PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 7


__ADS_3

Din, ya bu,,ada apa.? berikan ibu uangmu, tadi ibu ambil baju sama Mpok Dina bajunya bagus,ibu tertarik,ibu ambil satu, udah ibu bayar belum, makanya ibu minta uang sama kamu untuk bayar baju ini.


Uang yang di kasih Mas Reyhan tadi pagi terpaksa aku berikan sama ibu, padahal uang itu rencananya akan aku belikan untuk perlengkapan melahirkan nanti.


Karena ibunya yang meminta terpaksa aku berikan, itulah sifat Ibu Mas Reyahan yang tidak aku sukai,dia suka beli barang tanpa ada manfaatnya, main ambil saja sama Mpok dina, Nanti Mas Reyhan yang bayar, belum juga nanti bayar arisannya tiap minggu.


Kalau aku cerita ke mas Reyhan, dia selalu membela ibunya, semua yangku katakan tidak didengarnya, kadang aku merasa tidak nyaman tinggal di rumah ini.


Ingin rasanya aku pergi dari sini, tapi kodisiku lagi hamil tua, tidak beberapa bulan lagi aku akan melahirkan.


Setiap hari aku selalu manangis, karena sifat mertuaku yang tidak tahu di utung, padahal anaknya cuman jual es dawet, keinginannya banyak sekali, kadang aku merasa muak dengan semua itu.


Mas Reyhan selalu menuruti apa keinginan ibunya, karena Mas Reyhan anak yang patuh kepada kedua orang tuanya.


🎊🎊🎊🎊🎊


Tibalah saatnya aku di wisudah, pas bertepatan dengan kehamilanku delapan bulan, aku kasih tahu keluargaku, cuman Ayah dan ibu yang datang, rasanya sedih sekali karna kakak dan adikku tidak datang.

__ADS_1


Bang Azam mana yah, kok tidak datang, bangmu tidak bisa datang karena perkerjaannya tidak bisa ditinggal, adikmu masih sekolah dia tidak mau libur.


Tidak apa-apa yang penting Ayah dan Ibu sudah datang.


Yang bisa masuk cuman dua orang, Ayah dan Mas Reyhan yang bisa masuk, Ibu sama Ibu mertua tidak apa-apakan tunggu di luar, tidak apa-apa nak, di kuar juga ada tv.


Tibalah saatnya namaku dipanggil kedepan, rasanya seperti mimpi, akhirnya aku menyelesaikan kuliahku, walaupun begitu banyak rintangan yangku lalui.


Aku bersyukur suamiku selalu memberikan semangat saat aku mulai tidak bersemangat lagi.


Dengan membawa perut buncit aku maju kedepan memakai hak tinggi, hampir saja aku terjatuh, untungnya tanganku di pegang oleh dosen perempuanku.


Setelah acara selesai kami pulang kerumah makan bersama setelah melaksanakan shalat zuhur.


Din, ya bu,,besok Ibu dan Ayah pulang, kok cepat sekali Ibu palang, ya Din karena Ibu dan Ayahmu tidak bisa meninggalkan adik-adikmu lama di rumah.


Tidak apa-apa bu, yang penting Ibu dan Ayah sudah hadir di acaraku.

__ADS_1


Setelah Dinda melahirkan nanti Ibu kesini lagi dan ajak adik-adikmu, ya bu jaga kesehatan ibu baik-baik. Maafkan Dinda belum bisa membahagiakanmu.


Besoknya Ibu dan Ayah berangkat palang kampung, tinggallah kami lagi di rumah mas Reyhan berempat, sedih rasanya di tinggalkan oleh orang tuaku, gimana lagi aku tidak mungkin meninggalkan suamiku.


Mas, sekarangkan aku udah tamat, aku mau daftar kerja ya mas,, kamukan lagi hamil besar dik, tidak beberapa lama lagi kamu melahirkan, tunggulah dulu sampai kamu melahirkan.


Setelah anak kita lahir baru cari kerja, aku tidak sabaran lagi mas, kamu yang sabarlah dulu, nanti baru masuk kerja kamu udah cuti.


Setelah anak kita lahir Mas tidak akan melarang kamu untuk bekerja,,,uang untuk perlengkapan bayi kita belup mas, nanti mas uashakan.


Sebenarnya uangnya udah cukup, tapi ibumu selalu minta uang padaku, untuk beli inilah beli itulah,,kadang yang di beli itu tidak bermanfaat hanya tersimpan aja di lemari tidak di pakai.


Namanya orang tua pasti ingin sesuatu juga, tapi lihat dulu kondisi kita, hutang banyak, di tambah lagi ibumu selalu minta uang terus,,entah untuk apa guna juga tidak tahu.


Kadang orang mau beli ember,ibumu juga ingin beli, apapun yang di beli orang ibumu juga ingin beli,,kalau seperti ini aku bisa stres mas.


Kamu yang sabar dong dik,,cuman itu yang bisa di lontarkan oleh Mas Reyhan...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2