
Makin ke sini pembacanya makin dikit. apakah cerita ini terlalu biasa aja, ya?
NB: Bagi kalian yang menemukan typo di sini tolong bilang ya ke aku. biar aku perbaiki. aku ngetiknya sambil merem ini, ya.
•••
"Baru pulang lo?"
Seorang gadis dengan pakaian lengkap sekolah SMA berdiri tepat di depan pintu utama rumah Roy.
"Lo ninggalin gue terus lo ke mana? Kenapa HP lo gak aktif?" cecar Dara menatap Roy sengit.
Roy tak merespon apa-apa. Cowok itu hanya menatap Dara dingin lalu masuk ke dalam rumahnya diikuti oleh Dara dari belakang.
Pelayan rumah Roy sudah bersiap dan menundukkan kepalanya saat Roy duduk di sofa putih ruang tamu.
Dara duduk di single sofa tepat di depan Roy yang sibuk membuka sepatunya. Seragam Roy sudah dipakai lagi setelah perjalanan pulang mengantar Lily.
Roy sudah menduga jika Dara akan menghampirinya ke rumah. Tipe-tipe orang seperti Dara memang sudah tertebak tindakannya oleh Roy. Agresif dan selalu mau menang sendiri.
"Lo belum jawab pertanyaan gue, ya, Roy," ungkap Dara saat melihat Roy beranjak dan mulai memasuki lift di dalam rumahnya.
"ROY! GUE BELUM SELESAI BICARA!"
Dara menggedor-gedor pintu kamar Roy. Sia-sia. Meskipun Dara memiliki pintu cadangan kamar ini pun akan percuma. Karena pintu ini memakai password dan sidik jari Roy saja.
"GUE AKAN KE SINI LAGI NANTI MALAM."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Dara berbalik menjauh dari kamar bertuliskan 'Prince Roy Alvaro'
Roy kini bisa bernapas lega. Hidupnya rasanya semakin berat karena kehadiran perempuan itu. Perempuan yang selalu mengacaukan hari-harinya waktu SMP kini kembali dengan sifat agresifnya yang sama.
Roy kira Dara akan berbeda setelah bersekolah di Singapura. Tapi kenyataannya semakin kacau saja.
Roy mengaktifkan kembali ponselnya. Alivia benar Dara memang benar-benar menghubunginya dan spam chat kepadanya.
25 panggilan tak terjawab
237 pesan chat tak terbaca.
"Manusia gila," pikir Roy menatap ponselnya.
Lalu Roy membuka galeri ponselnya. Ada beberapa foto terbaru Lily dan dirinya di sana. Tentu saja dengan dirinya yang tidak memakai baju dan Lily yang berada diperlukannya.
Kebahagiaan yang memang sebentar itu terasa. Hatinya menghangat meskipun dia harus sadar, dirinya tak akan sebebas itu menemui Lily lagi. Dara akan melakukan apapun jika dia tahu Lily adalah kekasih Roy.
__ADS_1
Dara memang selalu terobsesi dengan Roy. Perempuan itu memang gila. Selalu menganggap semua orang bisa dia dapat dengan sekejap mata.
Lilyana Dupont 🍓
Aku izin ke rumah Farrel ya buat nganter Mommy sebentar.
Senyum yang semula mengembang di bibir Roy kini kembali pudar. Rahangnya mengeras. Lily memang tidak bisa mengikuti peraturannya. Memangnya sepenting apa urusannya dengan Farrel?
Roy Alvaro
Gak boleh.
Lilyana Dupont 🍓
Kenapa gitu? bentar doang kok habis itu balik.
Roy Alvaro
Masih ingat peraturan yang kita sepakati?
Lilyana Dupont🍓
Iya, tapi ini kan bukan urusan aku tapi Mommy.
Roy Alvaro
Lilyana Dupont🍓
Iya.
Lily memang keterlaluan. Baru saja dia menerbangkan sayap-sayap kebahagiaannya, kenapa sekarang dia patahkan lagi?
Awas saja. Jika sampai Lily berani berbohong, akan Roy pastikan, Lily akan tahu akibatnya.
Roy lalu menelfon seseorang.
"Awasi cewek gue dari jauh dan kasih laporan."
•••
Lily kebingungan. Roy marah besar lagi. Padahal dia juga tidak mau ikut ke rumah Farrel. Tapi dia juga tidak mau menolak ajakan Mommy-nya.
"Gue harus gimana lagi?" tanya Lily dalam hati.
Oke, untuk kali ini aja Lily harus melanggar perjanjian itu dengan Roy. Lagi pula ini cuma sebentar saja. Roy gak akan tahu. Paling cowok itu tengah bersama Dara dan lupa dengan dirinya. Sifat cowok kan kalau ada yang baru, yang lama di tinggal begitu saja.
__ADS_1
"LY! AYO BERANGKAT KEBURU MALAM!"
Teriakan dari Mommy-nya membuat Lily terlonjak. Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Tanpa pikir panjang, Lily menyambar tasnya dan turun menemui Mommy-nya yang sudah berada di ruang tamu.
"Ayo!"
"Mom, Roy marah gara-gara aku izin buat ke rumah Farrel. gimana dong?" tanya Lily bingung.
"Loh belum selesai juga itu masalahnya?"
"Belum."
"Ya udah kamu tunggu di mobil aja. gak lama kok," ucap Mommy-nya lalu menuju mobilnya. "Ayo cepet masuk."
•••
"Lapor, Bos. Nona Lily berangkat bersama Mommy-nya memakai mobil berwarna merah ke arah selatan."
Seseorang itu melaporkan keberadaan Lily dan mengikuti mobil Lily dari belakang.
"Ikuti terus mobil itu. Kirim fotonya ke gue."
"Baik."
•••
Aloha! Ini sebenarnya mau aku up besok. tapi udah terlanjur nulis sayang juga dianggurin.
Untuk besok kayaknya aku gak nulis dulu ya. masih mau merancang tulisan aku yang lain di aplikasi orange. Jangan kangen ya.
Jangan lupa like dan votenya dong. Bantu aku untuk mendapat api 🔥 15K dalam 20 episode.
Selamat membaca kisah mereka ya.
Oke, bocoran, part selanjutnya full scene Roy dan Lily.
Selamat Hari Surya Internasional dan Selamat Hari Pers Nasional guys.
JANGAN LUPA KOMENTARNYA PLIS YA GUYS. JANGAN CUMA LIKE. KASIH MASUKAN JUGA BIAR AKU LEBIH TAMBAH SEMANGAT NULISNYA.
JANGAN LUPA BACA CERITA AKU YANG LAIN DAN FOLLOW AKUN INI YA.
THANKS GUYS!
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA UWUU. :)))