
Pagi sekali Pinky berjalan menuju ke sekolahnya, Kali ini Bang Niko meninggalkannya lagi kata mama kalau bang Niko lupa kalau dia punya adik untuk diantarnya ke sekolah. Gemes rasanya Pinky ingin menendang bokong abangnya itu. Kena azabkah seorang adik ingin menghabisi abangnya yang lupa adiknya yang cantik nan imut sejagat Raya ini?.
Pengennya Pinky pagi ini berangkat bareng Rio lagi tapi kata Rara abangnya itu sudah pergi duluan karena Rio punya urusan berhubungan OSIS pagi ini bukan hanya itu Rio tidak lama lagi digantikan posisinya oleh adik kelas jadi akhir-akhir ini dia nampaknya sibuk.
Ditengah perjalanannya ke sekolah, Pinky melihat mobil yang tidak asing lagi dimatanya berhenti di depan mini market. Terlihat pria berjas kantoran yang kemarin Pinky tipu oleh aktingnya keluar dari mobil itu dan masuk ke mini market. Tanpa pikir panjang dia berlari menghampiri mobil itu dan langsung menaikinya tanpa permisi sebelum sang empunya kembali siapa lagi kalau bukan Bang Triplek.
Tak lama setelah itu bang Triplek kembali dan menaiki mobilnya. Sontak dia terkejut setelah menoleh kesebelah, dari mana datangnya gadis aneh ini.
"Ka_kamu siapa? Kenapa kamu di mobil saya?" Tanyanya terkejut pasti.
"Ahh abang triplek kok lupa sama aku yang cantik dan imut sejagat raya ini" jawab Pinky narsisnya minta ampun. Mendengar gadis itu memanggilnya triplek langsung dia mengingatnya. Satu-satunya yang memanggilnya begitu adalah gadis aneh kemarin siapa lagi kalau bukan gadis yang berada disebelahnya ini yang masuk tanpa diundang seperti jalangkung saja.
"Kenapa kamu ada di mobil saya? Emang kaki kamu udah sembuh? Kenapa kamu belum berangkat ke sekolah malah kelayapan begini?" Pertanyaan bertubi-tubi Pria itu lontarkan karena melihat gadis aneh itu memakai seragam SMA padahal sudah jam 7 pagi belum juga berangkat ke sekolah.
"Aduhh abang triplek yang ganteng calon masa depan ku, kaki saya masih sakit gak mungkinkan aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Terus uang jajan saya kurang untuk naik angkot. Karena saya mengenali mobil bang triplek langsung saja aku naiki kan searah bang jadi abang sekalian antarin aku ke sekolah bang!" jelas Pinky dengan wajah tak bersalah.
Pria itu mengerutkan keningnya pasalnya ucapan Pinky yang sembarangan menyebutnya calon masa depannya padahal gadis itu masih SMA. "Kamu jangan berbicara sembarangan untung saya yang mendengarnya kalau orang lain kau ucapkan seperti itu mungkin akan melahap mu dan satu lagi nama saya bukan bang triplek tapi Gery Mahesa"
"Ok bang Gery salut, Pinky akan ingat nama abang ganteng."
Gery mengerutkan keningnya lagi gadis itu sungguh aneh masih saja menampakkan wajah tak bersalah kepadanya setelah menyebut namanya dengan Gery salut. Apakah gadis itu menyamakannya dengan makanan cemilan. Tapi Geri tidak memusingkan hal itu, gadis itu hanyalah orang asing biarkan saja bagaimana dia dan tanpa pikir panjang Gery langsung melajukan mobilnya menuju kekantor tapi dia harus mengantar gadis aneh disebelahnya ini kalau tidak mungkin gadis itu akan lebih aneh lagi padanya.
Sampainya didepan gerbang sekolah, Pinky tak langsung turun membuat Gery bertanya-tanya bukankah sudah sampai tapi mengapa gadis ini belum juga turun.
"Ini sekolah kamu kan? Tapi kenapa kau belum turun juga? Gerbangnya udah mau tutup tuh" Tanya Geri datar.
Pinky menyengir apa lagi yang dipikirkan gadis ini. Lalu dia menyodorkan telapak tangannya ke udara didepan Gery tentu saja membuat pria itu heran apa lagi maunya gadis ini.
__ADS_1
"Uang jajan bang! Kalau uang jajan ku saat ini hanya cukup bayar ongkos angkot pulang, terus aku beli makan pake apa bang?" otak duitan Pinky muncul lagi.
Gery mendengus kesal, gadis ini bukan adiknya ataupun siapa-siapanya. Kenapa ada gadis yang tidak tahu malu, sudah numpang sembarangan minta uang pun sembarangan.
"Nih! Aku harap ini terakhir kalinya aku bertemu dengan mu" tegas Gery memberikan uang 200 ribu ke telapak tangan Pinky.
"Makasih bang ganteng calon papa dari anak-anakku, jika takdir mempertemukan kita aku sungguh senang menerima jodoh dari takdir itu. Kalau gitu bang aku pergi dulu Assalamualaikum" Seru Pinky langsung menarik tangan Gery dan menciumnya tanpa permisi sontak membuat Gery mematung ditempat, bagaimana tidak baru kali ini seorang gadis mencium tangannya.
Seketika Pinky meloncat keluar mobil membuat Gery membulatkan matanya lagi pasalnya gadis itu tadi bilang bahwa kakinya masih sakit tapi mengapa saat keluar mobil gadis aneh itu enteng banget jalan bukan kah itu berarti dia membohongi Gery Mahesa pengusaha muda tampan terkenal.
"Eh kamu!" panggil Gery membuat Pinky menoleh. "Kaki kamu? apakah kamu menipu saya? beraninya kamu?" Geram Gery sontak membuat Pinky cengir kuda ketahuan sudah. Sialnya jarak Pinky sudah menjauh dari mobil, sulit baginya untuk menangkap gadis itu.
"Hehehe maaf bang dan juga sebelumnya. Kalau gitu Pinky masuk dulu bang gantengg. Bayyy" teriak Pinky berlari memasuki gerbang. Lagi-lagi Pinky membuat orang lain naik darah akibat ulahnya. Gery geram langsung keluar dari mobilnya tapi Pinky sudah masuk duluan sebelum melampiaskan kemarahannya pada gadis aneh itu dan kata sebelumnya yang Pinky ucapkan itu berarti kejadian tabrakan kemarin itu juga Pinky membohonginya, berpura-pura sakit akibat tertabrak mobilnya Gery. Sungguh beruntung gadis itu.
"Arggghhhh! Gadis itu. Bodohnya aku gak tahu telah ditipu gadis aneh itu Aishhh. Kalau sampai ketemu lagi ku bejek-bejek sekalian" Geram Gery mengusap rambutnya kasar, darahnya juga sudah di ubun-ubun ingin rasanya ia menggantung gadis itu.
Pinky meloncat-loncat ria melewati koridor, dirinya senang rezeki selalu saja datang padanya dan merasa dirinya pembawa keberuntungan tapi bagi orang lain dia adalah pembawa kesialan dan Pinky tak sadar itu. Pinky hanya menganggap kalau dirinya betul-betul pemanggil rezeki hakiki bukan aneh lagi karena memang PD nya tingkat dewa.
"Tidak.. Tidak, dia itu gadis aneh jangan pikirkan! Dia itu orang aneh!" gumam Gery, dia memukul setir untuk sadar. Perasaan aneh apa ini? jangan sampai dia suka gadis itu, dia adalah gadis aneh banyak wanita diluar sana yang lebih cantik apalagi tidak aneh sepertinya.
Tidak disisi lain, gadis itu tengah asik menjajakan barang dagangannya dari pada memikirkan sesuatu. Baginya habiskan waktumu untuk hal yang lebih berguna sama macam halnya yang ia lakukan sekarang ini. Dia terus menerima uang dari penggemar Rio, tumpukan kertas foto yang ia bawa dari rumah ludes diserbu hanya tinggal beberapa lembar saja malahan kertas uang yang kini menumpuk ditangannya.
Tanpa melihat wajah pelanggan berikutnya, Pinky duduk santuy tengah asik menghitung tumpukan uang yang ia dapatkan.
"Tinggal 4 lembar foto, karena kamu adalah pelanggan terakhir foto ini maka aku kasih diskon untuk kamu hanya 50 ribuan saja!" tawar Pinky tanpa mengalihkan pandangannya menghitung uang.
"Ini uangnya" ucap pelanggan itu menyodorkan uang 50 ribu.
__ADS_1
Tunggu! suara ini suara berat ini, Pinky sangat tahu siapa empunya suara ini dan tangannya itu Pinky sudah tahu membuat Pinky menelan salivanya kasar. Oh tidak! Pinky ketahuan sama model dadakan yang tidak ia bayar untuk menjual foto hasil potretannya. Aduh, bagaimana ini orangnya sudah di hadapannya. Aura dingin tiba-tiba menggerogoti tubuhnya Pinky siapa lagi kalau bukan dari Rio yang dijadikan model dadakan diam-diam oleh Pinky.
"Eh mas Rio, ma_mau be_beli juga mas? nga_ngapain beli kan bi_bisa foto sendiri mas ganteng?" Ucapan Pinky tergagap karena gugup ketahuan Rio. Kayak Aziz Gagap aja Pinky.
Rio tidak tahan lagi, darahnya sudah di ubun-ubun. Murah sekali dirinya dijual dalam bentuk foto, terus foto posenya aneh semua. Dari mana gadis ini mendapatkannya. Ingin sekali dia menghanyutkan Pinky didasar laut. Dosa kah dia melakukan itu kepada tetangga anehnya.
"Pinkyyy! Dari mana semua kau dapatkan lagi ini??" geram Rio. Saking geramnya dia berbicara dengan gigi masih menempel.
"Anu_anu mas Rio i_ini gak sengaja di kasih Rara ya_Rara kasih saya ini mas ganteng, hehehe" ucap Pinky masih gugup sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bagaimana caranya bisa kabur dari hadapan Rio. Mungkin ini terakhir kalinya Pinky menjajakan foto Rio karena pasti Rio akan mendapati Rara juga karena sudah terlanjur ketahuan.
"Kamu_"
"Mas Rio pak Kepsek panggil tuh dibelakang!" seru Pinky memotong ucapan Rio dan menunjuk arah dibelakang Rio, sontak membuat Rio membalikkan badannya namun tidak ada siapa-siapa di sana. Ah Rio tahu maksudnya ini, Rio kembali memutar badannya tapi sudah tidak ada Pinky ditempat. Sudah ia duga pasti kena tipu lagi oleh gadis picik itu matanya kini dipenuhi aura iblis ingin sekali dia menguliti gadis picik itu.
"PIIIINKYYYYYYYY!!"
🍑🍑🍑
**Hay hay hay🤗
Maaf bila masih banyak Typo nya 🙏
Maklum saya masih proses belajar membuat.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa setelah membaca😉
Salam manis dari aku🥰
__ADS_1
Maya_May
Ig: @mayy_013**