
Setelah ganti pakaian aku mencium anakku dini dan pergi kedapur untuk makan, kulihat lemari ternyata sambal yang aku masak tadi pagi udah habis, padahal aku masak banyak tadi, sekarang udah habis.
Lalu aku pergi menghampiri mas Reyhan, mas kenapa sambal udah habis, aku belum makan mas, maaf dik tadi mbak neni dan keluarga juga makan disini, lalu aku makan apa mas? aku lapar.
Gimana kalau mas belikan aja dik sambal,terserah mas aja yang penting siang ini aku bisa makan, sambal untuk makan malam gimana mas, ya di buat lagi,,tapi aku capek mas, tadi aku udah masak banyak sekalian untuk makan malam.
Kalau seperti ini terus kapan kita bisa nabung mas. kamu yang sabar aja dulu, nanti kalau jualan mas udah banyak yang laku baru bisa kita nabung.
Sampai kapan mbak Neni dan keluarganya numpang makan sama kita mas, tunggu aja dulu,,sampai kapan aku harus menunggu mas, sampai suami mbak neni dapat kerja. wah..! lama dong mas, kalau seperti ini aku tidak kuat mas.
Sabar dong dik,mas bilang cuman sabar aja dari dulu. kesabaran orang itu ada batasnya mas, aku ini hanya manusia biasa mas, aku bisa marah dan bisa nangis, aku bukan robot, harus mengerjakan semuanya sendiri.
__ADS_1
Nanti mas bantu y..bantu apa,,? bantu Do'a, nyuci baju, jagain dini bantu cari uang juga, ha..ha..ha..tidak lucu, Mas Reyhan langsung diam.jangan cemberut terus dong dik, nanti cepat tua loh. sampai kapan mas harus bicara terus katanya mau belikan aku sambal, ya udah mas pergi dulu y....
Tidak beberapa lama Mas Reyhan datang membawakan sambal untuk Dinda.
Dik,,,,! ini sambalnya, makanlah lagi, biar dini sama mas, lalu dinda pergi kedapur untuk makan, mas udah makan, ,?udah tadi sama mbak Neni.
Sedang asyik makan ibu mertuaku datang..
O y tadi ibu lupa, rupanya Neni sama keluarganya juga makan disini, nanti kamu buat sambal lagi, aku tidak mau bu, aku capek, bu suruh saja mbak Neni buat sambal, semenjak mbak neni tinggal disini, dia selalu numpang makan di tempat kita.
Dia itu juga kakak iparmu din, ya kakakku tapi sampai kapan dia harus numpang makan terus bu, hidup kami aja juga masih pas-pasan bu, tolonglah ibu juga mengerti dengan keadaan kami.
__ADS_1
Karena ibu mertua tidak tahan dengan omonganku, dia pergi begitu saja.
Reyhan,,apa bu? tu istrimu udah pintar sekarang ngomelin ibu, masa kakakmu makan disini tidak boleh, dia itu kakakmu.
Tolong ajari istrimu agar bersikap yang baik sama ibu, sekarang kasih ibu uang untuk buat sambal, kalau istrimu tidak mau buat biar ibu saja yang buat, nanti mbak sama suaminya makan apa,,?
Ibu jangan segitu juga sama dinda, kasihan dinda juga bu, dia capek pulang sekolah tapi mau makan sambalnya tidak ada lagi, bisa buat dadar telur aja,kenapa harus beli sambal kan mahal. istrimu sangat boros.
Aku datang dari dapur mendengarkan pembicaraan ibu dan Mas Reyhan, aku tidak boros bu, kalau tidak boros sampai sekarang kenapa kamu masih belum bisa menyimpan uang, perlu ibu ketahui mas reyhan itu tanggungannya banyak,,mulai dari biaya ibu sehari-hari, biaya dapur, belanja anaknya biaya numpak mbak neni dan biaya bayar hutang,biaya bayar listrik dan air. semuanya mas Reyhan yang tanggung bu, ibu terdiam mendengarkan ucapanku.
Karena sudah terlalu kesal aku keluarkan semuanya, agar ibu tidak salah paham lagi.kemudian aku pergi kekamar..
__ADS_1
bersambung......