PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 12


__ADS_3

Malam harinya sekitar jam delapan, Mbak Neni dan keluarganya tiba dirumah dengan membawa semua barang-barangnya, Mbak Neni tidak pernah memberi kabar kapan dia akan pulang, Mbak Neni cuman memberi kabar akan pulang saja, tapi tidak memberi kabar kapan akan tiba di rumah.


Kami yang di dalam rumah terkejut melihat Mbak Neni udah tiba saja dirumah dengan membawa semua barang-barangya.


aku diperkenalkan oleh Mas Reyhan kepada kakaknya, Mbak ini istriku, Dinda, kemudian kami saling berjabat tangan, selama ini kami belum pernah bertemu hanya lewat video hp saja.


Mbak Neni sudah lama tinggal di jakarta, sejak masih gadis, Mbak neni dulunya bekerja di sebuah pabrik di Jakarta, sekarang mbak Neni tidak bekerja lagi, karena pabrik dimana tempat mbak neni bekerja gulung tikar.


Semenjak Mbak neni berhenti bekerja, hanya suaminya saja yang cari uang dengan berjualan sendal dan pakaian dalam di dekat pabrik.


Dulunya hidup Mbak Neni begitu jaya,karena ulah kakak tertuanya yang selalu sering pinjam uangnya sama mbak neni tapi tidak pernah di bayar. sebagai seorang adik, mbak Neni tidak tega melihat kehidupan kakaknya begitu sulit, tapi kakaknya tidak peduli dengan keadaannya sekarang.


Lama-lama mbak Neni bosan juga dengan sifat Mas jaka yang selalu pinjam uang padanya, sampai-sampai mbak neni bilang,kalau mas jaka tidak bisa cari uang disini lebih baik mas jaka pulang kampung saja mas.

__ADS_1


Sampai kapan aku harus menanggung biaya keluarga mas, apa lagi aku sekarang tidak bekerja lagi, aku tidak mau pulang kata mas Jaka.


Ya udah kalau mas jaka tidak mau pulang kampung biar aku saja yang pulang. setelah itu mas jaka pergi meninggalkan mbak neni.


Selain pabrik yang banyak tutup,Itulah juga salah satu yang membuat Mbak neni harus pulang kampung karena tidak tahan dengan sifat kakak tertuanya.


Awalnya yang tinggal di Jakarta terlebih dahulu kakaknya yang laki-laki,kemudian setelah tamat sekolah di susul Mbak Neni dan bekerja juga disana, di susul lagi oleh Adik Mas Reyhan yang paling kecil Mereka semuanya tinggal di jakarta, hanya mas reyhan yang tinggal bersama orang tuanya.


Mas Reyhan tidak tega meninggalkan kedua orang tuanya.


Malam itu juga barang-barang Mbak Neni di letakkan di rumah sebelah, kebetulan rumah sebelah itu tidak ada yang menghuninya.


Mbak Neni dan keluraganya malam ini tidur dirumah ibu mertuaku, terpaksalah kami berlapang-lapang hati. rumah ibu mertua tidaklah besar,cuman ada kamar dua, dapur satu, ruang tamu satu itupun juga tidaklah besar.

__ADS_1


Karena anakku menangis aku masuk duluan kekamar untuk menyusuinya dan tertidur.


Besok paginya...!


Reyhan,,! ya Mbak,,untuk sementara ini mbak tinggal dirumah sebelah,tapi mbak masaknya disini, tidak apa-apa mbak masak sini? kok mbak bicara seperti itu, ya tidak apa-apalah.


Tulah Rey,,sekarang jualan udah susah di Jakarta, pabrik banyak yang tutup,sudah sulit cari uang disana,kalau gitu jualan disini aja Mbak,,rencananya gitu Rey,,tapi.....!


Tapi apa Mbak, boleh mbak pinjam uangmu untuk modal usaha mas doni, uang mbak udah habis untuk biaya pulang,nanti kalau udah ada uangnya secepatnya mbak ganti.


Gimana ya Mbak bukan aku tidak mau,tapi sekarang ini keuanganku juga sulit mbak, aku punya hutang di bank juga sama temanku,.sampai sekarang belum lunas mbak.


Tidak banyak-banyak mbak pinjam,cuman tiga juta saja,untuk modal awal,coba aku tanya dulu sama Dinda ya mbak, siapa tahu Dinda ada simpanan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2