
Menurut perkiraan buk bidan dimanaku selalu kontrol tidak beberapa hari lagi akan melahirkan.
Hatiku senang mendengarnya begitu juga dengn Mas Reyhan.
Tiba di rumah seperti biasa aku selalu melakukn pekerjaan di dapur semuanya aku yang melakukannya, karena orang tua mas Reyhan sudah tua dan tidak bisa lagi bekerja.
Biaya dirumah itu Mas Rayhan yang tanggung semuanya, di mulai dari bayar listrik, air, biaya dapur semuanya Mas Reyhan yang tanggung.
Makanya aku sedih jika ibu mertuaku suka beli barang-barang yang tidak selalu di butuhkan, mas Reyhan membiarkannya saja.
Beda dengan bapak mertuaku, tidak banyak menuntut dan tidak banyak komentar juga, masakan apa yang aku masak selalu di makan oleh bapak mertuaku.
Pagi hari yang cerah kami pergi jalan-jalan pagi, sambil menunggu matahari terbit.
Mas,,ya dik, ada apa? sini lihat mas, apa itu?
Aku juga tidak tahu mas, banyak sekali airnya keluar mas, jangan-jangan kamu mau melahirkan dik..mungkin jadi mas, ayo kita pulang.
Mas Reyhan membawaku langsung ketempat buk bidan, di tempat buk bidan aku langsung di periksa, ternyata sudah pembukaan dua, pada saat itu rasa sakitnya belum ada.
__ADS_1
Sudah setengah hari kami di tempat buk bidan namun pembukaannya belum tambah juga,akhirnya kami minta izin pulang.
Jarak rumah kami ketempat buk bidan tidak begitu jauh, nanti kalau terjadi apa-apa kami akan cepat memberi tahu buk bidan.
Setibanya di rumah aku hanya beristirahat saja, sambil tidur-tiduran, semakin sore rasa sakitnya semakin menjadi, Mas sakit..sabar dik,,
Biar nanti mas jemput buk bidan, jangan lama-lama ya mas, pada saat itulah ibu mertuaku memberikan aku minuman yang serba pahit, katanya aku cepat melahirkan.
Apapun yang di berikan ibu mertuaku aku minum,namun anakku juga belum lahir.
Jam sepuluh malam barulah buk bidan datang kerumah, langsung memeriksaku, ternyata sudah penuh pembukaannya, namun anakku juga belum lahir, sampai jam sebelas malam baru aku melahirkan seorang anak perempuan yang cantik.
Dinda melahirkan di rumah, karena waktu itu buk bidan mau di ajak kerumah.
Setelah anakku lahir barulah tetangga datang menjenguk, selamat ya din atas kelahiran anak pertamanya.
Makasih Mpok Dina udah datang menjenguk.
Besok paginya buk bidan datang lagi kerumahku untuk memandikan anakku.
__ADS_1
Para tetangga juga datang melihat anakku yang kulahirkan, mereka semunya senang dan bahagia. kami mengadakan syukuran atas kelahiran anak pertama kami.
🎊🎊🎊🎊🎊
Semenjak Dindaa melahirkan, ibu mertunya memperlakukn dengan baik, selama tiga bulan Dinda tidak boleh melakukan pekerjaan semuanya ibu mertua yang melakukan.
Mas aku senang sakali, ibu baik padaku, karena aku di perlakukan dengan baik, ya karena kamu baru siap lahiran, kalau terjadi apa-apa sama kamu, Mas sama ibu juga yang repotkan.
Baru merasa senang di perlakukan seperti bak ratu, ternyata hanya takut saja terjadi apa-apa, nanti mengeluarkan uang banyak, aku pikir mereka tulus(batinku)
Entah berapa banyak air mata yang aku keluarkan di rumah ini.
Rasanya begitu sulit hidup ini kulalui, ingin pulang kerumah orang tuaku tapi aku tidak berani, apa nanti kata orang tuaku.
Pernikahan ini atas kehendakku,dulu orang tuaku dan kakakku juga melarang, semuanya tidak aku pedulikan.
Benar kata orang penyesalan itu datang terlambat.
bersambung....
__ADS_1