Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
14. Sakit Perut


__ADS_3

"Ahh... Segarnya", ujar Ara begitu selesai meneguk segelas air dingin yang ia ambil sebelumnya.


Benar kini Ara sedang berada di dapur rumahnya. Setelah terbangun dari tidurnya tadi yang diakibatkan karena mimpi aneh yang barusan ia alami kini Ara memilih untuk duduk santai di kursi makan yang ada di dapurnya sambil mengemil buah naga merah yang kini menjadi buah kesukaannya.


"Aneh kenapa gue bisa mimpi kayak gitu, tapi gue masih suka oppa oppa Korea kan, waduh gawat kalau gue udah gak suka sama babang Taehyung, oh iya babang Seokjin gue masih suka juga kan? ", tanya Ara yang lebih tepatnya ke dirinya sendiri.


Setelahnya Ara langsung pergi ke kamarnya dan mengambil sebuah laptop lalu segera duduk di atas kasurnya setelahnya segera membuka laptop lalu tangannya dengan sigap mengetikkan beberapa kata di kolom pencarian yang ada di laptopnya tersebut.


Tak lama kemudian muncul lah foto-foto para ketujuh idol BTS yang salah satunya ada foto Taehyung dan juga Seokjin yang saat ini semuanya terpampang jelas di layar laptop Ara.


Sekilas Ara mencoba mengamati foto-foto tersebut tetapi anehnya dia hanya biasa-biasa saja melihat foto ketujuh pria tampan itu, padahal biasanya dia sangat bersemangat sekali mencuci matanya dengan melihat foto member BTS tersebut disetiap waktu luangnya, akan tetapi akhir-akhir ini entah kenapa Ara malah merasa tidak ada lagi ketertarikan melihat foto tersebut.


"Aneh kenapa gue biasa aja ngelihat foto-foto ini, apa mungkin kurang hot ya", kata Ara, lalu mencoba mencari video klip dari para ketujuh bangtan itu, yang menguji akal pikiran dan iman para wanita di hampir seluruh dunia.


Ketika video mulai tersaji dengan runtut di layar laptopnya Ara mulai secara asal membuka video tersebut dan kini terlihat ketujuh laki-laki tampan yang sedang bergerak gesit di atas panggung sambil beberapa ada yang bertelanjang dada.


Detik, menit pun berlalu tapi entah kenapa Ara tetap biasa saja tidak terpengaruh dan malahan ia merasakan jika perutnya kian lama malah terasa sakit melilit setiap kali mencoba melihat video lain untuk mencoba membuktikan jika dia masih normal dan suka cowok nyata bukan demit atau hayalan mimpi. (padahal mah BTS juga Ara belum pernah lihat langsung apa bedanya sama cowok hayalan.... hadehhh).


"Akhhhh...aduhhhh....eemm... Kenapa nih perut tiba-tiba teras sakit, gue rasa tadi gak makan pedes tapi kenapa sekarang perut gue sakitnya minta ampun kayak gini...akhhh", keluhan Ara karena rasa sakit yang tiba-tiba datang kepadanya.


"Aduh, sakit Emak. Ini Cio kemana lagi dari kemarin gak pulang-pulang kayak bang Toyib aja", gerutuan yang akhirnya terucap dari Ara dikarenakan kepergian Cio yang secara kebetulan belum pulang juga.


Karena rasa sakitnya itu kini Ara mulai berguling-gulingan diatas kasur ke kanan dan ke kiri sambil memegangi perutnya yang terus saja seperti ada yang bergerak tidak terima akan apa yang ia lakukan barusan.


"Woi perut Lo kenapa si?, gue kesiksa tau"


"Masa cuma gara-gara lihat videonya Bangtan perut gue jadi sakit kan gak mungkin, tapi ini perut kenapa kayak gak nge-bolehin gue nonton begituan ya, apa cuma firasat gue aja mungkin", heran Ara.


"Oh iya, tadi gue kan sempet beli obat cacing di apotik mungkin dengan minum obat itu, ini cacingan bisa cepet terbasmi dari dalam perut gue", dan setelahnya Ara pun langsung berjalan menuju ke meja yang ada di kamarnya dan membuka salah satu laci meja yang ada disitu.

__ADS_1


"Nah ini dia obatnya, semoga setelah minum ini obat perut gue bisa segera sembuh", setelah berucap demikian tanpa pikir panjang lagi Ara langsung memakan tiga pil obat cacingan tersebut tanpa membaca aturan pakaiannya terlebih dahulu.


Oke lah ini antara Ara emang gob*ok atau doyan sehingga lupa tidak membaca aturan pakainya, sehingga main sosor aja tuh obat.


"Oke udah gue minum obatnya dan sekarang gue mending istirahat aja biar obatnya cepet meresap", kata Ara dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya itu sambil berusaha untuk menutup mata agar segera tertidur dengan mengabaikan rasa sakit yang masih ia rasakan saat ini.


...***...


Waktu terus berjalan kini tak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima dini hari yang mana sebentar lagi matahari akan menampakkan sinarnya yang terang.


Sedangkan disisi lain terlihat Ara yang masih betah bergelung membenamkan diri di atas kasurnya sambil merapatkan selimutnya itu.


Jika dilihat secara sekilas tak ada hal aneh yang terlihat dari Ara tetapi jika dilihat lebih dekat lagi dan secara jelas maka bisa dilihat jika saat ini Ara jelas sedang merasa kesakitan yang luar biasa, terbukti dari bulir bulir keringat yang secara bergantian berjatuhan dari keningnya.


Wajah Ara sekarang terlihat pucat pasih dan bibir yang mulai membengkak mungkin disebabkan karena dirinya gigit untuk melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


"Sakit...kenapa bisa sakit sampai seperti ini... Aduh...ini cacingan atau apa si", keluh Ara lirih karena rasa sakit diperutnya dan ditambah dirinya yang sudah merasa sangat lemas tersebut.


"Tolong... Sakit sekaliii... "


"Siapapun tolonggg... "


Teriak Ara sebisanya dengan tangannya sendiri yang masih setia memegang dan menekan perutnya berharap bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya itu.


"Rasanya gue pengen nyerah aja, jika ini memang detik-detik terakhir gue, gue ikhlas asalkan gue nanti bisa ketemu sama kedua orang tua gue di surga", ujar Ara merasa putus asal dan sekaligus sudah diambang kesadarannya.


Disaat Ara yang sudah hampir kehilangan kesadaran, ia merasa jika ada orang yang datang dan benar tiba-tiba saja muncul sosok Zyden dengan baju khas kerajaannya bersama seorang laki-laki paruh baya yang terlihat seperti seorang tabib dengan jenggot putih yang menjumpai itu, mereka berdiri tepat disamping ranjang Ara dengan wajah yang terkesan khawatir.


"Sial, hampir saja aku terlambat untuk menyelamatkan dia, telat sedikit saja mungkin aku akan kehilangan calon anak-anakku", ujar Zyden begitu melihat kondisi Ara yang sangat memprihatinkan dengan darah yang ada di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


"Tabib cepat periksa keadaannya dan pastikan dia berserta anak-anakku dalam keadaan baik-baik saja", perintah Zyden kepada tabib tersebut yang langsung dilaksanakan dan untuk Zyden sendiri setelahnya langsung menempatkan dirinya duduk disamping Ara sambil memegangi salah satu tangan Ara dan tangan yang satunya lagi mengusap kepala Ara dengan lembut.


"Kamu harus kuat, aku tidak akan biarkan kamu dan anak-anak kita sampai kenapa-napa, biar bagaimana pun kamu sekarang memiliki tanggungjawab untuk melahirkan calon penerusku", bisik Zyden tepat di samping telinga Ara.


"Bagaimana tabib dengan keadaannya, apakah kandungannya baik-baik saja? ", tanya Zyden begitu tabib selesai menangani Ara.


"Melapor yang mulia, untungnya kandungannya masih bisa diselamatkan dan untuk pendarahannya juga sudah bisa di hentikan, dan juga tadi saya sudah memberikan beberapa obat herbal yang bisa membantu mengembalikan tenaganya", kata tabib tersebut menjelaskan.


Mendengar perkataan tabib tersebut Zyden merasa puas dan setelahnya menyuruh tabib tersebut untuk segera pergi kembali ke tempatnya.


"Kalau begitu saya pamit undur diri yang mulia", kata tabib tersebut dan di angguki oleh Zyden sebagai tanda persetujuan.


Selepas kepergian tabib, kini hanya tersisa Zyden bersama Ara di dalam kamar tersebut. Zyden sendiri sibuk melihat wajah damai Ara yang masih setia memejamkan matanya.


Zyden sendiri tak menyangka jika Ara akan melakukan hal seperti itu kepada anak-anaknya, ya walaupun hal itu tidak Ara sadari jika tindakannya tersebut bisa berakibat buruk ke kandungannya. Bagaimana pun Ara sampai detik ini belum menyadari jika dirinya hamil dan Zyden sendiri tidak bisa mengatakan hal tersebut secara langsung kepada Ara untuk saat ini.


"Kamu tahu, kamu hampir saja ingin membunuh calon anak kita", kata Zyden dan kemudian mulai melanjutkan perkataannya tersebut. " Tetapi biar bagaimana pun aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan tindakanmu ini karena kamu sendiri belum sadar jika saat ini kamu tengah mengandung".


"Aku harap setelah ini kamu segera sadar dan jangan melakukan hal bahaya lagi yang bisa mengancam kandunganmu, atau kalau tidak nanti kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi dariku. Aku tidak mau dirimu sampai kenapa-napa"


Setelah berucap demikian Zyden kemudian mendaratkan sebuah kecupan penuh kelembutan di kening Ara dan setelahnya Zyden merebahkan dirinya disamping Ara sambil memposisikan diri untuk memeluk Ara kedekapannya.


Tindakan seperti ini, secara tidak langsung malah membuat Ara menjadi semakin nyaman dan merasa tenang dalam tidur nya.


"Cio.... "


...~To Be Continued~...


..."Ketahuilah, yang tulus segera melamar dan yang modus maunya jadi pacar"...

__ADS_1


Jadi udah tau harus milih yang mana kan?


__ADS_2