
Pov Dinda
Hari ini hari pertama aku masuk kerja sebagai guru TK, tak tega rasanya meninggalkan dini yang masih kecil,sebelum berangkat aku menyiapkan keperluan dini dan memasak untuk Mas Reyhan dan ibu mertuaku.
Aku harus kuat menjalani kehidupan ini,aku tidak boleh lemah,(mensugesti diri sendiri).
Baru dua tahun menjalani rumah tanggah sudah banyak cobaan yang aku lalui, baik itu dari mertua, Mas Reyhan yang sering libur jualan akibat sering hujan.
kalau hari hujan, Mas Reyhan susah untuk jualan, dan akhirnya pemasukan uang belanja kami berkurang. makanya aku harus bisa berhemat.
Aku pikir dengan menikah hidupku akan bahagia, tapi nyatanya begitu banyak ujian yang aku dapat,,mungkin niatku menikah dari awal sudah salah. bukan berarti aku tidak sayang sama mas Reyhan.
Aku merasa ini karma bagiku karena tujuanku menikah agar hutang kuliahku ada yang membiayai, sebenarnya kalau aku minta sama kakakku pasti akan di kasih, tapi aku takut, mereka akan marah, pasti akan menanyakan kemana uang kuliah yang selama ini di kasih.
Kalau seandainya mas Reyhan tahu,,tujuan awal aku menikah karena ingin uang kuliahku lunas, mungkin mas Reyhan akan kecewa, tapi aku pendam semuanya dalam kesendirianku.
__ADS_1
Mas Reyhan sebenarnya laki-laki yang baik,penyayang, penyabar dan juga bertanggung jawab,selama kami berumah tangga tidak pernah mas Reyhan memarahiku,paling aku sering ngomel-ngomel karena uang jualan yang di dapat tidak seberapa yang tersisa, karena habis untuk bayar hutang dan arisan ibu, tidak ada uang yang bisa di tabung.
Kalau aku marah Mas Reyhan selalu mendiamiku dan di cuekin, dibiarkan saja aku marah-marah sendiri, sebenarnya bukan itu yang aku inginkan.
Aku ingin seandainya aku marah, Mas Reyhan membujukku,tapi malah aku di cuekin, sifat itulah yang tidak aku suka ama Mas Reyhan, Mas Reyhan orang juga tidak romantis.
Sebagai seorang perempuan tentu ingin selalu diperhatikan, semenjak punya anak perhatian mas Reyhan sudah mulai berkurang, kadang aku cemburu sama anak sendiri.
Mas Reyhan orangnya tidak pelit semua uang hasil jualan dikasih semuanya kepadaku, disitulah aku bisa menyisihkan sebagian dari uang hasil jualan Mas Reyhan.
Setiap hari aku selalu mengeluh sama mas Reyhan, dengan masalah keuangan,ingin pindah dari sini, ingin rasa ngontrak sendiri, tapi kami belum punya uang untuk ngontak rumah, Mas Reyhan selalu menyuruhku selalu bersabar dalam menjalani hidup ini.
Mas Reyhan pernah bilang semuanya butuh proses tidak ada yang instan, makanya aku selalu di suruh bersabar dan berdoa.
Mudah-mudahan semuanya cepat berlalu.
__ADS_1
👾👾👾👾
Mas aku berangkat dulu ya, titip dini, kalau dini haus susunya ada di dapur, nanti biar mas yang buatkan susunya, kalau dini lapar aku dah buatkan sayur untuknya makan aku letakkan didalam lemari, mas tinggal ambil saja.
kalau gitu aku pamit dulu ya mas, sambil mencium tangan suamiku, tidak lupa juga aku menciumi anak gadisku yang lagi aktifnya.
Mama berangkat dulu ya nak, baik-baik ya sama papa, kalau haus minta sama papa ya,,,hik..hik..hik..ma,,ma,,ma..! atu ikut..angan tegi ma..anak mama jangan nangis dong, mama pergi cuman sebentar...
Tidak beberapa lama baru bisa pergi setelah dini berhenti menangis..
Berangkat kesekolah hanya jalan kaki karena dekat dari rumah, tidak perlu naik angkot.
Tiba disekolah murid-murid sudah mulai datang dan anak-anak bersalaman denganku, kami saling memperkenalkan diri.
Jam menujukkan setengah delapan semua murid-murid TK di suruh untuk berbaris, sebagai guru baru, aku hanya bisa memperhatikan guru yang lain mempersiapkan murid-murid berbaris...
__ADS_1
bersambung..