PMI (Pondok Mertua Indah)

PMI (Pondok Mertua Indah)
PMI 6


__ADS_3

Sebelum tidur kami bercerita dulu satu sama lain tidak ada yang di tutup-tupi, Din, ya Mas, sebenarnya,,,,apa Mas,,itu Din..itunya apa kok Mas kayak gitu bicaranya, apa yang mas sembunyikan dariku.


Gini Din, sebenarnya Mas punya hutang dibank untuk biaya pernikahan kita ini, honda Mas ini masih belum lunas, tinggal 2 tahun lagi, Mas minta pengertian dari kamu, uang untuk kuliah kamu Masih ada sisa pinjaman bank mas dulu.


Kamu ambil saja untuk pelunasan uang semestermu, Mas juga ada hutang sama teman mas.


Mendengar Mas Reyhan banyak hutang hati ini sakit sekali,,sedih,,tak tahu harus berkata apa Rasanya aku di tipu Mas Reyhan,,


Aku tidak menyangka Mas Reyhan banyak hutang, kenapa sebelum menikah di kasih tahu sama Mas Reyhan, Ya Allah seperti inikah nasibku(batinku).


Niat hati menikah ingin terbebas dari hutang, supaya bisa cepat menyelesaikan kuliahku, tapi malah seperti ini jadinya.


Din, kenapa kamu melamun, maaf Mas aku tidak menyangka mas banyak hutang, Sepertinya rumah tangga kita di mulai dari min ya mas.


Gimana lagi Din yang sabar ya, Mas janji akan lebih giat lagi bekerja. Maafkan Mas ya Din, belum bisa membahagiakan kamu.

__ADS_1


Kalau orang berumah tangga di mulai dari nol, kalau kita mulai dari min..


Setelah bercerita kemudian kami tidur sampai terdengar Orang azan subuh di mesjid, Mas bangun sudah masuk waktu subuh, ya Din.


Mas Reyhan pergi kemesjid untuk Shalat subuh, dan aku pergi kedapur untuk masak air, kedua mertuaku juga berangkat kemesjid untuk shalat subuh.


Pulang dari shalat subuh aku menyediakan kopi untuk Mas Reyhan dan kedua orang tuanya, orang tua Mas Reyhan sekarang ini masih baik kepadaku tidak ada terlihat dia tidak menyukaiku.


Tiga bulan kemudian aku hamil anak pertama,Mas Reyhan dan kedua orang tuanya sangat senang mendengar kabar kehamilanku.


Tidak ada uang yang dapat di tabung dari penjualan Es Dawet, semua habis untuk membayar hutang, belum lagi untuk membayar arisan Mertuaku.


Semangkin hari kehamilanku semangkin membesar, tapi tabungan untuk persalinan belum juga terkumpul.


Satu tahun pernikahan ini begitu sulit sekali

__ADS_1


rasanya begitu banyak cobaan yangku lalui, tapi aku tidak berani berbicara sama orang tuaku.


Rasanya aku tidak ingin menyelesaikan kuliahku, aku rasanya ingin berhenti saja, tapi Mas Reyhan melarangku, Mas ya dik,,gimana kalau aku behenti kuliah aja, kenapa dik?


Permasalahan di kampus belum juga selesai mas, mencari dosen untuk bimbingan juga sulit, kamu yang sabar ya dik, mungkin ini cobaab bagimu.


Kalau kamu berhenti nanti aku yang di salahkan oleh Ayahmu, nanti Ayah fikir aku tidak sanggup membiayai kuliahmu.


Tapi Mas, lanjut aja, nanti mas temanin cari dosennya. Mas Reyhan, ya dik, teman yang sama kuliah denganku ada loh yang wisuda ke Jakarta cuman bayar lima belas juta, langsung di wisuda katanya.


Kamu jangan percaya Hal yang seperti itu, apakah itu benar, jangan-jangan itu penipuan, tidak tahu juga mas.


Lebih baik yang jelas ini aja di lanjutin, tidak usah banyak fikir yang lain.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2