
Dua tahun kemudian Dini udah berumur tiga tahun, sekarang aku lagi hamil anak kedua, hamil sekarang ini begitu berbeda seluruh gigiku sakit semuanya dan selalu muntah-muntah.
Selama hamil aku sering sakit gigi maunya tiduran terus bawaannya malas aja,,Mas kenapa aku sering sakit gigi ya? mungkin itu pengaruh kamu hamil,tapi aku tidak tahan mas sakit gigi terus, gimana nanti kita pergi berobat, ya Mas.
Selama hamil aku berhenti mengajar di TK karena aku sering sakit-sakitan,selama aku hamil Dini bergitu rewel sekali.
Pada kehamilanku yang ke 4 bulan aku coba masukkaan lamaran kesekolah SDIT karena makanku udah banyakan dan tidak sakit- sakitan lagi.
Tidak perlu menunggu lama aku di panggil oleh Kepala SDIT bahwa aku diterima mengajar disana.
Allhamdulillah Mas,,!aku diterima mengajar di SDIT di kota, syukurlah dik,tapi tidak masalah kalau kamu hamil,ya tidak masalah dong Mas.
Apa kamu tidak sakit lagi dik, Alhamdulillah Mas aku udah sehat,besoknya aku pergi mengajar lagi, Dini aku titip sama Mas Reyhan,jika Mas Reyhan jualan Dini aku titip sama Ibu mertua.
Semakin hari kehamilanku yang kedua ini semakin membesar dan susah untuk bergerak.
Malam harinya...!
__ADS_1
Dik,,! ya mas, kemarin Mas jaka nelpon, untuk apa,,? uang kontrakannya belum di bayar, jualannya sepi, trus,,,! apa hubungannya denganku, Mas jaka mau pinjam uang lima ratus ribu.
Kenapa ya Mas,keluarga Mas itu suka minjam sama kita, seperti orang kaya aja kita ini, padahal kita juga berhemat-hemat disini, kita di kampung, hidup di kampung tidak bergitu sulit, berbeda dengan di kota.
Kalau tidak mampu lagi tinggal di kota ngapain masih tinggal disana, lagian uang yang di pinjam Mas jaka kemaren masih belum di bayar, sekarang minjam lagi.
Kadang aku heran sama keluarga Mas kenapa semuanya suka minjam, tapi tidak pernah di bayar. kemaren Mbak Neni ingin pinjam uang untuk beli mobil-mobilan anaknya, sekarang Mas jaka yang minjam.
Jangan gitulah dik,,bagaimanapun juga mereka itu keluarga Mas, iya keluarga Mas,,! tapi tidak pernah memikirkan nasib kita. Mas saja tidak berani pinjam uang sama mereka.
Keluarga Mas Jaka tidak pernah memikirkan bagaimana nasib kita,dia hanya memikirkan dirinya sendiri tidak pernah memikirkan keadaan Mas Reyhan.
Aku tidak peduli apa mereka memikirkan nasibku atau tidak yang jelas aku mau membantu saudaraku,silahkan kalau ada uang kasih aja.
Mas itu selalu membela saudaramu, ya jelas aku selalu membela saudaraku, dari kecil aku selalu bersama, terserah Mas saja, Aku tidak punya uang.
Malam itu sebelum tidur kami adu mulut dulu gara-gara saudaranya, karena letih beraktifitas aku tidur duluan sambil membelakangi Mas Reyhan karena aku masih kesal dengannya.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Mas Reyhan tidak ada di kamar, kemana Mas Reyhan,,? masih pagi tidak ada (batinku).
Tidak beberapa lama pintu kamarku terbukak ternyata Mas Reyhan yang datang.
Darimana Mas? dari tempat teman Mas,Ngapain,,? pinjam uang, untuk apa?
ya untuk Mas jaka, segitunya Mas sama saudara Mas, gimana lagi Mas tidak bisa melihat Mas jaka kesusahan, nanti Mas bayar pakai apa? nanti Mas jualan, itu pinjaman berbunga mas.
Tidak masalah yang penting Mas dapat pinjaman, sekarang aku tanya sama Mas,kalau seandainya posisi keluargaku seperti itu juga,apa Mas juga mau membantu.
Kalau masalah keluargamu,ya kamulah dik yang mengusahakannya, Mas Reyhan tidak adil,giliran keluargaku yang susah Mas tidak) peduli.sedih rasanya mendengar ucapan Mas Reyhan (batinku
Mas itu selalu memanjakan saudaramu Mas, biarlah dia usahakan dulu.
begitulah sifat Mas Reyhan kepada saudaranya.
bersambung..
__ADS_1