
Gery terus saja memutar-mutar pulpennya gak jelas tanda dirinya dilanda kecemasan. Bagaimana tidak, dia masih mengingat kejadian tonjok menonjok dengan saudara kandungnya Pinky karena kesalahpahaman dari sikap cemburunya di sebuah pesta pernikahan yang dihadirinya seminggu yang lalu. Mungkin setelah kejadian hari itu, pasti restu dari abangnya Pinky akan sulit didapatkan apalagi dirinya sudah melayangkan tinju pada wajah calon iparnya itu.
Sejak hari itu juga dirinya tak pernah bertemu dengan Pinky lagi. Hal itu membuatnya merindukan tingkah kekonyolan dan gombalan gadis aneh itu. Satu hal lagi yang sangat ia lupakan yaitu meminta nomor handphone gadis itu. Kenapa juga hal sepele seperti itu dirinya lupakan benar-benar menambah beban pikiran cemasnya.
"Lagi ngapain gadis itu sekarang? Rasanya aku ingin mendengar suara cemprengnya menggombal ku" gumam Gery seraya menatap langit-langit ruang kerjanya. Pria itu benar-benar merindukan gadis yang mampu membuatnya naik darah tapi ngangenin.
Ternyata kata-kata di film Dilan ada benarnya kalau rindu itu memanglah berat. Bahkan seorang Gery yang merasakan rindu berat pada gadis yang telah berhasil menyita perhatiannya menjadi suka sangat tidak tahan dengan rindu itu rasanya ia sangat ingin menyampaikan pada gadis itu tapi entah bagaimana caranya rindunya itu tersampaikan.
HATCHUU
Tiba-tiba Pinky bersin membuat Tara, Naura dan Dion yang saat ini berada di kantin tepat disebelah kanan kiri dan depan Pinky bergidik langsung membuat jarak serta menyeret mangkuk mereka takut bercampur air liur Pinky yang berterbangan dari bersinnya.
"Ngapa nih, pasti ada yang bicarain Pinky yang imut ini dari belakang" tebak asal Pinky sambil mengusap hidungnya yang gatal.
"Woi Pinky, kalau bersin jauh-jauh dong! jorok tahu ishh" Tegur Dion sembari mengusap punggung tangannya yang terkena sedikit air liur Pinky.
"Hidup mu sih banyak haters nya jadi banyak yang bicarain kamu dari belakang, gak heran sih. Hahaha" Sahut Naura terkekeh sembari menyodorkan tissue pada Pinky.
"Bukan sindiran tapi ada orang yang merindukan aku pasti" ucap Pinky PD masih mengusap hidungnya dengan tissue.
"Buju buneng mana ada orang yang mau merindukan kau Zubaidah, yang ada malah pasti dikirimin guna-guna Dodol" timpal Dion mengejek.
"Jangan sembarangan ente, sini kalau mau ngajak gelud ayo!" Cetus Pinky tak terima langsung berdiri menaruh satu kakinya ke bangku seraya menaikkan lengan bajunya keatas serta siap kepalan tangannya ditunjukkan pada Dion karena tak terima ejekan teman gesreknya itu.
Tak mau kalah, Dion juga ikut berdiri mengambil pose persis macam Pinky seraya bersok memancing adu mulut. "Ayo siapa takut, jangan kira kamu nya sabuk hitam aku juga bisa karate sikit-sikit".
"WOY BISA TENANG TIDAK? KENAPA MAKAN SAJA KALIAN BANYAK BACOT SIH HAH? KALAU KALIAN BERDUA GAK BISA DUDUK TENANG MAKAN AKU JADIKAN BAKSO JUGA LU BERDUA, MAU?" Akhirnya Tara bagaikan ibu singa ngamuk melerai kedua orang itu yang bagai kucing dan tikus tak lain Pinky dan Dion untuk diam hingga membuat mereka ciut menelan salivanya kasar. Serem juga Tara ngamuk bisa-bisa ancamannya itu terjadi tentu Pinky dan Dion gak mau jadi bakso akhirnya memutuskan untuk diam kembali ketempat semula melanjutkan makan mereka masing-masing dengan tenang membuat yang lain yang memperhatikan mereka tertawa termasuk Rio dan Pijay ikut terkekeh baru duduk dengan nampan makanan masing-masing disebelah Dion yang kebetulan kosong.
Tak lama setelah itu, terlihat Alvin baru memasuki kantin dengan langkah pincang menghampiri meja mereka. Melihat Alvin sedikit kesulitan berjalan membuat Pinky langsung menghampirinya dan membantunya berjalan.
__ADS_1
"Babang Ipin yang ganteng salah satu kandidat calon suami aku, gak boleh banyak gerak dulu kakinya nanti lambat sembuh loh! ngapain ke sekolah kalau bang Alvin ganteng masih sakit kakinya" Ucap Pinky sambil membantu Alvin duduk tepat disebelahnya setelah menyuruh Naura dan Tara menyeret duduk mereka sedikit buat tempat Alvin duduk.
"Kalau di rumah cepet bosen mending ke sekolah ada kamu bisa hibur aku biar gak bosan lagi" ujar Alvin membuat yang lainnya kecuali Pinky menatapnya heran. Bagaimana tidak pasti gara-gara virus Pinky, Alvin terlihat seperti pandai menggombal.
Rio yang sedari tadi juga ikut memperhatikan interaksi keduanya menatap tak suka. Garpu yang berada ditangannya digenggamnya keras sebagai pelampiasan tak sukanya pada Alvin yang selalu saja menyita perhatian Pinky. Rio sebenarnya ingin sekali mengajak Pinky mengobrol bersama tapi dia bingung entah bagaimana memulai obrolan itu. Perasaannya terus saja bercampur aduk menyaksikan Pinky akrab dengan lelaki lain selain dirinya.
Tiba-tiba telapak tangan Naura mendarat di kening Alvin membuat si empunya bingung. "Gak panas kok, nih anak kena penyakit apasih?".
"Woi tuh orang kakinya yang luka dodol bukan demam. Kamu tuh yang sakit" Cetus Pijay langsung mendapatkan pelototan dari Naura.
"Siapa anda sok kenal. Aku cuman mau periksa siapa tahu dia demam gara-gara virus Pinky udah menular ke dia. Makanya dia jadi tukang gombal sekarang" jelas Naura kembali melanjutkan makannya.
"Sekali-kalilah belajar gombal buat bekal masa depan" canda Alvin terkekeh.
"Kok Kris gak sama kamu sih, emang tuh bocah ngilang kemana sampai gak bantu kamu jalan ke kantin?" Tanya Tara.
"Pinky ngobatin, kok bisa" tanya Dion penasaran begitupun lainnya.
"Yaa bisalah lukanya aku yang obati dengan penuh perasaan plus kasih sayang" timpal Pinky dengan suara centilnya membuat lainnya bergidik kecuali Alvin dan Rio.
Mendengar gombalan Pinky pada Alvin, membuat Rio mengepal keras garpu digenggaman nya. Rasanya dia ingin membuat kerusuhan dengan menggebrak meja didepan mereka tapi itu tak mungkin ia lakukan sebab saat ini kantin masih ramai malah pengunjungnya makin bertambah.
"Emang kamu kecelakaan gara-gara apa Vin?" Tanya Pijay penasaran seraya mengunyah bakso bertengger di garpunya.
"Aku hampir nabrak anjing, saat itu laju motorku emang kencang lalu tiba-tiba saja ada seekor anjing menerobos jalan takut anjingnya ke injak jadi aku langsung banting stir ke kanan hingga nabrak pembatas trotoar. Ya gitu deh"
"Makanya jangan sok balap-balapan kalau gak tau hidup aman" sahut Rio menyindir membuat semua mata tertuju padanya.
"Lagi PMS ya sob? Sensi amat" timpal Pijay menepuk pundak Rio langsung mendapat geplakan si empunya. "Auhh! Fiks emang lagi PMS, sensitif banget nih hari di sentuh aja gak mau".
__ADS_1
"Makanya gak usah bacot gak guna! Apa salahnya sih kalau aku memberi komentar hidup aman?"
"Ngapa sih sensi amat Yo?" Kini giliran Dion bertanya.
"Udah ah! Gak usah pancing pancing orang, dibilangin gak usah bacot gak guna. Mending yuu pada makan dengan tenang!" Titah Tara langsung dilaksanakan, takut ibu singa itu mengamuk lagi pasti serem banget bisa-bisa anda di remuk habis seperti adonan bakso.
Sementara yang merasa tersindir hanya diam saja tidak menanggapi dengan ucapan sindiran Rio kepadanya. Alvin hanya menatap Rio sedari tadi begitu pun Rio membalas tatapan Alvin seolah berbicara dari tatap menatap itu. Seperti ada aliran listrik mengalir dari mata mereka menghubungkan pembicaraan mereka dari mata yang hanya mereka berdua yang tahu pembicaraan melalui tatap menatap itu.
"Tunggu saja! Jangan harap kamu bisa." (translate dari tatapan Alvin).
"Aku gak akan kalah, lihat saja nanti!" (translate dari tatapan Rio).
"Ngapain sih kalian saling tatapan begitu? Sesama jenis lagi, katanya yah jika menatap orang lebih 7 detik maka akan langsung jatuh cinta. Jangan-jangan kalian udah...? Hahh astaga jadi kalian suka sesama jenis?"
Mendengar ceplosan Dion membuat Rio dan Alvin membuang pandangan mereka ke arah lain.
"Apaan sih, jangan sok tau!" Ketus Rio. Sedangkan Alvin geleng-geleng kepala sebentar menanggapi tanda tidak mungkin dari kata-kata Dion yang terdengar aneh.
Pinky sedari tadi hanya fokus pada makanannya tanpa memedulikan interaksi sekitarnya. Baginya makanlah makanan itu dengan lahap selagi tersaji didepan anda. Biarkan makanan dan dirinya bagaikan dunia milik bersama dengan makanannya. Yaa gak heran lagi jalan pikiran plus tingkah aneh gadis itu tapi sifatnya itulah membuat siapa saja tertarik mengenal dekat gadis itu. Rio dan Alvin pun sampai berlomba-lomba mendapatkan perhatian gadis konyol itu yang mampu membuat senyum mekar pada orang lain termasuk diri mereka berdua yang mulai mengembangkan rasa suka mereka pada Pinky.
🧁🧁🧁
**Thanks for reading 😘
Maaf yaa jika masih banyak Typo 🙏
Masih tahap belajar dih😅
See You Later.. Readers 🤗**
__ADS_1