PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 5


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu tiba juga yang mana hari ini adalah pernikahan Dinda dan Reyhan.


Gimana Reyhan kamu sudah siap, sudah Andi, jangan gugup gitu, santai aja kayaknya kamu tegang amat. ya Andi aku santai ni.


Pak penghulu dan para undangan sudah datang acara akan segera di mulai, Reyhan berjabat tangan dengan Ayahnya Dinda,,Sah sah..kata para hadirin semuanya,,tidak menunggu lama Dinda dan Reyhan sudah sah menjadi suami istri.


Para undangan dan tamu yang hadir mengucapkan selamat kepada Dinda dan Reyhan.


Selamat ya Dinda, Reyhan, makasih ya Lina,kamu sudah hadir di acaraku,,aku tidak menyangka kamu akan menikah dengan mas Reyhan, itulh jodoh Lin.


Setelah Dinda menikah dengan Reyhan besoknya Dinda di bawa oleh Reyhan kerumah orang tuanya.


Ibu, Ayah dinda dan Mas Reyhan pamit dulu, ya Dinda hati-hati dijalan kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar ibu ya..


Sambil menangis dinda memeluk Ayah dan ibunya dan mencium tangan mereka barulah dinda berangkat bersama Mas Reyhan.


Kami berangkat naik motor yang di bawa mas Reyhan dari rumahnya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama perjalanan akhirnya kami tiba di rumah Mas Reyhan, rumah yang sangat sederhana tidak ada kesan mewah karena Mas Reyhan bukan dari keluarga orang kaya.


Di rumah ini hanya ada Ayah dan Ibunya, Mas Reyhan 4 bersaudara, dia anak ketiga, dua laki-laki dan dua perempuan, ketiga saudaranya tinggal di Jakarta.


Karena itulah Mas Reyhan mengajak aku tinggal di rumahnya.


Tiba di rumah Mas Reyhan aku di sambut dengan baik oleh Ayah dan Ibunya, aku bersalaman dengan mereka begitu juga dengan Mas Reyhan.


Di rumah Mas Reyhan mengadakan syukuran saja hanya tetangga dekat saja yang di undang, tidak ada acara resepsi, Semua itu tidak masalah bagiku.


Tak berapa lama beberapa tetangga datang kerumah Mas Reyhan, Waduh ini loh istrimu Reyhan kaya Mpok dina, ya Mpok, ini istriku.


Istrimu cantik ya Reyhan, ya dong Mpok. Silahkan di nikmati hidangannya Mpok Dina, Ia makasih Reyhan, jangan sungkan-sungkan Mpok.


Reyhan, Dinda kami pamit dulu ya,,makasih atas hidangannya,,sama-sama Mpok Dina.


Hari sudah mulai gelap para tamu sudah pada banyak pulang tinggal hanya kami berempat di rumah itu.

__ADS_1


Aku merasa canggung dengan keadaan ini, tidak tahu harus melakukan apa, aku hanya mengurung diri di dalam kamar.


Tiba-tiba Mas Reyhan datang, Dinda kamu udah makan? belum Mas, ayo sini kita makan sama-sama, Ia Mas tunggu sebentar.


Tidak beberapa lama kami makan bersama dengan kedua orang tua Mas Reyhan, Bapak Mas Reyhan juga baik kepadaku.


Awal-awal pernikahan semuanya baik-baik saja tidak ada perselisihan baik aku,Mas Reyhan maupun kedua orang tuanya.


Mas besok aku sekarang udah semester terakhir, aku kekampus ya untuk menyelesaikan skripsiku, perlu mas antar? tidak usah Mas, biak aku sendiri aja.


Ya udah kalau gitu hati-hati dijalan ya..


kemudian aku pamit dan bersalaman dengan Mas Reyhan.


Setelah bertemu dengan Dosen aku langsung pulang.


Mas, Ia Din, besok aku harus bayar uang semester Mas, emngya berapa Din? Semuanya Tiga juta mas, nanti Mas kasih uangnya ya..makasih ya Mas..

__ADS_1


Kok banyak sekali uang kuliahmu Din? ya Mas karena uang semester yang kemaren terpakai oleh ku, ya udah tidak apa-apa.


bersambung....


__ADS_2