PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 17


__ADS_3

Tidak ada lagi air mata yang keluar, semua sudah habis,sedih rasanya mendengar ungkapan Mas Reyhan yang juga tidak peduli dengan keluarga dinda.


Di rumah ini tidak peduli dengan perasaan dinda, Mas Reyhan sudah berubah tidak seperti dulu, perhatiannya sudah mulai berkurang.


Ibu mertua juga tidak begitu akrab dengan dinda, dirumah itu dinda tidak banyak bicara, hanya yang penting-penting saja yang di bicarakan.


Dengan adanya dinda sibuk mengajar semua masalah untuk saat ini bisa dinda lupakan, pernah waktu itu dinda minggat dari rumah gara-gara Mas Reyhan tidak membelanya.


Semenjak dinda tinggal di rumah mertuanya, dinda jarang pulang kerumah ibunya karena jarak antara rumah Mas Reyhan dengan rumah dinda begitu jauh kira-kira 5 jam perjalanan.


Satu persatu hutang Mas Reyhan sudah mulai lunas dengan begitu dinda bisa menyisakan sebagian dari uang belanja tanpa sepengetahuan Mas Reyhan, kenapa dinda tidak ingin Mas reyhan tahu bahwa dinda menyimpan uang, karena dinda takut nanti Mas Reyhan akan kasih lagi kepada saudaranya.

__ADS_1


Dinda juga ingin punya rumah sendiri untuk anak-anaknya, dinda tidak ingin tinggal disini selamanya, sebagai seorang ibu dinda ingin juga yang terbaik untuk anaknya.


Biarlah hidup dinda biasa saja yang penting dinda bisa menyimpan sebagian dari belanja dapur, demi sebuah impian dinda harus bersabar dulu (mensugesti diri sendiri) semoga Allah menjawab semua doa-doanya.


Siang Harinya..!


Dik ambilkan Mas nasi,Mas lapar, tanpa aku jawab aku langsung mengambilkan Mas Reyhan nasi, jangan ngambek lagi dong, ma'afkan Mas udah membuat hatimu sedih, keluargamu itu juga keluarga Mas dan keluarga Mas juga keluargamu dan jangan di beda-bedakan.


Aku tidak membeda-bedakan cuman aku sedih aja kalau mas tidak peduli dengan keluargaku, bukannya tidak peduli, kemaren Mas juga lagi kalut,,tidak tahu harus berkata apa lagi. Kamu bicara terus dik.


Tapi dik,kamu jangan membenci keluargaku, aku tidak benci Mas, aku cuman ingin Mas itu jangan terlalu memanjakan saudara Mas,Mas itu haru tega agak sedikit, itu gara-gara Mas dan Mbak Neni selalu menuruti keinginannya apa yang dia mau,

__ADS_1


Mas jaka itu anaknya sudah besar-besar tapi masih malas juga berusaha, lebih banyak pergi mancing dari pada kerja.


Ok...! kalau itu yang buat hatimu senang, akan Mas turuti, senyum dong, ! kayak terpaksa, yang Ikhlas, udah ah capek.


Yuk kita makan bareng dari kemaren Mas belum lihat dik makan nanti sakit dan anak kita di dalam perut nanti kelaparan. akhirnya kami makan bersama.


Sambil makan aku juga menyuapkan dini makan, anakku sekarang lagi aktif-aktifnya bicara, selalu ingin tahu semuanya kadang aku pusing juga apa yang iya tanyakan, kadang udah di jawab semua pertanyaannya, malah ada lagi pertanyaan yang lain,begitulah sifat anakku sekarang.


Ma..ma..! ya nak, tambah nasinya dini masih pengen makan, tunggu sebentar mama ambil dulu nasinya. Mas juga nambah dik, kenapa hari ini masakkanmu berbeda ya..


Emangnya kenapa Mas,tidak enak ya,,,! enak sekali dik makanya Mas ingin tambah, berarti selama ini masakkan ku tidak enak? salah lagi ( batinku) bukan gitu, selama ini juga enak. habisnya selama ini Mas tidak pernah muji masakanku.

__ADS_1


Habisnya dik juga tidak tanya, ngapain juga harus aku tanya, udah ah malas Mas berdebat sama kamu dik, lanjutin aja makannya lagi...


Bersambung...


__ADS_2