Pinky

Pinky
Malam Minggu Ala Pinky


__ADS_3

Malam hari, Pinky tengah tengkurap di sofa ruang keluarga. TV didepannya menyala tapi pandangannya menuju layar handphone ditangannya.


Ting Ting Ting


Pesan WA terus-terusan masuk membuatnya tak henti memandangi layar handphonenya dibanding TV dihadapannya yang menampilkan drama azab yang selalu ia tonton. WhatsApp grub nya yang bernama The ciwi-ciwi terus saja berbunyi menampilkan chat yang masuk dari dua sahabatnya yaitu Tara dan Naura.


Naura:


Hay! Lagi malam mingguan dimana genks?


Tara:


Malam mingguan bareng doi dongg. Aku dan Boby lagi di pasar malam ni guyss pokoknya rame banget. Kalian gak ke sini?


Naura:


mentang-mentang udah punya doi dipamerin. gak mungkin dong kita yang masih jomblo pergi ke pasar malam yang penuh dengan pasangan yang menjalin kasih, buat jiwa jomblo kita meronta-ronta ajee luu😒


Pinky:


Kita? kamu aja kali. Aku dong bareng oppa Cha Eun Woo dalam khayalan ku Hahaha😂


Naura:


Kampret lu😒. menghayal jangan tinggi-tinggi entar jatuh lagi kan sakit!.


Tara:


Kalian barengan aja ke pasar malam kan gak jomblo lagi tapi berdua🤪


Naura:


Malas ah, entar dikatain lagi gak punya pasangan malah milih lesbi. Mending maraton nonton drakor malam ini😆


Pinky:


Aku lagi nyiapin mimpi indah untuk malam ini, pusing milih soalnya maunya mimpi bareng oppa Eun Woo atau oppa Jungkook yaa😂


Tara:


Gak bisa kali nentuin mimpi sendiri😒, udah ah aku mau lanjut main wahana lagi bareng Boby bayy ciwi ciwi 😘.


WA grub berakhir, akhirnya Pinky mengalihkan pandangannya dari handphonenya kembali menonton drama azab yang belum habis di TV depannya masih dalam keadaan tengkurap.

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok


"PINKYYY BUKAIN PINTUNYA! KAMU GAK DENGAR ADA ORANG DILUAR" teriak mama Mira dari dapur. Mendengar sang mama membuatnya bangun dari tengkurapnya dan berjalan malas menuju luar untuk membuka pintu.


"Eh ada mas Rio ganteng calon masa depanku. Ada apa mas datang kesini malam-malam, mau ngajakin Pinky jalan-jalan dimalam minggu ya?" Seru Pinky centil. Ternyata tamunya malam ini adalah Rio tetangga gantengnya salah satu dari daftar calon suami Pinky.


"Mama kamu mana? Aku mau kasih brownies buatan mama ke Tante Mira" ucap Rio menenteng wadah persegi yang berisi brownies didalamnya.


"Ohh dari mama mertua yaa. Silakan masuk calon suami ku!" Ucap Pinky mempersilahkan membuat Rio memutar mata jengah. Sudah terbiasa Rio mendengar gombalan Pinky yang narsisnya tingkat dewa mungkin bisa dikatakan gombalan Pinky untuknya adalah makanan sehari-hari.


"Eh nak Rio kamu bawa apa itu? Untuk Tante yaa?" tanya Mira mendapati Rio memasuki dapur sambil menenteng brownies buatan mamanya.


"Brownies kukus buatan mama nitip ke Rio bawain buat Tante" jawab Rio sembari menaruh brownies tersebut dimeja makan.


"Oh yaa, terima kasih loh. Sampaikan juga ucapan terima kasih Tante ke mama mu yaa!"


"Tidak masalah Tante, kalau gitu Rio pulang dulu yaa Tante" pamit Rio tapi mendapati Pinky lagi cengir kuda dibelakangnya saat dirinya berbalik, tidak tahu apalagi isi pikiran gadis pecicilan itu.


"Kenapa cepat pulang Rio, mending kamu jalan-jalan keluar bareng Pinky besok kan libur juga! Pinky bosan tuh karena Niko juga belum pulang jadi gak ada yang ngajak dia berantem katanya" ucap Mira membuat Pinky senang karena tidak perlu lagi ia mengatakan itu kepada Rio tapi lewat sang mama tercinta.


Tak ada pilihan lain buat Rio, tidak enak jika dirinya menolak. Terpaksa malam Mingguan ini dia harus melewatinya dengan Pinky padahal gadis itu yang paling dihindarinya.


Rio dan Pinky saat ini sedang berada di taman, rame juga yang datang apalagi pasangan muda-mudi yang memenuhi tempat itu yang memang dipenuhi lampu kelap-kelip yang indah dan tampilan taman yang terkesan romantis mendukung nuansa orang yang lagi berpacaran. Eaaa.


"Rio, Rio kesitu yuk kayaknya seru deh!" Celetuk Pinky membuyarkan lamunan Rio sembari menarik lengan Rio tanpa menunggu jawabannya. Dia membawa Rio ketempat yang rame anak-anak sedang bermain gelembung.


Rio menghela napas biarlah Pinky membawanya kemanapun sesuka hati gak ada bedanya juga jika dia menolak pasti Pinky tetap merayunya dengan segala cara. Biarkan malam Minggu ini jadi malam ala Pinky. Yaa itulah Pinky.


"Hay adek adek manis, kakak cantik ini boleh ikutan main gak?" Seru Pinky membuat anak-anak yang asiknya main kini menoleh ke Pinky.


"Boleh kak!" Ujar salah satu gadis kecil mempersilahkan dan memberi Pinky tongkat yang diatasnya membentuk lingkaran besar yang bisa membuat gelembung.


"Terima kasih adik manis!" Pinky langsung mencelupkannya dalam sabun di bak balon lingkaran besar kemudian dia berlari berbaur dengan anak-anak itu seraya tertawa ria melihat gelembung besar yang keluar dari tongkatnya. Sedangkan Rio memilih duduk di bangku dekat situ dengan memperhatikan saja. Tanpa sadar dirinya menyunggingkan senyumnya memerhatikan keceriaan Pinky bermain bersama anak-anak itu.


"Rio ayo sini, ikut! Seru banget, kamu coba juga!" Seru Pinky menarik Rio dari duduknya dan memberikan satu tongkat sama ke Rio.


Tentu mau tak mau Rio mencobanya ternyata benar yang dikatakan Pinky seru juga bermain bersama anak-anak itu. Melihat Pinky tertawa membuatnya tertawa juga. Tanpa sadar dirinya menatap lekat lekat Pinky yang tertawa, baru kali ini dia melihat Pinky tertawa seceria itu mungkin Pinky sudah lama tertawa seperti itu tapi baru kali ini Rio memperhatikan lekat wajah Pinky saat tertawa bahagia ternyata gadis pecicilan itu imut juga membuatnya terus tersenyum dan ikut serta bermain bersama anak-anak.


Cukup lama Pinky dan Rio bermain membuat mereka sedikit basah karena memang sempat main siram siraman bersama anak-anak itu.


"Hahaha, capek juga bermain sama anak-anak lucu itu. Liat tuh rambut kamu banyak busa sabunnya belum bersih, hahaha" ujar Pinky terkekeh melihat rambut Rio dipenuhi busa sabun gelembung saat bermain bareng anak-anak tadi.


"Sini aku bantuin bersihin!" Sambung Pinky tanpa ragu mendekati wajah Rio yang tinggal beberapa senti saja jarak diantara wajah keduanya sembari tangannya menyingkirkan busa sabun di kepala Rio dan matanya pun fokus ke kepala Rio. Dirinya tidak sadar Rio tengah mematung gugup menatapnya.

__ADS_1


Rio menelan salivanya, jantungnya kini berdetak kencang seperti ingin keluar. Wajahnya dengan Pinky sangat dekat sekali hampir seperti ingin berciuman. Dirinya menatap lekat Pinky yang masih fokus membantu membersihkan kepalanya. Baru ia sadar bahwa Pinky memanglah gadis periang yang cantik dan imut, wajahnya bulat dan bersih disertai senyum manis lekat dibibir gadis itu membuat matanya tidak berkedip menggoyahkan hatinya menatap Pinky sedari tadi.


"Perasaan apa ini? Kenapa aku terus deg-degan? Apakah jantung ku bermasalah? Apakah aku mulai menyukai gadis ini?" Batin Rio bertanya-tanya.


"Bersih deh" seru Pinky membuat Rio sadar langsung memalingkan wajahnya menatap arah lain. Sedangkan Pinky tidak sadar jika Rio saat ini tengah gugup sedari tadi menatapnya. Dirinya masih tertawa memperhatikan anak-anak itu masih bermain.


"Ud_udah malam banget, kita pulang yuk! mama dan papa kamu pasti nyariin" ucap Rio tergagap diawalnya karena masih keadaan gugup.


Pinky menoleh sebentar kemudian mengarahkan pandangannya ketempat lain mendapati gerobak es krim yang tak jauh dari mereka membuatnya tersenyum lagi.


"Makan es krim dulu yuk! Sudah itu baru kita pulang, Yah yah yah!" Bujuk Pinky memperlihatkan jurus puppy eyes nya membuat Rio menghela nafas karena luluh tingkah menggemaskan Pinky membujuknya. Mau tak mau Rio menuruti Pinky.


"Sedikit saja makan es krimnya nanti kamu sakit lagi!"


"Iyya deh, rasa strawberry yaa!"


Setelah membeli es krim, akhirnya mereka berdua pulang dengan berjalan kaki karena jarak taman tidak lah jauh jadi mereka memutuskan tadi untuk berjalan kaki saja ke taman dari pada harus memakai kendaraan.


Pinky terus saja mencomot es krim nya yang belum juga habis hingga mulutnya belepotan membuat Rio gemas serta geleng-geleng kepala oleh tingkah Pinky yang kekanakan. Rio mengambil sapu tangan disaku celananya yang sering ia bawa kemana pun dan mengarahkan ke mulut Pinky.


"Kamu tuh ya sudah besar kok makannya kayak anak kecil" cibir Rio seraya mengelap mulut Pinky yang belepotan sisa es krim.


"Biarin yang penting akunya masih imut dan menggemaskan" bela Pinky narsis sembari melanjutkan memakan es krimnya hingga habis.


"Iyya kamu memang imut dan menggemaskan" gumam Rio hampir didengar Pinky.


"Hah! Apa kamu bilang barusan?"


"Bukan apa-apa" jawab Rio kembali salah tingkah. Kali ini perasaannya jujur, Pinky memanglah gadis yang manis dan menggemaskan.


🍀🍀🍀


**Hay hay hay🤗


Maaf yang jika masih banyak Typo 🙏


Soalnya baru proses belajar juga jadi maklumi yaa😊


Jangan lupa tinggalkan jejak 😉


Salam manis dariku Maya_May🥰


Ig:@mayy_013**

__ADS_1


__ADS_2