Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
12. Testpack


__ADS_3

"Lain kali kalau ngajak jalan-jalan jangan ke Mall lah bosen gue bajunya mahal-mahal, kan gue jadinya gak bisa nawar", gerutu Ara ketika sudah memasuki taksi bersama Elli, sedangkan Elli sendiri hanya acuh tak acuh mendengarkan ocehan Ara.


" Lo tuh gak asik tahu gak"


"Biasanya cewek kalau diajak bestie nya ke Mall atau sejenisnya itu pada seneng, tapi Lo malah ngedumel gak jelas kayak gini. Heran gue sama Lo", kata Elli yang akhirnya tak kuasa untuk tidak berkomentar kepada sahabatnya itu.


" Ya gimana, orang gue tadi pengen ke tempat yang sejuk dan eksotis, eh malah ujung-ujungnya Lo ajak ke pusat perbelanjaan, ya kesel lah gue", sungut Ara tak terima.


"Hehe ya maap kan gue niatnya baik ngajak ke Mall buat cuci mata, itu kan juga termasuk tahap menjernihkan mata", timpal Elli sambil memasang wajah khas cengirannya.


"Cuci mata gundulmu, lebih enak tuh ya cuci mata dengan kita pergi ke tempat yang pemandangannya indah plus udaranya juga sejuk, nah itu baru cocok"


"Ya udah kapan-kapan aja kalau gitu kita ke tempat seperti itu, kali ini kita mampir makan aja ya laper gue", usul Elli yang saat ini mengelus-elus perutnya tanda jika ingin cepat-cepat minta di isi.


" Huuu.... kalau soal makanan aja nomor satu Lo", kata Ara meledek.


"Hehe kayak gak tau aja Lo, makan adalah hidupku", balas Elli.


" Eh berhenti...berhenti... cepat tepikan mobil nya Pak", pinta Ara secara tiba-tiba kepada supir taksi.


"Ada apa Ra? ", tanya Elli penasaran karena sahabatnya itu tiba-tiba saja minta diberhentikan di depan Apotik.


"Tunggu sebentar ya Pak, ada yang perlu saya beli", kata Ara ke Pak supir dan langsung dibalas anggukan.


"Sial, gue di kacangin", kesal Elli karena pertanyaan nya yang diabaikan oleh Ara.


"Tapi tuh anak kira-kira mau beli apa ya ke apotik? ", gumam Elli, lebih tepatnya ditunjukkan ke dirinya sendiri.


...***...


Sebelum Ara membuka pintu apotik, dia sempat terdiam sebentar agak ragu untuk masuk ke dalamnya.


Tetapi dengan keyakinan yang kuat ia berusaha menghilangkan rasa ragunya itu dan dengan mantap membuka pintu apotik tersebut.

__ADS_1


"Maaf Mbak, bisa beli satu bungkus obat cacing", kata Ara dengan nada suara yang terkesan cepat, karena jujur ia agak sedikit malu.


Sedangkan mbak mbak penjaga apotik hanya tersenyum melihat kelakuan Ara yang terlihat agak sedikit canggung dan malu-malu itu.


"Baik Kak, tunggu sebentar ya saya ambilkan obatnya ", ujar Mbak nya dan mengambilkan pesanan Ara.


Setelah kepergian Mbak nya, Ara kemudian iseng-iseng melihat-lihat kearah jejeran obat yang ada di ruangan itu dan tanpa sengaja pandangannya jatuh ke arah tumpukan kotak kardus kecil berwarna putih biru yang bertuliskan taspack di bungkus nya.


Entah kenapa Ara tiba-tiba saja ingin membeli benda tersebut, tetapi dirinya juga merasa heran mengapa ia ingin sekali untuk membeli benda yang identik untuk wanita hamil itu.


"Ini Kak obatnya. Apa masih ada yang di inginkan lagi?", tanya Mbak nya dengan ramah setelah selesai mengambilkan obat yang di pesan Ara tadi.


" Emm... I-itu M-mbak bisa tambahkan benda ini juga", kata Ara dengan wajah malu dan canggungnya, ketika melihat ekspresi Mbak nya yang ternyata malah tersenyum dan kemudian mengambilkan benda tersebut.


"Ini Kak, untuk total keseluruhannya jadi empat puluh lima ribu rupiah ya ", kata mbaknya dan setelah itu Ara langsung mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribu nya.


" Ini Mbak terimakasih, dan untuk kembaliannya ambil saja", kata Ara canggung dan langsung bergegas meninggalkan tempat itu.


Setibanya di mobil Elli pun langsung bertahan kembali ke Ara. "Lo beli obat apa si Ar? "


Sadar lah dia ini, hanyalah wanita biasa yang hidup sendiri karena ditinggalkan orang tua untuk selama-lamanya dan juga yang paling mengenaskan sampai detik ini dia masih jones alias jomblo ngenes.


Kan malu kalau ketahuan.


"Oohhh kirain tadi sakit beneran makanya beli obat, gak tahu nya malah cuma beli vitamin", gumam Elli yang sepertinya percaya dengan penuturan Ara.


" Iya emang Lo berekspektasi banget gue sakit ", kata Ara dengan muka masamnya.


"Gak juga si, kan lo ngrepotin kalau pas sakit wkwk", balas Elli


" Sialan lo"


"Sudah ah males gue nanggepin lo.....Pak cepat hidupkan mobilnya, kita lanjut lagi perjalanannya", kata Ara dengan juteknya.

__ADS_1


"Baik Non", kata sang supir taksi, menyetujui permintaan Ara.


" Marah nih ya", goda Elli.


"Kamu janganĀ  ganggu Nonaku terus", interupsi suara yang begitu di kenal Ara siapa lagi kalau bukan Cio, yang mana saat ini posisinya sedang berada di dalam tas Ara sambil memunculkan sebagian kepalanya agar terlihat.


"Gue gak ganggu Nona lo kok", kata Elli dengan acuhnya.


"Bohong, buktinya muka Nona Ara sekarang aja kayak cucian kusut yang gak ke setrika berhari-hari", bantah Cio yang mana malah membuat Ara tambah semakin kesal.


"Udah lah kalian berdua sama saja, bikin mood gue jelek tau", kata Ara.


" Maaf Non, saya salah apa ya? ", tanya pak supir tiba-tiba yang sepertinya bingung dengan maksud perkataan Ara barusan.


" Oh... tidak Pak, tidak apa-apa. Ini tadi saya lagi ngomong sama temen saya", kata Ara yang merasa bersalah.


"Iya Non tidak apa-apa", balas sangat supir.


" Ya udah tinggal di servis aja biar gak bad mood lagi", balas Elli dengan santainya begitu Ara selesai bicara dengan Pak supir.


"Lo mau gue tendang dari sini", ujar Ara yang mulai memasang tampang datarnya, yang mana saat ini untungnya sudah di sadari oleh Elli.


"Kalem mbak bro, jangan mudah baper kebawa suasana oke", dan setelahnya Elli mulai pura-pura mengalihkan pandangannya untuk melihat ke luar jendela agar bisa terhindar dari tatapan Ara yang menurut nya lumayan menakutkan itu.


" Hhuuu....begitu aja sudah takut", sindir Cio ke Elli.


"Diem lo tikus got, jangan banyak bacot", sembur Elli sebal dengan perkataan Cio.


" Waduh Mak Lampir marah nih, jadi atut deh utututu", bukannya takut Cio malah semakin berani meledek Elli sekarang.


"Diem deh lo buntelan lemak, jangan banyak tingkah lama-lama gue buang lo di jembatan deh biar hanyut"


"Kalian bisa diem gak si"

__ADS_1


...~To Be Continued~...


__ADS_2