
...Aku up lagi nih guys🤗...
...Sebelum baca aku mau bilang jika mungkin aku gak bisa up tiap hari untuk cerita ini.... Dan makasih lo yg udah mau baca cerita yg masih jauh dari kesan bagus dan banyak typo bertebaran ini hehe......
...Udah itu aja si yang pengen aku kasih tau langsung aja deh baca ceritanya...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Happy Reading!!!
"APA!!! ",
Suara bentakan yang begitu keras menggelegar di ruangan tersebut, yang mana langsung membuat dayang yang tadi selesai melapor langsung beringsut menggigil ketakutan.
"Ampuni hamba yang mulia, hamba lalai menjaga pangeran",
mohon salah satu dayang yang ternyata sebelumnya ditugaskan untuk mengasuh pangeran sambil membenturkan kepalanya ke lantai secara terus menerus untuk memohon ampunan junjungannya.
" Pengawal", panggil orang itu yang ternyata adalah seorang kaisar dari kerajaan langit.
"Hamba yang mulia", ujar para pengawal begitu datang.
"Aku tugaskan kalian untuk mencari pengeran di dunia manusia. Jika sampai terjadi hal buruk dengan pangeran nyawa kalian gantinya", kata kaisar dengan menahan amarahnya.
Setelah berujar demikian tak butuh waktu lama para pengawal yang di tugaskan pun langsung pergi menuju dunia manusia begitu juga dengan kaisar yang langsung menghilang pergi.
...***...
Sedangkan di perkemahan tempat Ara liburan sekarang, setelah selesai melakukan acara barbequean Ara dan Elli memutuskan untuk langsung mengistirahatkan tubuh mereka di camp perkemahan.
__ADS_1
"Akhirnya gue bisa rebahan juga", ujar Ara begitu menidurkan dirinya di susul Elli yang juga ikut menidurkan diri disampingnya.
" Ho'o... Capek sama ngantuk banget nih gue hoaammm.... ", kata Elli sambil menguap dan tak butuh waktu lama langsung tertidur.
" El, gue kok masih kepikiran sama ular tadi ya... Rasa-rasanya bakalan ada sesuatu yang terjadi, tapi gue gak tau itu apa", ocehan Ara kepada Elli.
"El, menurut loe gimana? ", hening tak ada sahutan.
"El", panggil Ara.
" Elli", begitu berbalik ternyata orang yang di panggil sudah tidur dengan khusyuk nya.
"Eh nih orang kebiasaan di panggil panggil ternyata udah ngorok aja", gerutu Ara yang merasa kesal.
" Aduhh.... Kok tiba-tiba pengen pipis ya", kata Ara dan langsung memutuskan untuk keluar dari tenda yang ia tempati untuk pergi menuntaskan hasrat panggilan alamnya.
Begitu selesai menuntaskan hasratnya, Ara yang awalnya ingin langsung balik ke tendanya tidak sengaja melihat siluet seseorang melintas yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
Dan tepat ketika Ara mulai mendekat untuk memastikannya seketika ia di kagetkan dengan kemunculan sosok mirip ular besar berwarna putih yang tiba-tiba muncul di depannya dengan mata yang menatap tajam kearahnya. Langsung saja hal itu membuat Ara berteriak ketakutan.
"Huaaaa..... Anacondaaaaaaaaaaa", dan tepat setelah berteriak Ara langsung pingsan tak sadarkan diri.
...***...
Sedangkan di samping berdiri seorang laki-laki tampan yang mengenakan jubah khas kerajaan sedang memandang ke arah luar gua yang di tutupi oleh aliran air.
Ya benar. Gua yang mereka tempati saat ini berada di balik air terjun sehingga untuk keberadaannya hampir tidak ada orang yang mengetahuinya karena letaknya yang sulit di jangkau oleh manusia biasa.
Tak berselang lama kedua mata cantik milik gadis tadi mulai sedikit demi sedikit terbuka hingga menampilkan kedua netra mata yang berwarna hitam legam.
"Uhhh... Dimana ini? ", gumam gadis itu yang ternyata Ara, ketika baru terbangun dan hendak mendudukkan dirinya.
Di lihatnya sekeliling yang ternyata baru ia sadari jika itu adalah sebuah gua. Dan tepat di saat ia sudah mulai sadar sepenuhnya muncul suara bariton yang menginterupsi nya.
" Sudah bangun", kata orang tersebut sambil membelakangi nya.
"Eh biawak", kaget Ara spontan.
" Woi, loe siapa?, bikin kaget gue aja dan ini....ini dimana kok kayak lagi di dalem gua", tanya Ara beruntun.
Sedangkan orang yang di tanyai masih diam tak menyahut dan tetap membelakangi nya.
__ADS_1
"Busettt dah....Kalau ada yang ngajak ngomong itu di tatap bukan di acuhin kayak gini. Gue tanya sama loe dijawab napa", cerca Ara sambil melihat penampilan orang tersebut.
" Eh... Bentar. Baju loe kok unik si, kayak baju kerajaan gitu, loe lagi cosplay ya atau lagi main film kolosal", tanya Ara mulai penasaran.
Tetapi karena dari tadi tak ada suara yang membalas pertanyaan lama kelamaan Ara mulai geram dan beranjak menghampiri orang di depannya itu.
"Mas kalau ada yang ngajak bicara di jawab lah gak sopan tau", kata Ara sambil memegang punggung orang tersebut berhendak untuk membalikan badannya agar menghadap kearahnya.
Begitu orang tersebut membalikkan badan betapa kagetnya Ara yang melihat wajah penuh sisik menyerupai sisik ular berada hampir di seluruh wajah orang tersebut dengan kedua matanya yang berwarna putih dengan garis terang berwarna coklat di tengahnya.
"Monsterrrrr..... ", teriak Ara yang langsung menutup kedua matanya karena takut.
'Eh bentar, kok sisik dimukanya mirip kayak ular besar tadi ya, apa mungkin.... ', batin Ara cemas sambil menduga-duga.
"Eh....loe kok mirip ular yang gue lihat tadi. Apa loe siluman? ", tanya Ara dengan gemetar sambil sedikit mengintip dari balik lipatan tangannya.
Sedangkan orang yang di intip hanya menampilkan senyum tipis yang malah terkesan terlihat mengerikan apalagi kontras dengan wajahnya yang di penuhi sisik.
"Jika aku bilang iya, kamu mau apa", kata orang itu sambil mencondongkan wajahnya mendekat ke arah Ara dan mencengkam dagunya dengan erat agar menghadap kearahnya.
" Aa... Apa yang kamu mau? ", kata Arka mulai ketakutan.
" Kaa...kalau kamu mau makan aku percuma daging aku cuma dikit terus palingan alot kalau di kunyah, me...mending kamu cari daging yang lain aja kayak biawak, gajah, rusa atau apa gitu suwerr deh", mohon Ara sambil mengacungkan kedua jarinya pertanda jika ia sedang bersungguh-sungguh.
"Sayangnya aku tidak minat semua itu", kata orang itu dengan nada yang terkesan dingin di telinga Ara.
" Dan satu lagi saya bukan ular jangan kamu samakan saya dengan hewan melata itu. Panggil saya..... Zyden", kata laki-laki itu yang ternyata bernama Zyden. Lebih tepatnya Zyden Delroy Edgar sang Kaisar Langit.
"Ba...Baik Zyden", kata Arka dengan takut.
Dan entah perasaannya saja atau apa tetapi dapat Ara lihat ada pancaran kekagetan yang terlihat sekilas di mata Zyden begitu ia selesai mengucapkan namanya.
" Bagus", setelah berucap demikian cengkraman di rahang Ara pun terlepas dengan cukup kasar oleh Zyden.
"Karena kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tak bisa saya maafkan dengan mudah, maka kamu akan aku beri hukuman untuk menebusnya", kata Zyden sambil menyeringai menatap Ara.
...~To be Continued~...
...Kira-kira apa nih hukuman yang akan menanti Ara 🤔...
...Kira-kira lanjut apa gak nih???...
__ADS_1