
Beberapa bulan kemudian dinda melahirkan secara normal anak keduanya juga perempuan yang kami beri nama Dita.
Anakku yang kedua ini sangat menggemaskan dan lucu, rasa sakit melahirkan hilang seketika jika telah melihat anak yang dilahirkan.
Karena dinda baru melahirkan terpaksalah keberangkatan ibu mertuaku kejakarta di pending dulu sampai dinda benar-benar kuat untuk bekerja nanti.
Disiang harinya sambil menyusui si kecil dini anakku yang pertama memanggil.
ma ma ma....mama..!
Adapa Dini? itu ma...hiks..hiks...hiks.. ada apa ko menangis, jelaskan dong sama mama.
Itu bang agra, dia ganggu aku main boneka ma, bonekaku di ambilnya, dia tidak mau memberikan padaku ma, hiks...hiks...!
Bang agra mengajakku main tapi aku tidak mau ma, dini tidak mau main sama anak laki-laki.
Anak laki-laki jahat ma, kata siapa? kata akulah ma, dini tidak boleh bicara seperti itu, bang agra itu kakak dini juga, tidak boleh jahat sama bang agra, dia ganggu dini ma.
Udah ya..! jangan nangis lagi nanti mama ambilkan boneka dini sama bang agra, makasih ma, dini tunggu disini temani adik mama mau ambilkan boneka dini, ya ma.
__ADS_1
Agra adalah anak dari mbak neni yang tinggal di sebelah rumah kami, walaupun kami tidak tinggal seatap tapi mbak neni dan keluarganya selalu numpang makan sama kami.
Tok..tok..tok..tok...!
Mbak neni bukak pintunya, aku ingin bicara sama anakmu si agra.
Tidak beberapa lama pintu rumah mbak neni di bukak, ngapain ketok-ketok pintu rumahku.
Mana anakmu si agra itu, ngapain kamu cari dia, anakmu sudah mengambil mainan dini.
Cepat panggilkan anakmu itu, kenapa harus sewot dini, aku tidak suka anakku di ganggu oleh anakmu, masa sudah besar masih ganggu adiknya.
Ada apa bunda,,? itu tantemu mau tanya sama kamu, arga sini kamu, ada apa Tante? jangan purak-purak tidak tahu kamu ya, sekarang mana boneka dini yang kamu ambil.
Ooo..masalah boneka, aku kira masalah apa?kenapa kamu tidak merasa bersalah, gara kamu ambil bonekanya dini jadi nangis, itu boneka kesayangannya.
Itu aku umpetin di bawah pohon, ambil sana, ambil saja sendiri, kamu yang umpetin berarti kamu juga yang harus mengambilkannya.
Ambil sana agra, ya bunda, anak tante itu nyebelin tidak mau aku ajak main makanya aku umpetin bonekanya, masa kamu main sama anak perempuan.
__ADS_1
Sama anak laki-lakilah main, aku lagi malas main sama anak laki-laki, aku inginnya main sama dini, tapi dininya tidak mau, kalau tidak mau jangan di paksa.
Maaf tante, aku tidak berniat membuat dini nangis, ini bonekanya tante, lain kali kamu jangan ganggu dini lagi, kalau dia tidak mau jangan di paksa.
Dini masih kecil, seharusnya kamu yang melindungi adikmu tidak buatnya menangis.
Sekali lagi aku minta maaf tante aku menyesal lain kali aku tidak ganggu dini lagi, ya udah tante pergi dulu.
Kemudian dinda pergi kerumah menghampiri kedua anak gadisnya, dini ini bonekamu nak, makasih mama, tadi gimana apa adik nangis, tidak mama adik cuman tidur aja tadi.
Adiknya tidak mau di ajak bicarama, adikmu masih kecil, belum bisa bicara dan belum juga bisa di ajak main.
Sekarang dini tidur siang juga, nanti setelah bangun tidur baru main lagi, ya mama.
Kedua anak dinda sudah tidur dengan nyenyaknya, saatnya dinda memasak dan menyuci pakaian.
Disaat mereka tidurlah dinda bisa melakukan pekerjaan rumah karena mas reyhan pergi jualan.
bersambung....!
__ADS_1