Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
15. Topeng Perak


__ADS_3

Di sebuah mansion yang begitu luas yang di hiasi ornamen khas Eropa, di padukan dengan pepohonan yang lebat di sekitarnya menambah kesan elegan dan nuansa sejuk saat orang memandanya.


Bisa dilihat jika mansion tersebut saat ini memiliki banyak penjaga yang berjaga di area sekitarnya serta bisa dilihat beberapa maid yang sekilas melintas untuk mengerjakan pekerjaan mereka.


Jika di lihat pemilik mansion ini bisa di sebut orang yang berada dan juga terkesan misterius orangnya. Terbukti dari letak mansion yang di buat menyendiri di pinggir hutan dan bersebelahan langsung dengan hamparan lautan yang luas nan biru.


Terlihat dari arah balkon berdiri sesosok laki-laki gagah dengan topeng perak yang menghiasi separuh wajahnya.


Entah bagaimana rupa dari laki-laki itu, tetapi yang pasti jika di lihat dari badannya yang kekar dan menjulang tinggi di tambah pakaiannya yang mencerminkan orang yang memiliki kekuasaan bisa ditebak jika mungkin dialah pemilik dari mansion tersebut.


"Tuan"


Interupsi sebuah suara yang ternyata ditunjukkan untuk laki-laki misterius tersebut.


Laki-laki tersebut yang merasa jika dirinya dipanggil akhirnya membalikkan badannya untuk melihat ke asal suara yang memanggilnya.


Tanpa sepatah katapun laki-laki misterius itu memandang dengan tatapan datar ke seseorang yang telah mengganggunya yang ternyata adalah pengawal pribadinya.


"Lapor Tuan. Saya baru saja mendapat info jika orang yang Tuan cari sekarang menjadi salah satu pegawai di perusahaan XXX. Dan menurut pengamatan yang sudah saya lakukan dia sering bersama dengan temannya yang juga bekerja ditempat yang sama dengannya", kata pengawal tersebut memberikan laporannya.


Sedangkan laki-laki misterius itu hanya tersenyum devil setelah mendengar informasi dari pengawalnya itu.


"Kerja bagus", puji laki-laki misterius itu atas kinerja pengawalnya.


" Lalu? "


Mendengar sang Tuan bertanya lagi dengan sigap pengawal tersebut segera mengerti apa yang dimaksud Tuanya itu.


"Ada satu info penting lagi Tuan. Dia di jaga oleh salah satu hewan langit yang sekarang ini ikut tinggal dirumahnya", imbuh sangat pengawal akan laporannya.


"Heemm... Menarik. Ternyata ada orang langit juga yang mengincarnya", kata laki-laki misterius itu dan setelahnya dengan sekali anggukan kepala dari laki-laki misterius itu, seakan paham maksud dari Tuannya sang pengawal pun pergi pamit undur diri dari hadapannya.


Selepas kepergian pengawal pribadinya laki-laki tersebut kemudian kembali memandang ke hamparan lautan luas sambil menggumamkan sebuah kalimat, "Ternyata ada yang ingin berebut denganku. Lihat saja tidak akan aku biarkan seorang pun yang bisa merebutnya dari tanganku, entah orang langit sekalipun tidak akan pernah aku biarkan dia merebut hal yang aku incar dari dulu".

__ADS_1


...***...


Sedangkan di satu sisi, kini Cio sedang dalam wujud manusianya dengan posisi badan tergantung terbalik, dengan kedua kakinya yang di ikat di atas sebuah pilar kayu besar dengan posisi kepala yang menggantung ke bawah.


"Huwaaaa.... Tuan lepaskan aku. Masa aku digantung mirip jemuran terbalik, tidak elit tahu Tuan", mohon Cio ke Zyden yang saat ini sedang berdiri dihadapannya dengan tatapan dingin.


"Kamu masih bisa memohon setelah apa yang kamu perbuat", kata Zyden dengan dinginnya.


"Maaf Tuan. Aku khilaf, janji tidak akan mengulanginya lagi suwer. Tapi tolong lepasin ikatannya lah Tuan, lama-lama pusing kepalaku", kata Cio sambil memasang muka melasnya berharap dengan itu Zyden bisa luluh dan memaafkannya.


Tetapi semua itu ternyata tidak mempan bagi Zyden, bukannya luluh kini Zyden malah menambah hukuman Cio dengan cara menyuruh salah satu pengawalnya untuk menggelitik tubuh Cio.


"Wahahaha.... Ampun Tuan....haha...geli....Ampun... Janji deh...Tuan...haha...gak akan..haha...kayak....haha....gitu lagi... haha... Aku...haha...kapok.... hahaha"


Mohon Cio yang saat ini sudah tertawa terbahak-bahak karena hukuman yang ia alami.


"Berhenti."


Karena merasa cukup dengan hukuman yang sudah ia berikan, akhirnya Zyden menyudahi hukuman gelitik-menggelitik dan tetap membiarkan Cio dalam posisi tergantung secara terbalik.


"Aduh, remuk badanku", keluh Cio ketika tubuh dan mukanya menyentuh dinginnya lantai dengan lumayan keras.


"Bagaimana."


"Terimakasih Tuan atas belas kasihnya, untuk kedepannya saya janji tidak akan mengulanginya lagi", kata Cio dengan bahasa formalnya yang jarang sekali di ucapkannya, setelah dia berhasil bangun dari jatuhnya.


"Baik. Sekarang kamu kembali menjaga Ara dirumahnya, dan pastikan jaga dia dengan baik. Dan jangan sampai saya mendengar hal buruk lagi."


"Siap Tuan dedek laksanakan", setelah berujar demikian Cio dengan cepat segera mengubah kembali wujudnya menjadi kelinci terbang lucu dan terbang kembali menuju ke rumah Ara.


...***...


Kini Cio telah sampai di rumah Ara dengan selamat sentausa tanpa kekurangan suatu apapun juga.

__ADS_1


"Huff... Untung Nona Ara belum bangun, jadi aku bisa langsung pura-pura tiduran di sampingnya"


"Biarin Tuan besar cemburu, suruh siapa dia hukum aku, kan udah tahu kalau aku khilaf kemarin, jadi selamat menikmati kecemburuan yang aku buat Tuan xixixi", kata Cio yang mulai memposisikan diri tiduran di atas pangkuan Ara, yang mana saat ini masih memejamkan matanya.


"Ternyata pangkuan Nona Ara nyaman juga ya. Bisa nih dibuat tempat favorit untuk rebahan pas malam hihihi", ujar Cio cekikikan sambil membayangkan apa yang telah ia rencanakan barusan.


Karena sedang dalam mode gabut Cio pun memutuskan untuk berbasa basi mencoba berbicara dengan perut Ara.


"Oi, bocil bocil, kalian nanti jangan seperti Ayah kalian ya yang sukanya nyuruh ini nyuruh itu, mentang-mentang kaisar semena menang sama aku yang imut nan comel ini", nasehat Cio yang saat ini sedang memasang wajah mode sok serius padahal jika dilihat orang lain malah terlihat sangat menggemaskan dengan kedua pipinya yang terlihat menggembung itu.


"Kalian paham kan apa yang aku bicarakan tadi. Awas kalau kalian lahir nanti tidak hormat sama aku, aku taruh kalian di panti jompo yang tempat buat nampung anak anak terlantar itu loh.... Eh, benar panti jompo apa tidak ya? Ah udah lah intinya itu", ancaman Cio yang mana hanya di balas sebuah tendang kecil yang masih terlihat samar dari permukaan perut Ara yang kini sudah terlihat agak sedikit menggelembung karena faktor kehamilannya.


"Nah bagus itu baru keponakan paman yang baik, nanti kan paman mu Cio yang terganteng nan imut ini makin sayang sama kalian, good... good... good", senang Cio karena merasa mendapat balasan yang sepadan dengan apa yang ia harapkan.


"Nah sekarang kalian istirahat aja, nanti kalau kalian para kecebong lagi kepengen sesuatu, paman harap minta permintaan yang masuk akal ya, jangan yang malah menyusahkan paman mu ini. Mengerti."


"Dugg"


"Ekkhhh"


"Oke sip. Tapi jangan terlalu bersemangat juga nendangnya kasihan ibunda kalian terlihat kesakitan karena kalian. Jadi yang kalem aja ya lain kali nendangnya, kalau kata gaulnya slow mana, you know", kata Cio yang sok menggunakan bahasa gaul padahal mah bikin ngakak .


Setelah dirasa cukup berbasa-basi memberi nasehat, akhirnya Cio memilih memejamkan matanya dan ikut menjelajahi alam mimpi menyusul Ara.


Ya begitu lah Cio dibalik tingkah absurd nya itu, sebenarnya dia mempunyai satu sisi kebaikan dan kasih sayang di hatinya bagi orang-orang yang sudah ia anggap berharga dan berjasa di hidupnya.


Walaupun jika dilihat Cio suka membantah dan kurang ajar dengan Zyden dan Ara tetapi dia sebenarnya sangat menyayangi kedua Tuannya itu.


...~To Be Continued~...


...Maaf jika kesannya aku lama up dan seperti gantung kalian, soalnya aku tergantung mood ngetik cerita ini. Apalagi kalau lagi mood jelek males banget rasanya mau ngetik :(...


...Tapi terimakasih banget bagi yang sudah like dan komen cerita ini ya :)...

__ADS_1


...Intinya jangan kapok nunggu aku update ^_^...


__ADS_2