Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
9. Sebuah Tanda-Tanda


__ADS_3

...Yang kangen ceritanya Ara yuk langsung baca👇...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Happy Reading!!!!


Sudah hampir satu minggu Ara tinggal bersama Cio dalam satu atap. Mungkin kalian ingin tau tinggal bersama Cio itu enak apa tidak?, Jawabannya kedua-duannya. Enak karena sekarang Ara bisa punya teman bicara di rumah dan lumayan Cio kadang bisa di suruh, tak enaknya Cio ternyata lebih bawel daripada dirinya.


Misalnya hari ini dimana Ara sedang terburu-buru ingin berangkat ke kantor dikarenakan jam yang sudah menunjukkan pukul 07.30 dimana 30 menit lagi jika Ara tidak cepat datang maka ia akan telat masuk kantor.


"Makanya Nona kalau tidur itu jangan kayak orang mati, yang susah di bangunin", tegur Cio dan hanya memperhatikan Ara dengan malas sambil memakan pisang.


Dilihat nya Ara seperti orang kesetanan karena sedari tadi bolak-balik kesana kemari dengan cepat.


"Udah tahu jarak rumah ke kantor lumayan jauh",


"Nona nanti kalau pulang beliin makanan lagi ya",


" Nona kancing bajunya masih belum bener tuh"


"Nona aku nanti boleh kan ngapel ke tangga sebelah yang cantik dan montok itu"


Bla.. . . Bla., . .. Bla.. . ..


Dan masih banyak lagi omongan Cio yang nonfaedah.


Sedangkan Ara hanya acuh, tak mendengarkan omongannya Cio kepadanya.


"Aduh dimana tadi gue naruh tas?", gumam Ara kesal.


Cio yang mendengar pertanyaan Ara dengan helaan nafas mengambilkan tas Ara yang saat itu berada di meja.


"Ini Nona tas nya", kata Cio sambil menyodorkan tasnya Ara.


Ara yang melihat Cio membawa tas nya pun langsung menerimanya dan setelahnya hendak langsung pergi ke kantor karena sudah hampir telat.

__ADS_1


"Oke makasih Cio",


Tapi sebelum Ara buka pintu rumah Cio sudah memanggilnya.


" Nona Aaaaa.... ",


" Apa Cio gue sudah telat ini", tanya Ara dengan kesal.


"Iihhh... Nona jangan pergi dulu", larangan Cio.


" Emangnya kenapa. Udah lah gue mau pergi kerja dulu", kata Ara yang kembali memegang gagang pintu.


"Nona", pangil Cio lagi.


" Apaaaaa... ", kesal Ara, tak tau apa jika dirinya saat ini sedang sangat gugup takut terlambat.


" Pakai celana dulu kali Nona kalau mau pergi", kata Cio dengan santai tanpa dosa dan langsung berlalu pergi masuk ke kamar lagi.


Ara yang mendengar perkataan Cio seketika langsung menengok ke arah bawah dan benar saja, saat ini ia hanya menggunakan celana pendek selututnya.


"Ck.... Bisa-bisanya aku kelupaan", gumam Ara pada dirinya sendiri.


Dan setelahnya Ara langsung buru-buru masuk kembali ke kamarnya dan segerah mengganti celananya lalu setelahnya segera pergi kekantor.


...***...


"Ar, gak biasanya lo telat tadi", tanya Elli ke Ara yang mana saat ini mereka habis melakukan rapat dan berjalan beriringan kembali menuju ruangnya.


"Entah lah gue gak tahu, semalam perut gue tiba-tiba kerasa mual dan keram", jawab Ara .


" Emang lo habis makan apa sebelumnya? "


"Ya gak aneh si, cuma makan nasi goreng sama minumnya es teh semalem, dah itu aja kok seingat gue", kata Ara sambil mengingat-ingat.


" Ohh... Mungkin lo cuma kecapean sama masuk angin kali", kata Elli yang menduga-duga.


"Mungkin juga si, soalnya gue bawaannya serasa pengen mual tapi gak sampai parah si", ujar Ara yang setuju dengan apa yang di utarakan sahabat itu.


"Eh... Kebetulan udah jam istirahat, ke kantin yuk", Ajak Ara begitu melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 siang.


"Boleh ayo, gue juga udah lapar ", setuju Elli.


Kini mereka berdua sudah berada di kantin dan kebetulan pesanan yang mereka minta sudah di antar.

__ADS_1


"Ar, lo beneran mau makan ketupat sayur itu sama sambel segitu banyak nya", tanya Elli yang heran melihat tingkah Ara, padahal sudah jelas Elli tau jika sahabat nya ini tidak terlalu kuat makan pedes.


"Iya bener, lagi pengen soalnya", jawab Ara tanpa perduli dan langsung memakan lontong nya.


Elli yang melihat Ara memakan suapan terakhir langsung tambah terheran-heran dengan Ara, dan benar saja tak lama bisa Elli lihat Ara kepedasan saat ini.


" Hu... Ha... Pedes... Hu...Air... Mana air..Panas... Ha...uhuk..uhuk", heboh Ara kepedesan.


"Nah kan, di bilangin gak percaya si", kata Elli dan langsung beralih menyodorkan minuman untuk Ara yang setelahnya langsung di teguk setengah oleh Ara.


"Gimana udah mendingan sekarang? ", tanya Elli.


"Heem", balas Ara sambil menganggukan kepalanya.


"Makanya kalau gak kuat makan pedes jangan nekat makan sambel", kata Elli mengingatkan.


" Ya gimana soalnya gue lagi pengen makan pedes tadi, eh malah gue gak kuat ternyata", balas Ara dengan nada sedih.


Elli yang heran dengan perubahan sikap Ara yang tiba-tiba hanya bertanya-tanya dalam hati,


'Ara kenapa ya kok sikapnya hari ini aneh banget, kayak orang lagi hamil'


"Ya udah gak usah masang wajah jelasin kayak gitu jijik gue lihatnya", kata Elli ke Ara dengan menampilkan ekspresi pura-pura mutah.


" Lo gitu ah suka nistain gue, hati adek potek mas", balas Ara mendramatisir suasana.


"Ileng Ar, lo habis kasambet apa kok jadi alay lebay kayak gini, beneran gue merinding jadinya", ujar Elli sambil memasang muka horor ketika melihat Ara.


"La El, lo kenapa kayak gitu, muka lo kayak badut tau kalau gitu. Lucu hahahaha", kata Ara yang mana sekarang malah tertawa terbahak-bahak.


'Beneran sarap nih anak, bisa-bisanya sekarang malah ketawa ngakak', batin Elli.


" Udah Ar, mending kita balik aja lanjutin kerja. Biar lo gak tambah setres di sini", setelahnya Elli pun menarik tangan Ara dan tak lupa untuk membayar pesanan mereka.


...***...


Sementara itu, kini di sebuah ruangan yang bisa terbilang cukup luas berdiri seorang laki-laki dengan pakaian kerajaannya sedang fokus memandang ke arah wadah yang terlihat menyerupai sebuah mangkok besar yang di didalam nya berisi sebuah air surgawi yang mana bisa di lihat dari pantulan air tersebut terpampang wajah seorang wanita cantik yang sedang berjalan beriringan bersama teman wanita.


"Heem menarik, kelihatannya bibitku mulai tumbuh di perutmu", kata laki-laki tersebut yang tak lain adalah Zyden, dengan menampilkan seringaian di wajah rupawannya.


" Aku sudah tak sabar melihat dirimu dengan perut besar yang didalamnya berisikan calon anak-anakku, pasti akan sangat menarik pada saat itu. Ayya", setelah berkata demikian Zyden pun langsung menghilang dan pergi dari tempatnya berdiri saat ini.


...~To Be Continued~...

__ADS_1


...Apakah Ara beneran Hamidun? 😱...


...Gimana ya reaksi Ara kalau beneran hamil.......


__ADS_2