POSSESIVE ROY ALVARO

POSSESIVE ROY ALVARO
Envy But Happy


__ADS_3


"Weh makanan banyak nih," celetuk Itto saat baru saja memasuki ruang tamu rumah Lily.


Itto, Rekan, Natasha, Asley, Yasmine dan Nasya sedang berkunjung ke rumah Lily dikarenakan Lily tidak bisa leluasa keluar rumah oleh 'sang pacar'


"Tumben ke rumah," ujar Lily duduk di single sofa putih dan menyalakan televisinya.


"Soalnya mau nunggu lo ke rumah Natasha mana bisa, cowok lo serem!" ucap Itto.


"Dih kayak yang lo enggak aja," celetuk Asley lalu memakan camilan yang ada di meja itu.


"Gue mana ada kayak gitu, tanya aja ke Yasmine."


"Apa?" Yasmine yang semula masih berada di ruang makan, menyaut dan menghampiri teman-temannya.


"Itto posesif ya?" tanya Asley.


Yasmine mengangguk.


"TUH KAN BENER!"


Asley menimpuk Itto dengan bantal kecil hingga mengenai kepala cowok itu. "Sok-sokan bener sih. Situ aja Yasmine ke rumah gue juga mencak-mencak kayak anak kucing."


"Itu beda."


"Apa yang beda?" tanya Lily melotot. "Sama aja lo tuh. Apa-apa marah-marah sebelas duabelas lah," ucap Lily.


"Beda, Mbaknya. Gue mencak-mencak karna sayang bukan kayak cowok lo si Roy," ujar Itto membela.


"Sama aja, kakak. Lo sama Roy mending buat komunitas deh. posesif lovers. pasti banyak yang ikut," usul Nasya yang dari tadi diam memakan kacang panggang di pangkuannya.


"Wah ide bagus, tuh. sekalian sama si Refan."


"Apaan kok gue?" Refan tak terima.


"Iya lo sadar diri dong, Nasya semenjak pacaran sama lo jarang keluar. Pas ditanya bilangnya lagi nemenin lo futsal, sadar diri dikit napa," ungkap Itto geram. "Ingat ya, Fan. Nasya juga temen kita bukan cuma pacar lo. Nasya milik kita bukan cuma milik lo!"


"Suka-suka gue, ya. Nasya pacar gue bukan pacar kalian!"


"Yang bilang pacar kita siapa?" tanya Natasha membuka suara.


Sejak tadi, Natasha hanya menatap datar ke arah temannya dan sepupunya itu. tanpa berucap, hanya diam dan memainkan ponselnya.


"Itu si Itto! Untung Yasmine gak mencak-mencak denger si Itto rebutin Nasya," jelas Refan.


Natasha hanya menggeleng. Kenapa sepupunya pada bucin semua?


Lily yang hanya menyaksikan itu dalam diam sesekali tertawa.


Sudah lama sekali mereka tidak bersama-sama. semenjak Lily yang selalu dipantau ruang geraknya oleh Roy dan Roy yang selalu datang ke rumah Lily setiap saat.


Ponsel Lily berdering. satu pesan masuk dari seseorang yang baru saja dia pikirkan membuatnya tegang seketika.

__ADS_1


Roy Alvaro❣


Aku otw rumah kamu.


Lily membalas pesan itu cepat.


Liliana Dupont.


Di rumah ada temen aku. kita batalin aja acara nontonnya.


Tadi sepulang Lily les Roy sempat mengabari jika malam ini mereka akan pergi nonton. Lily sempat setuju sebelum pada akhirnya teman-temannya datang tanpa diundang.


Roy Alvaro❣


Gak jadi nonton. Aku temenin kamu di sana.


Lily mengernyit. tumben sekali tidak marah.


Liliana Dupont


Beliin eskrim dong.


Roy Alvaro ❣


*Siap, tuan putri.


°°°*


Roy sudah tiba di rumah Lily. hanya perlu 30 menit untuknya datang ke sini. rumah mereka jaraknya memang terlalu jauh. bahkan berbeda daerah. namun apa pun itu, Roy bisa saja menyulap dirinya menjadi seseorang yang siaga menjaga sang pujaan. seperti pangeran yang menjaga putrinya.


"Hai," sapa Lily lalu memeluk Roy dengan erat. Lily tersenyum membuat laki-laki itu juga ikut tersenyum ke arahnya.


"Ini eskrim yang kamu mau," ucap Roy lalu memberikan satu kantong plastik Alfamart pada Lily.


"Masuk yuk," ajak Lily.


Roy sebenarnya agak ragu dengan ini. Diam ditengah orang-orang yang asing baginya. membicarakan banyak hal yang tak dia mengerti. apakah ini jalan untuk mengenal makhluk sosialita sekarang juga?


"Aku tunggu sini aja, ya." Roy menolak.


"Loh kenapa? temen aku gak gigit kok," ucap Lily. "Masuk! Natasha mau ketemu sama kamu."


Lily tetap menarik lengan Roy hingga pada akhirnya Roy mengikuti langkah Lily yang membawanya ke ruang keluarga.


Di sana sudah ada Itto dan Yasmine yang tengah duduk berdua dan menonton film di laptop, Nasya dan Refan yang masih Khidmat memakan sandwich nya. Natasha dan Ashley yang sibuk dengan ponselnya.


Mereka awalnya tak sadar sebelum akhirnya Natasha melihat mereka berdiri dan terdiam.


"Loh Roy udah dateng ternyata," ucap Natasha membuat kelima remaja menoleh ke arah Lily dan Roy.


"Duduk nih," ucap Natasha lembut.


Roy terkesiap. Natasha bukan seperti orang-orang konglomerat biasanya. sombong, membanggakan diri sendiri, tidak pernah tersenyum dan selalu merasa dirinya hebat.

__ADS_1


Berbeda sekali dengan sikap Natasha yang welcome sekali dengan orang-orang sekitar.


Roy hanya mengangguk. lalu cowok itu memilih duduk di dekat Refan.


Refan dan Itto tak berucap apa-apa hanya menatap sekilas ke arah Roy dan fokus pada ponselnya masing-masing.


"Aku mau ambil gelas dulu ya."


"JANGAN LUPA KACANG PANJANGNYA, LY, SEKALIAN!"


Itto berteriak membuat Lily mendengus.


"Main PS yuk Roy!"


°°°


Roy tak menyangka. Dalam beberapa menit saja dia berada ditengah-tengah pertemanan solid seperti mereka saja sudah dibuat nyaman oleh mereka.


Sekarang ini saja Itto dan Roy tengah bermain PS di rumah Lily dengan Refan sebagai wasitnya.


"Eh gila, kenapa ke sana sih," geram Itto ketika bola yang baru saja ingin dia masukkan dapat direbut oleh pemain dan dikendalikan Roy.


Roy memenangkan pertandingan ini membuat Refan teriak-teriak karena berhasil membuat Itto kalah dan malu.


"Yes akhirnya lo kalah juga," ujar Refan heboh. Laki-laki itu tertawa begitu juga dengan teman-temannya perempuan lainnya termasuk Lily.


Lily melihat pertandingan itu. Itu sangat indah. Kebersamaan yang sulit dia dapatkan.


"Itu gak bener! Itu salah woi! Stiknya lagi error tadi," ucap Itto tak terima. "ulang lagi ayo!"


Refan menoyor kepala Itto. "Kalau kalah ngaku aja. pake acara ngeles melulu lo kayak bajay."


"Lo yang kayak bajay. gue cowok baik-baik!"


"Idih, baik-baik apaan? Bohongnya?" tanya Refan keceplosan.


"Bohong apaan, Fan?" tanya Yasmine dan Natasha bersamaan.


Itto melotot dan berbisik, "lo jangan kasih tahu ke siapa-siapa kalau gue ngerokok kemarin."


"Dapat duit gak?" tanya Refan berbalik berbisik.


"Iya, tenang aja. asal jangan BOCOR!" bisik Itto lalu menatap Natasha dan Yasmine bergantian dan tersenyum.


"Apa senyum-senyum?" tanya Yasmine mulai emosi. "Jawab kamu bicarain apa sekarang juga!"


"Gak ada kok sayang," jawab Itto mengelus rambut Yasmine sayang.


"GAK USAH ELUS-ELUS! JIJIK!"


•••


TO BE CONTINUED

__ADS_1


Besok mau up cerita baru, tunggu ya.


__ADS_2