
...Jangan lupa vote & comment ya biar aku tau apa yang kurang dari tulisan nya nanti...
...Sebelumnya cerita ini di lapak aku di apk lain itu bertema Homophobic jadinya jangan pada heran ya. Akun aku di WP namanya @FatimiyaNa😅...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Happy Reading‼
"Besok ketika akhir pekan, karena sebelumnya perusahaan kita berhasil memenangkan tender besar kabarnya bos akan mengajak kita liburan untuk merayakannya", kata Rizal teman kantor Ara dengan hebohnya.
" Benarkah. Wah seru pasti kalau gitu jarang-jarang kita di ajak liburan ". Seru Cindi senang gadis dengan rambut panjang sebahu itu.
Langsung saja semua orang yang ada di sana saat itu bersorak bahagia mendengar kabar tersebut. Bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah menerka-nerka ingin membawa apa saja ketika liburan nanti.
"Ara akankah kamu ikut liburan ini juga nanti?", tanya Elli sahabat baik Ara sejak SMP. Atau lebih tepatnya bernama lengkap Elliana Tinsley.
Mereka berdua sudah menjalani kehidupan ber sama-sama, susah senang bersama, ya walaupun kehidupan mereka berbeda. Dimana Elli masih memiliki orang tua lengkap sedangkan Ara hanya hidup sendiri di karenakan kedua orang tuanya yang telah meninggal terlebih dahulu ketika ia masih SMA.
"Tentu saja. Kesempatan tak datang dua kali kan", kata Ara mantap sambil menata dokumen di mejanya.
"Lagi pula itung-itung juga kan kita sudah lama tak liburan bareng. Anggap saja ini liburan kita bersama", setelah berujar demikian Ara ternyata sudah selesai membereskan dokumen nya dan bersiap untuk kembali pulang karena jam yang kebetulan sudah menunjukkan waktu pulang kantor.
"Benar juga katamu, kita sudah lama juga gak pergi sama-sama semenjak kerja", kata Elli menyetujui ucapan Ara.
Dan setelahnya mereka berdua berjalan beriringan menuju ke luar kantor. Setibanya di tempat parkir Elli pun bertanya kepada Ara.
" Ar, kamu mau pulang bareng aku gak", tawar Elli kepada Ara.
"Gak deh El, gue bawa motor sendiri tadi soalnya. Makasih lo tawaran nya" Tolak Ara atas ajakan sahabatnya itu.
Elli yang mendapatkan penolakan dari Ara pun tak bisa memaksa sahabatnya itu dan hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena bagaimana pun sahabatnya itu sudah membawa kendaraannya sendiri dan terlebih lagi sifat dari sahabatnya itu yang dari dulu tidak suka menyusahkan orang lain.
"Ya sudah kalau gitu gue duluan ya", pamit Elli yang tak lama sudah menghilang dari pandangan Ara.
Begitulah mereka berdua jika hanya sedang berdua saja mereka akan menggunakan panggilan loe gue untuk saling menyapa.
Selepas kepergian sahabatnya Ara kemudian mulai berjalan menuju ke motor nya dan mulai menjalankan motornya itu untuk membelah jalanan di sore hari.
...***...
__ADS_1
Skip.
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba dimana saat ini Ara dan Elli tak lupa semua para teman kantor nya akan pergi untuk liburan.
Banyak dari mereka yang sudah membawa barang bawaan yang lumayan cukup banyak terlebih lagi untuk karyawan wanita.
Satu persatu dari mereka mulai memasuki bus yang sudah di pesan dan untuk Ara dan Elli sendiri mereka berdua memilih untuk duduk di bagian tengah bus tersebut.
Tak lama bus pun mulai berjalan dan selama perjalanan Ara dan Elli memilih untuk tidur saja dan sesekali ketika mereka terbangun mereka akan bercerita tentang hal yang mereka sukai.
Setelah 2 jam perjalanan akhirnya bus yang mereka tumpangi pun sampai di sebuah pinggir hutan yang cukup lebat. Tetapi walaupun begitu udara disini sangat lah segar dan bebas dari polusi udara.
"Ar.. Bangun kita sudah sampai", ujar Elli yang berusaha membangunkan Ara yang masih tidur.
"Hoammm.... Sudah sampai ya", kata Ara ketika bangun dari tidurnya dan mendapat jawaban anggukan dari Elli.
Ketika mereka berdua turun dari bus Ara langsung menghirup udara segar sebanyak-banyaknya agar paru-paru nya merasa segar.
" Segarnya udara di sini gak kayak di kota bau asap kenalpot ", kata Ara.
" Namanya juga hutan Ar, ya pasti segar lah udaranya ", timpal Elli yang mendengar kata-kata Ara.
Ara pun hanya menunjukkan cengirannya akan perkataan Elli.
...***...
Di sisi lain.
Naga kecil ini seperti tidak takut jika nanti sang Ayah akan marah kepadanya karena kelakuannya yang nakal sekali.
" Pangeran hamba mohon kembali ke istana ", pinta salah satu dayang yang sudah di tugaskan untuk menjaga dan mengasuh naga kecil itu.
Tetapi namanya anak kecil jika sudah memiliki keinginan yang kuat makan akan sulit untuk di cegah. Sama halnya seperti naga kecil ini yang sangat penasaran sekali akan dunia di luar sana.
Tanpa mendengarkan teriakan pengasuhnya ia dengan semangat terbang ke dunia bawah tepatnya ke dunia manusia meninggalkan kerajaan langit.
Wujudnya yang belum sepenuhnya bisa berubah seperti manusia pada umumnya dikarenakan umur nya yang belum genap 5 tahun membuat nya masih memiliki wujuh naga tetapi dengan versi yang kecil.
Naga kecil itu pun akhirnya sampai di dunia manusia dan dengan polos nya terbang meliuk kesana kemari lalu turun ke tanah.
Di saat ia asik berjalan merayap di tanah naga kecil itu seperti mendengar suara yang cukup asing yang mana hal itu membuatnya jadi penasaran dan pergi ke sumber suara itu.
Dari kejauhan bisa dia lihat ada segerombolan orang yang berjalan menuju ke air terjun dan membuat tempat peristirahatan di pinggir nya (tenda).
Naga kecil yang penasaran itu pun mulai mendekat dan mengamati dari semak-semak kegiatan para manusia itu.
Cukup lama naga kecil itu melihat kegiatan para manusia hinggap dia pun merasa mengantuk dan akhirnya memutuskan untuk tidur sejenak di bawah pohon yang terdapat batang kayu yang sudah tumbang di belakang semak-semak yang tak jauh dari tempat perkemahan.
...***...
__ADS_1
Di waktu yang sama Ara dan Elli di tugaskan untuk mencari beberapa kayu guna untuk barbeque nanti malam. Mereka berdua berjalan menjauh dari tempat perkemahan dan tak lama melihat sebuah batang kayu yang tumbang tepat di bawah pohon yang cukup besar.
Langsung saja tanpa pikir panjang Ara dan Elli berjalan kearah batang kayu tersebut guna untuk mengambilnya.
"Han, mana goloknya biar gue aja yang motong nih batang kayu", kata Ara yang meminta golok ke Elli.
"Nih, Ar goloknya. Jangan lupa permisi dulu sebelum ambil kayunya", kata Elli mengingatkan.
"Oke siap"
" Mbah penunggu hutan ini, saya dan teman saya minta izin ya buat ngambil batang kayu yang sudah roboh ini", ujar Ara lalu setelahnya mulai mengarahkan goloknya ke batang kayu tersebut.
Tepat ketika tiga kali pukul golok yang di pegang Ara terlepas dan jatuh ke tanah.
Ketika Ara mengambil dan mengangkat goloknya itu ia kaget karena goloknya terdapat noda darah yang masih segar.
Langsung saja Ara mengecek ke bawah batang kayu yang tumbang itu dan betapa kaget nya ia melihat sesuatu yang bisa di bilang mirip seperti ular melingkar bersimbah kan darah.
Arka yang kaget pun spontan memanggil Arhan. "Elli...Cepetan kesini".
" Ada apa si Ar, kayak ada setan aja manggil kayak gitu", kata Elli begitu sampai di dekat Ara.
"Han lihat deh ke bawah batang kayu itu", sambil menunjuk ke bawah batang kayu.
" Ada apa si emangnya ", kata Elli yang penasaran dan langsung melihat ke arah yang di tunjukkan sahabat nya itu.
Bertapa kagetnya ia saat melihat ada sosok menyerupai ular yang sudah tak bernyawa tersebut.
" Ar, loe... loe ngebunuh ular itu", tanya Elli yang mulai cemas.
"Gue gak sengaja sumpah.... Itu tadi golok tiba-tiba terlepas dari tangan gue dan jatuhnya pas banget kena tu ular", jawab Ara gemetaran karena seumur-umur ia tak pernah ngebunuh ular sebelumnya.
" Ya sudah kalau gitu daripada ngambil resiko di hutan seperti ini, lebih baik kita kubur ular itu". Usul Elli dan di balas angggukan kepala oleh Ara.
Ketika Ara mengambil ular tersebut ia heran karena hewan yang ia anggap ular itu, mempunyai sepasang kaki beserta tangan dan juga ada semacam sayap di punggungnya.
"El, ular ini kok aneh ya, masa punya tangan sama kaki terus aku kayak ada sayapnya lagi", kata Ara heran.
Elli yang melihatnya pun ikut merasa heran akan wujud ular itu.
" Benar juga ya Ar, kok wujudnya beda dari kebanyakan ular. Tapi udah lah Ar kamu cepet kuburin aja keburu malam nanti ", suruh Elli ke Ara.
" Iya ini aku kuburkan ular nya... Maafin aku ya ular kecil aku beneran gak sengaja ngebunuh kamu tadi aku gak pernah bermaksud seperti itu, maafkan aku", kata Ara lirih sambil mengubur ular tersebut.
Setelah menguburkan ular itu Ara dan Elli pun bergegas balik ke perkemahan sambil tak lupa membawa kayu bakar yang sudah mereka kumpulan tadi.
...~To be continued~...
...Oke jangan lupa vote & comment nya ya guys biar aku tambah semangat nulis part selanjutnya 🤗...
__ADS_1
...Dan terimakasih untuk kalian yg udah mau baca cerita ini...Sampai jumpa di part selanjutnya by by🙃...