganti. sedangkan Aku dan anakmu dari rahimku ini hanya butuh makan, kapan kau memberiku makanan layak suamiku? Kau sungguh tega meninggalkan ku yang cantik dan imut ini dengan anakku di rumah tanpa makan, kan nak?" ucap Pinky akting mendramatisir keadaan dengan wajah sedih yang dibuat-buat nya.


"Papa, aku lapar kapan papa akan memberiku makanan enak seperti ini? Aku juga mau pa" Rara mengambil serta peran sebagai anak dari Pinky yang begitu kasihan tapi nyatanya hatinya sedang tertawa licik.


"Ka_kau! Pinky apa yang kau lakukan lagi ini? Itu tidak benar Rini jangan percaya mereka!" Kesal Pijay dan berusaha membujuk wanitanya yang bernama Rini itu. Wajahnya sangatlah menor karena make-up nya berlebihan.


Rini menampakkan wajah kusamnya apa yang disaksikannya ini sungguh keterlaluan. Dan Pijay mengusap wajahnya kasar benar-benar Pinky membuatnya kesal lagi. Bagaimana tidak, malam ini tujuannya untuk bersenang-senang bersama wanitanya itu tapi nasib sial menimpanya setelah bertemu Pinky saat ini.


Brakkk!


Plakkk!


"Uuuhh!" Pinky dan Rara berbarengan. Mereka berdua bergidik ngeri menyaksikan live sebuah tamparan keras karena mereka dari dulu hanya menyaksikan itu melalui tv azab. Sungguh ngeri, tangan Rini sukses tercetak di pipi kiri Pijay.


Rini benar-benar geram, mau saja dirinya tergoda untuk bermain dengan laki-laki beristri beranak satu. "Dan kamu Istrinya Pijay ambil saja suami mu dan jaga baik-baik agar dia tidak keluar lagi mencari mangsa baru untuk kesenangannya dan ini aku kasih 200 ribu untuk makan dan susu anakmu." Rini menaruh uang itu dimeja dan langsung meninggalkan tempat itu dengan wajah amat kusam.


Saat Rini telah pergi jauh entah kemana, Pinky dan Rara akhirnya bertos ria atas suksesnya akting mereka. Pinky langsung mengambil uang itu dengan senang hati, baginya malam ini membawa berkah. Walaupun bukan jodoh yang ia dapat tapi rezeki pun dengan senang hati ia terima.


Rara tidak mau Rugi dia juga ikut andil dalam drama azab tersebut. Kemudian menyodorkan tangannya meminta separuh uang tersebut. "Kak Pink bagi dua dong, kan aku juga yang berperan sebagai anak kakak walaupun aku tak sudi jika kakak beneran adalah mama kandungku tapi untung hanya akting jadi bisalah aku ikut serta kak" jelas Rara tentunya merasa uang itu adalah hasil usahanya juga.


Pijay yang menyaksikan tingkah kedua yang membawa nasib sialnya sekarang ini hanya menghembuskan nafas kasarnya, sudah berapa kali dia dijadikan korban sasaran Pinky untuk ulahnya yang aneh.

__ADS_1


"Apa-apaan sih Pinky, gara-gara kamu cewek saya pergi tuh karna ulah mu itu" ujar Pijay tak terima, kesenangannya malam ini hilang sudah. Kenapa juga harus dirinya yang bertemu si Pinky malam ini? Cukup dirinya bertemu Pinky saat di sekolah saja sudah membuatnya lelah. Apalagi kalau diluar pasti bisa kacau hidupnya.


"Bang Jay tenang saja! Ada Pinky cantik ini yang mau menggantikan cewek itu tadi untuk menemani abang bersenang-senang. Kalau mau karaoke kita cuuusss tapi sesudah makan yaa karna cacing-cacing imut diperut aku udah minta makan!" jawab enteng Pinky padahal bersenang senang yang Pijay maksud bukan itu. Walau dijelaskan pun Pinky pastinya hanya berpikir menurut otak anehnya saja. Ya begitulah Pinky.


"Bang baksonya 2 mangkok! suami saya yang bayar." Teriak Pinky lagi-lagi gadis itu membuat Pijay malu di tempat itu yang sudah rame oleh pengunjung. Di kemanakan lagi urat malunya saat ini padahal tadi saja insiden Rini menamparnya akibat drama azab yang dibuat-buat oleh Pinky dan Rara tadi sudah merenggangkan urat malunya.


"Kak mana nih bagian aku belum kakak kasih?" Rara kembali menagih bagiannya.


"Nih!" Pinky memberinya uang 50 ribu.


"Kenapa cuman ini kak, uang itu harusnya dibagi dua dong kak?"


"Minta sama papamu tuh! Uangnya lebih banyak, masa mamamu aja yang cantik ini dia tidak kasih!" Ucap Pinky melanjutkan dramanya lagi sontak membuat Pijay membulatkan mata tidak percaya mengapa hidupnya harus bertemu dengan gadis ini.


"Papa uang dong masa anak mu ini tidak kau beri uang jajan?" Seru Rara ikut serta lagi dalam perannya membuat Pijay malu lagi. Mungkin urat malunya saat ini sudah putus karena kini pengunjung lain sedang menatap tajam Pijay setelah mendengar anak kecil sama liciknya Pinky itu.Pasti dipikiran mereka Pijay adalah suami kejam tak bertanggung jawab padahal malah sebaliknya Pijay adalah korban penganiyaan sekarang ini. Geramnya tak tertahan lagi sudah di ujung ubun-ubun dan...


"PINKYYYYYYYY!!"


🍁🍁🍁


**Hay hay hay🤗


Bagaimana menarik tidak?


Maaf yaa kalau banyak Typo🙏


Maklum soalnya baru belajar juga


Biasakan kalau sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak yaa🥰


Like, Coment and Vote

__ADS_1


Salam dari ku Maya_May


Ig: @mayy_013**


__ADS_2