
Seorang gadis cantik dan imut sedang duduk di bangku taman bunga yang indah sembari membaca sebuah novel romantis dengan gayanya yang feminim. Kemudian datang 4 pria tampan yang menghampirinya dengan bunga yang indah ditangan mereka masing-masing. Gadis imut itu melepas pandangannya dari novel melihat pria-pria tampan itu sedang tersenyum padanya.
"Oppa Cha Eun Woo, Oppa Kim Soo Hyun, Oppa Song Joong Ki dan Oppa Jungkook! Kalian semua ngapain disini?" Tanya gadis itu tak lain adalah Pinky dengan suara anggunnya.
"Pinky SarangHae" ucap Oppa Eun Woo dan Oppa Joong Ki serentak langsung menyodorkan bunga mereka pada Pinky.
"Love You Pinky" begitu pun Oppa Soo Hyun dan Oppa Jungkook berbarengan juga menyodorkan bunga mereka yang indah pada Pinky.
Gadis itu jangan ditanyakan lagi dia berdiri terpaku menerima semua bunga dari biasnya itu tentu saja hatinya pun ikut berbunga-bunga dikelilingi oleh pria tampan pujaan hati semua wanita. Kemudian Oppa Joong Ki maju mendekati wajah Pinky seolah ingin menciumnya. Hal itu tentu membuat Pinky menutup matanya dengan senang hati dia mau menerima ciuman manis dari biasnya yang tampan seraya memonyongkan bibirnya. Bukan mulut yang ia rasakan tapi tangan yang menyentuh hidungnya membuat Pinky membuka matanya lagi melihat tangan itu memencet hidungnya hingga dia sulit bernafas.
"Oppa oppa gak bisa nafas nih. OPPAAAAA ARGGHHH!" Pinky langsung terbangun dari mimpi indahnya dan merasakan masih ada tangan menghimpit hidungnya.
"ABAANGGG..." Teriak Pinky geram melemparkan bantal pada si empunya tangan yang membuat Pinky gak bisa nafas.
Ternyata sang abang Niko menjahili dirinya hingga membangunkannya dari mimpi indahnya bersama oppa-oppa Korea tampannya tadi. Dan juga hari ini adalah hari Sabtu libur, bisa Pinky gunakan untuk tidur sepuasnya menikmati mimpi indahnya tapi kenapa abangnya ini tanpa permisi langsung nyelonong masuk ke kamarnya untuk merusak mimpi indahnya padahal ini masih jam 7 pagi kenapa Pinky harus bangun di jam segini.
"Abanggg! Ini hari libur dan masih jam 7 pagi juga kenapa bangunin Pinky padahal oppa-oppa tampan udah nembak Pinky tapi kenapa abang merusak mimpi indah Pinky si bang?" tanya Pinky. Dirinya sudah jengkel serta tanduknya sudah muncul hingga dia berbicara pun giginya masih menempel.
"Sudah besar kok masih ngebo sih, mana halu mu ketinggian lagi mana ada cowok tampan mau sama cewek tidurnya kayak kebo. Cepetan kamu ganti baju ikut abang lari pagi supaya kamu sehat dan turunin berat badan kamu gendut!" Titah Niko mencibir Pinky, dirinya sudah siap dengan celana training hitam dan kaos putih yang cocok dengan bentuk badannya membuatnya tampak keren disisi manapun.
"Gendut gendut, jangan asal bicara ente! Aku tuh gak gendut tapi pipiku aja yang chubby dan imut dari lahir, abang aja yang gak tahu ck" balas Pinky tak terima dirinya dikatai gendut. Dirinya gak gendut tapi pipinya memang kelihatan chubby bawaan dari lahir memang cocok untuk tubuhnya yang gak terlalu tinggi.
"Gak usah banyak cencong! Cepet ganti baju sana dan cuci muka mu sampai bersih karena iler mu itu sudah mengering penuh di pipi yang kamu bilang chubby itu. Abang tunggu diluar" ujar Niko langsung keluar kamar meninggalkan Pinky yang masih kesal. Pinky mengacak-acak rambutnya kasar ingin sekali dia menguliti abangnya hidup-hidup.
Pinky sudah siap, tampilannya hampir sama dengan Niko hanya bajunya berlengan panjang yang membedakan melekat ditubuhnya membuatnya tampak cantik dengan sebuah topi berwarna putih menempel di kepalanya untuk melindungi kulitnya dari sinar UV.
Mereka lari dari rumah mengelilingi taman, Niko tampak melanjutkan larinya meski sudah 4 putaran, keringatnya sudah membasahi kerah bajunya membuatnya terlihat cool saat dipandang oleh gadis-gadis yang melewatinya juga sedang melakukan olahraga pagi. Sedangkan Pinky 2 meter dibelakang Niko nampak ngos-ngosan akibat lari padahal dirinya masih 2 kali putaran sudah kelelahan.
"Ab_bangg! Hosh hosh.. Pinky capek, istirahat dulu lah bang. Pelan-pelan napa larinya bang!" Seru Pinky langsung terduduk dijalan taman tanpa beralaskan apapun.
"Baru 2 putaran aja sudah capek. Nah abang sudah 4 putaran loh. Makanya jangan tidur kebo mulu dikerja, rutin berolahraga juga Pinky supaya kamu gak gendutan!" Ujar Niko mendekati Pinky.
__ADS_1
"Abangg, Pinky hauslah na air bolehh?" Pinta Pinky menunjukkan puppy eyes nya menirukan suara karakter Upin Ipin.
"Tunggu! abang akan pergi beli air mineral, jangan usil gangguin orang dan jangan kemana-mana disini aja!" Titah Niko sebelum meninggalkan Pinky masih duduk mengatur nafasnya.
"Sekalian es krim strawberry yaa bangg!" Teriak Pinky sebelum Niko jauh dari pandangannya.
Terik matahari semakin naik membuat Pinky melepas topinya dan menggunakannya sebagai kipas mengibas-ngibaskan wajahnya yang saat ini bercucuran keringat.
"Gak mau lagi ikut abang joging. Pokoknya ini adalah terakhir kalinya titik." gumam Pinky menggerutu seraya mengedarkan pandangannya sekeliling. Rame juga orang-orang melakukan olahraga pagi dihari libur ini dan menyadari banyak juga cowok ganteng melakukan aktivitas sama sepertinya membuatnya berpikir dua kali mungkin bukan terakhir kalinya dia joging saat ini malahan pikirnya dia akan datang setiap hari libur untuk mencari jodohnya disini karena tempat ini rata-rata dipenuhi oleh pria-pria tampan dengan tubuh yang atletis apalagi kalau mereka berkeringat terlihat seksi dipandang membuat Pinky menelan salivanya "Wow".
Tak sengaja Pinky mendapati Pria tampan yang tak asing dimatanya membuatnya menyunggingkan senyum usilnya. Pinky mendekat perlahan , pria itu tengah duduk di bangku taman sembari meneguk air mineral botol tanpa ia sadari kalau Pinky berada didekatnya.
"WOI BANG TRIPLEK GANTENG!!" Teriak Pinky memukul punggung si pria yang tak lain adalah Gery.
Byuurrr
Saking terkejutnya, Gery menyemburkan air dari mulutnya yang ia minum sebelumnya. Gery kesal lalu menoleh mendapati Pinky gadis pembuat onar yang membuatnya naik darah beberapa hari yang lalu berdiri disebelahnya.
"Joging lah bang, gitu aja gak tahu. Liat nih aku pake baju olahraga juga. Mungkin kita berdua jodoh bang ketemu melulu ditempat yang tak terduga, kan?" Ujar Pinky menggombal seraya menaikturunkan alisnya disertai senyum centilnya.
"Emang rumah kamu dimana sih bisa-bisa joging di taman ini, gak ada tempat lain apa?"
"Ciee nanya alamat Pinky emang abang triplek ganteng gak sabar yaa lamar Pinky? Deket kok dari sini cuman di komplek sebelah" jawab Pinky masih dengan senyum centilnya.
Disisi lain, Niko mencari keberadaan adik bandelnya itu sudah tidak ada ditempat. Kemana lagi Pinky berkeliaran jangan sampai dia berbuat ulah lagi jika sampai itu terjadi mungkin Niko akan mengarungi bocah itu membawanya pulang.
Beberapa menit kemudian mencari, Niko akhirnya mendapatkan keberadaan adiknya itu. Dia melihat Pinky bersama pria yang tak asing dimatanya tapi dimana dia bertemu pria itu Niko tak ingat. Tanpa pikir panjang Niko menghampiri adik bandelnya itu.
"PINKYYY! Ternyata kamu disini rupanya"
Suara ini, Pinky sangat kenal tiba-tiba saja hawa dingin terasa sekali dibelakangnya siapa lagi kalau bukan dari si empunya suara bang Niko. Kemudian sebuah tangan mendarat ditelinga Pinky langsung menjewernya.
__ADS_1
"Aduh aduh bang Nik lepasin sakit telinga Pinky entar putus lagi! Ampun bang Nik yang ganteng" Ucap Pinky meringis seraya menyatukan kedua tangannya didepan dada.
"Kamu tuh yaa, kan sudah abang bilang jangan kelayapan gangguin orang Pinky! Dari tadi abang nyariin kamu" ucap Niko melepaskan tangannya dari telinga Pinky. Dirinya sudah geram, andaikan dia bawa karung dari rumah mungkin sekarang Pinky di karunginya secara paksa lalu bawa pulang kalau bisa langsung buang saja ke dasar laut pikirnya. Tapi gak mungkin juga Niko ingin lakukan itu bagaimana pun Pinky adalah adik satu-satunya yang sangat disayanginya dan dijaganya walau orangnya menyebalkan.
Gery sedari tadi diam memerhatikan interaksi Pinky dan Niko. Dalam benaknya banyak pertanyaan tentang Pinky. Siapakah pria yang akrab dengan gadis ini dan gadis ini memanggilnya juga dengan sebutan abang mungkin kah dia adalah pria lain yang Pinky jadikan sasaran gombalnya juga? Bukan kah dia adalah dokter di rumah sakit dulu yang mengobati kaki Pinky? Apakah dokter itu tahu jika Pinky hanya berpura-pura sakit sehingga sampai sekarang keduanya terlihat akrab? Perasaan ini kenapa dirinya tak suka jika Pinky akrab dengan pria lain perasaan apa ini?.
Gery kemudian melihat penampilan stylish Pinky dan Niko terlihat couple. Mungkinkah dia adalah pacar Pinky? Gery mempertanyakan itu dalam benaknya rasanya ia ingin lontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya penasaran. Siapakah pria didepannya ini apa hubungannya dengan gadis ini, gadis yang terus ada dipikiran Gery sejak terakhir ketemu.
"Maaf yaa jika gadis ini mengganggu anda!" Ujar Niko membuyarkan lamunan Gery.
"Gak pa-pa kok, sudah kenal juga!" Jawab Gery sedikit canggung.
"Ayo pulang, Nih air mineral dan es krim strawberry pesanan kamu" Niko menarik tangan Pinky untuk mengikutinya dan memberikan kantong kresek berisi 2 botol air mineral dan es krim kesukaan Pinky.
"Yeey.. Makasih bang Nik yang ganteng, tambah sayang deh akunya" ucap Pinky membuat Niko bergidik. Pinky kemudian menoleh dan melambaikan tangannya kepada Gery yang mulai jauh dari pandangannya sedangkan tangannya yang satu masih ditarik oleh Niko.
Gery yang mendapat lambaian tangan Pinky hanya berdiri bengong. Perasaannya kini tidak karuan setelah mendengar jelas Pinky bilang kata sayang kepada pria yang menariknya itu. Apakah hubungan diantara keduanya Gery belum tahu. Tapi Gery yakin bahwa dirinya kini tertarik dengan gadis aneh itu dan mulai menyukainya.
🍑🍑🍑
**Hay hay hay🤗
Maaf yaa jika masih banyak Typo🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak Yaa..
Like, Coment and Vote 😉
Salam manis dariku Maya_May🥰
Ig: @mayy_013**
__ADS_1