
Pov Reyhan
Entah kenapa aku tidak tega melihat kondisi Mbak Neni sekarang ini,Mbak Neni kelihatan lebih kurus,seperti banyak masalah,aku tidak tega melihat keadaan mbak neni sekarang ini.
Sebenarnya aku juga tidak punya uang untuk menolong mbak neni kehidupan kami saja pas-pasan,tapi aku tidak bisa mengatakan itu kepada Mbak Neni, aku takut membuat hatinya sedih.
Kalau seandainya aku pinjamkan uang untuk mbak Neni kepada temanku apa boleh sama Dinda(batinku). mungkin dinda tidak mengizinkan aku pinjam uang untuk mbak Neni,pasti kami akan cekcok lagi.
Sebagai seorang adik mana mungkin tega melihat kakaknya lagi kesulitan, aku ingin membantu Mbak Neni, tidak tahu harus bagaimana cara menolongnya.
Mbak Neni selama ini tidak pernah minta bantuanku, cuman hari ini mbak neni minta bantuanku tapi aku tidak bisa menolongnya. hidup sekarang memang begitu sulit.
Kami empat bersaudara dari keluarga yang sederhana,Bapak dan ibu hanya sebagai buruh tani. sekarang Bapak lagi sakit-sakitan, dari kecil kami selalu bersama tidak sering terjadi pertengkaran antara kami, setelah kami dewasa satu-persatu kakakku pergi merantau.
__ADS_1
kecuali aku yang tidak pergi,karena tidak tega meninggalkan orang tuaku.
Selama Mas jaka di rantau orang jarang mas jaka memberi kabar kepada Ibu,karena waktu itu belum ada HP hanya lewat surat saja.Mas Jakalah yang membantu biaya sekolah kami sampai tamat SMA.
Mungkin karena itu Mas jaka selalu menekan Mbak Neni agar membantu keuanga keluarganya.aku tidak menyalahkan Mas jaka dan juga tidak menyalahkan mbak neni.
Semenjak Mas jaka di PHK, Sekarang yang bisa dilakukannya berjualan bersama suami mbak neni, tapi Mas jaka orangnya pemalas sering libur jualan,kalau tidak ada uang untuk beli rokok,beras dia minta sama Mbak Neni.tapi Mbak neni tidak bisa menolak.
Kadang pernah aku ajari mbak Neni agar bersikap tegas kepada Mas jaka,Mbak Neni orangnya tidak tegaan.selagi Mbak neni ada uang selalu di berikan ke pada mas jaka.
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang harinya setelah pulang sekolah,Mas Reyhan menghampiriku, dik..ya mas, kamu ada simpanan,,? untuk apa mas(purak-purak tidak tahu) gini din,aku kasihan sama mbak neni,dia butuh bantuan kita,trus...! sekarang keuangan mbak neni lagi merosot, begitu juga dengan pekerjaan suaminya.
__ADS_1
Suaminya ingin jualan dekat sini, tapi uangnya kurang,kalau kamu ada simpanan,boleh aku pinjam dulu..untuk Mbak Neni.
Sama mbak neni aja mas kasihan, kalau sama aku gimana mas,selama ini aku selalu bersabar dengan keadaan kita yang selalu kekurang uang,hidup pas-pasan.
Belum lagi membantu ibumu bayar arisan tiap minggu,mana ada uang simpananku mas,walaupun aku mengajar sekarang tapi gajiku sebagai guru honor hanya di kasih seratus ribu sebulan mas,untung saja aku kesekolah tidak menggunakan angkot hanya jalan kaki.
Gini aja din,kalau mas pinjamkan Mbak nina uang pada teman mas gimana, nanti biar mas yang bayar,.keenakan dong Mbak neninya,dia yang pakai kita yang bayar.
Tidak boleh,,! hutang kita juga banyak mas,sampai sekarang masih belum lunas,ini semua gara-gara kamu mas yang tidak jujur sama aku dari awal, mana ada orang berumah tangga itu di mulai dari min. kamu yang ajari aku berhutang mas.
Masalah mbak neni, bilang saja kita tidak punya uang, tapi aku tidak bisa mengatakannya takutnya mbak neni sedih, kalau aku sedih kamu tidak takut mas.bukan gitu,aku juga tidak ingin kamu sedih.
Kalau mas tidak bisa smpaikan kepada mbak neni kalau kita tidak punya uang,biar aku saja.yang sampaikan, aku tidak mau hutang kita bertambah.banyak, biar mbak neni dan suaminya yang cari solusinya.jangan dik,biar mas aja yang sampaikan.
__ADS_1
Lalu aku pergi meninggalkan Mas Reyhan untuk ganti pakaian.
bersambung.....