PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 20


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu,sekarang anakku yang kedua sudah berumur 6 bulan.


Ibu mertua sudah 3 bulan tidak tinggal bersama kami, ibu mertua lagi di tempat adik Mas Reyhan yang paling kecil, sekarang lagi hamil juga dan tidak beberapa lama lagi juga akan melahirkan.


Semenjak ibu mertua tidak ada di rumah ada juga rasa sepi menyelimuti hati ini, kadang ada juga merasa bersalah.


Di rumah ini hanya tinggal kami berempat dengan mas reyhan, Anak-anak dinda keduanya begitu aktif sekali kadang jika Mas Reyhan pergi jualan dinda sangat kewalahan menjaga keduanya.


Semenjak melahirkan anak keduanya, dinda tidak mengajar lagi karena tidak ada yang jagain kedua anaknya dinda.


Digelapnya malam sambil menatap langit kamar kadang aku lberfikir sendiri, kenapa hidupku seperti ini, kapan ya seperti orang lain punya rumah sendiri tanpa harus menumpang di rumah ibu mertua.


Tinggal di rumah ibu mertua ada juga enaknya tapi ada juga yang tidak enaknya, kalau yang tidak enaknya rumahnya tidak boleh kotor atau berantakan.


Yang namanya punya anak kecil tentu rumah susah untuk rapi, baru di bersihkan tidak berapa lama lagi di buat kotor lagi.


Itu yang tidak ibu mertuaku suka, ia ingin rumah bersih terus tidak boleh kotor kadang jika mengingat ibu mertua memarahi anakku, aku merasah sedih.

__ADS_1


Demi menjaga anaknya, dinda rela tidak mengajar lagi, walaupun uang yang di kasih mas reyhan hanya pas untuk biaya sehari-hari.


Dinda sudah beberapa kali ikut tes CPNS, untuk jadi pegawai belum berpihak kepadanya, sekarang dinda hanya bisa bersabar dan menunggu pembukaan CPNS lagi.


Jika sudah menjadi seorang serjana tapi belum juga mendapat pekerjaan sungguh jadi beban bagi dinda karena orang-orang di sekitarnya selalu membuly dinda.


Waktu itu di warung...!


Udah sarjana S1 tapi belum juga dapat pekerjaan yang gajinya besar, sekarang hanya jadi ibu rumah tangga, percuma kamu sekolah tinggi din tapi belum juga dapat pekerjaan hanya mengurus anak saja di rumah.


Bu yanti kenapa begitu sewot, bu yanti jangan menghina aku, roda itu berputar bu tidak selamanya seseorang itu di bawah.


Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita kedepannya seperti apa.(berusaha menguatkan diri)


A..lah alasan,,,


ibu itu sudah tua seharusnya ibu jangan ikut campur urusan orang, bu yanti itu harus banyak-banyak memdengar ceramah ustad agar tidak julid dengan kehidupan orang.

__ADS_1


Lalu dinda pergi meninggalkan bu yanti yang selalu ikut camput urusan orang.


Setibanya di rumah di banting semua belanjaan yang di beli dinda karena kesal dengan bu yanti.


Kenapa di banting semua belanjaannya? kata mas reyhan, aku kesal mas sama tetangga mas yang sebelah itu, o bu yanti kenapa dengan dia?


Dia itu sudah menghinaku Mas,,hiks..hikss..haiks,....


Air mata dinda yang ditahan dari tadi akhirnya tumpah juga.


Udalah jangan nangis, nanti anak-anak bangun,aku kesal mas....!


Dinda menangis di pangkuan Mas Reyhan,bu yanti bilang apa? Coba cerita sama Mas.


Dia bilang aku ini sarjana tapi hanya di rumah saja sebagai ibu rumah tangga, percuma sarja jika di rumah saja, hik..hiks..


Udalah tidak usah di dengarkan kata-kata orang seperti itu, mereka hanya asal bicara saja.

__ADS_1


bersambung....!


__ADS_2